Monday, August 15, 2022

Celeng Verboden

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ini inspirasi dari negeri timur jauh. Pekebun jeruk di Jepang mengatasi hama babi hanya dengan abu rokok dan lonceng.

Remah buah dan kulit berserak di bawah salah satu pohon jeruk di kebun Yamada Akinori. Dari jejak-jejak di sekitarnya, pekebun jeruk organik di kota Minamata, Prefektur Kumamoto, Jepang, itu langsung tahu penyerobot buah itu bukan manusia, melainkan babi hutan. Sus scrofa itu memang kian menjadi masalah di Jepang. Musababnya, populasi alami satwa pemakan segala itu semakin meningkat.

Musim dingin – saat makanan langka – mestinya menjadi faktor alami yang membatasi jumlah babi liar. Penempatan tempat pembuangan sampah akhir di tepi kota mengubah kondisi itu, dengan menyediakan makanan gratis setiap saat. Apalagi luas lahan pembuangan akhir sampah tak sebanding dengan jumlah penjaga yang ditempatkan. Babi liar bebas keluar masuk mencari makanan setiap saat. Keruan saja jumlahnya meningkat tak terkendali.

Sebagian babi hutan pun mulai berkeliaran ke area pertanian, perkebunan, bahkan perumahan. Sebagian masyarakat malah memberi makan babi hutan yang berkeliaran di sekitar rumah lantaran tidak tega melihat hewan liar itu kelaparan. Kemudahan memperoleh makanan itu mendorong babi liar masuk semakin dalam ke daerah hunian manusia. Mereka merusak tanaman produktif seperti tanaman pangan dan buah-buahan, bahkan menyerang hingga menggigit manusia. Situs japanprobe.com merilis gambar boneka balon harimau tergantung di tengah kebun sayur, yang gagal menghalau babi dari kebun itu.

Jimat

Sebanyak 400 tanaman jeruk mandarin di kebun milik Yamada pun tak luput dari serangan babi. Awalnya, “Babi menyerang jeruk di pohon bagian bawah,” kata petani kelahiran 70 tahun lalu itu. Saat buah di bawah ludes, babi akan memanjat pohon dan menyerang buah di ranting atas, bahkan di ujung. Pasalnya, dari pengalaman Yamada, babi bisa memanjat cabang bagian bawah untuk menggapai ranting di atasnya. Pohon jeruk yang rutin dipangkas secara berkala membuat bentuk tajuk seolah “merunduk”. Akibatnya babi mudah menggapai buah di ujung ranting pohon yang rata-rata setinggi 3 m itu.

Lantaran berbatasan langsung dengan hutan – tanpa pagar pembatas apa pun – menjadikan babi leluasa menggasak kebun seluas 1 ha itu.  Yamada tidak tinggal diam, ia segera memasang “jimat” pengusir babi. Sepintas, jimat itu berupa kertas bertuliskan mantera dalam aksara jepang hiragana. Kertas mantra berhias pita plastik perak mengilap itu yang digantung di cabang, bergoyang oleh tiupan angin. Pencegahan mutlak perlu lantaran berdasarkan pengalaman Yamada, dalam semalam babi liar mampu meludeskan semua buah dalam 1 pohon. Kalau tanaman produktif rata-rata menghasilkan 10 kg jeruk setiap panen, ia berpotensi kehilangan panen hingga 3 kuintal setiap bulan.

Kunci utama jimat itu sendiri bukan mantera, tapi lonceng kecil di atasnya. Lonceng itu sebenarnya genta kaca menyerupai gelas terbalik dengan bandul cincin logam yang terikat pada kertas bermantera. Saat angin sepoi-sepoi meniup kertas, cincin pun bergerak dan memukul-mukul genta sehingga terdengar bunyi dentingan kaca. “Lonceng itu bisa terdengar dari jarak cukup jauh,” kata Yamada. Seutas benang rami setinggi 75 – 150 cm dari permukaan tanah menghubungkan 3 – 5 lonceng sehingga sebuah goyangan kecil pun bisa membunyikan seluruh lonceng.

Intimidasi

Untuk mencegah babi menyambangi lahan, Yamada dan pekebun lain di Minamata juga menggunakan abu rokok. Menurut Yamada, bau abu rokok itu membuat babi mengira ada orang di kebun itu sehingga mereka urung mendekat. Mula-mula ia menyiapkan bokol bekas air minum kemasan, lalu membuat 2 – 3 lubang sebesar rokok. Berikutnya Yamada mengisikan abu rokok setebal 1 – 1,5 cm dari dasar, lalu menutup dan mengocok-ngocok botol sehingga abu tersebar ke seluruh permukaan dalam botol. Terakhir, Yamada menggantung botol itu setinggi 1,5 m dari permukaan tanah agar baunya terbawa angin. Babi pun balik kanan saat membaui abu rokok.

Setiap pohon digantungi 3 botol di bagian yang terteduhi. “Jimat” botol plastik itu terbukti irit dan awet. Setiap botol cukup diisi dengan abu dari sekitar 2 batang rokok, itu pun tahan selama 1 musim. Kedua cara yang ditemukan sendiri oleh Yamada itu terbukti berhasil baik selama beberapa musim tanpa membuat babi sadar bahwa mereka telah tertipu. Cara itu segera diadopsi pekebun lain yang bertetangga dengan Yamada.

Cara kerja jimat berlonceng ala pekebun Minamata mirip dengan piranti penimbul bunyi di tanahair. Antara lain kokoprak di Jawa Barat atau keruncangan di Prabumulih, Sumatera Selatan. Kokoprak bertujuan mengusir burung pipit, berbentuk potongan bambu yang dirangkai lalu diikatkan pada tiang di tengah sawah. Sebuah tali menghubungkan kokoprak dengan gubuk di tengah sawah. Saat tali ditarik, bunyi kokoprak pun mengumandang. Sedangkan keruncangan berwujud rangkaian kaleng bekas pada seutas kawat yang memagari huma atau kebun. Tujuannya sama: menimbulkan bunyi yang mengejutkan hama sebelum sempat membuat kerusakan.

Penggunaan bau atau aroma untuk “mengintimidasi” pengganggu juga lazim dipakai di tanahair. Nun di Kabupaten Lahat, Sumatera Barat, masyarakat menggunakan minyak harimau untuk menakut-nakuti hama babi hingga tak berani masuk ke kebun mereka. Minyak dari lemak harimau itu diteteskan pada kain yang diikatkan pada  tongkat yang dipancang di pojok-pojok kebun.

Cara lain dituturkan Edi Sembiring, pekebun di Sukabumi, Jawa Barat. Ia mengisahkan cara pamannya mengatasi serangan hama babi di kebun jeruk mereka di Kabanjahe, Sumatera Utara. Sang paman menggunakan kotoran harimau dari kebun binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Babi verboden alias terlarang masuk. (Syamsul Asinar Radjam, praktikus pertanian di Sukabumi, Jawa Barat, dan alumnus Asian Rural Institute, Jepang)

 

Jimat-jimat dirangkai dengan seutas tali sekeliling pohon untuk hasil lebih efektif

Jimat abu rokok

Yamada Akinori temukan cara menghalau celeng

Previous articleMurbei Musuh Manis
Next articleKreasi Olah Apel
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img