Wednesday, September 28, 2022

Cetak Pepaya Berkualitas

Rekomendasi

Trubus.id – Perawatan optimal menghasilkan pepaya berkualitas premium. Supadi rutin memanen 6 ton pepaya varietas Arum dari sekitar 1.666 tanaman berumur 1,5 tahun di kebun seluas 2 hektare (ha) setiap pekan. Hasil panen pepaya itu lebih tinggi dibandingkan dengan hasil panen petani lain yang hanya sekitar 4 ton per pekan. Perbedaan hasil panen itu karena Supadi merawat kebun Carica papaya miliknya secara intensif.

“Saya mengombinasikan penggunaan pupuk makro dan mikro,” kata pria asal Dusun Krajan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, itu.

Pupuk makro andalan Supadi berupa pupuk organik berbahan kotoran ayam petelur dan pupuk kimia majemuk berupa NPK dengan perbandingan 20:10:10. Pupuk organik dan kimia untuk menunjang fase vegetatif tanaman berumur 0—4 bulan dengan interval pemberian 2 bulan sekali. Dosis pupuk kandang yaitu 5 kg per lubang tanam. Aplikasi pupuk kandang diberikan pada masing-masing lubang tanam dengan kedalaman 20—30 cm.

Kombinasi pupuk

Adapun dosis pupuk NPK pada tanaman berumur 1 bulan sebanyak 25 kg per ha dan tanaman berumur 3 bulan mencapai 35 kg per ha. Aplikasi pupuk dengan cara dikocor di bawah tajuk tanaman. Supadi juga memberikan 2 liter zat pengatur tumbuh (ZPT) dengan kandungan auksin, giberelin dan sitokinin per ha. Dengan cara itu semua hasil panen terserap pasar. Meskipun demikian, ia belum bisa memenuhi permintaan pasar sebesar 10 ton per pekan.

Sebelum dipasarkan, ia mengumpulkan pepaya di gudang untuk pencucian dan pengemasan. Selanjutnya Supadi menjual pepaya ke pasar modern di Jakarta. Ia pernah menumpangsarikan pepaya dan cabai untuk mengoptimalkan lahan. Sayang cara itu hanya bertahan 6 bulan karena keterbatasan tenaga kerja. Sejatinya setiap petani memiliki cara masing-masing untuk menghasilkan pepaya bermutu bagus.

Wing Karsagin mengandalkan 10 kg pupuk kotoran sapi dan 50—100 g NPK 16:16:16 untuk 500 tanaman pepaya di lahan 5.000 m2. Pemberian pupuk kandang 6 bulan sekali. Sementara aplikasi pupuk NPK untuk tanaman berumur 0—4 bulan atau selama fase vegetatif. Untuk fase generatif, Wing menggunakan pupuk dengan kandungan KNO3 dengan dosis 100—200 g per tanaman berumur 5 bulan.

Selain pemupukan, ia juga menutupi kebun pepaya dengan mulsa jerami. Tujuannya menjaga kelembapan tanah serta meminimalisir pertumbuhan gulma dan perkembangan hama. “Pemberian mulsa jerami dilakukan saat tanaman berumur 3 bulan dan selama pepaya masih berproduksi,” kata petani pepaya kelahiran Bandung, Jawa Barat, itu. Pepaya tipe hawai dengan varietas Arum milik Wing itu menghasilkan 2—3 ton per pekan.

Kini pria berumur 43 tahun itu hanya mengelola kemitraan pepaya yang beranggotakan 4 kelompok tani yang tersebar di Mojokerto (Jawa Timur), Klaten (Jawa Tengah), dan Purwokerto (Jawa Tengah). Peneliti pepaya di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Tri Budiyanti, S.P., M.Si., mengatakan selama masa pertumbuhan, tanaman pepaya mengalami penambahan 1—2 ruas batang setiap pekan.

Perawatan intensif

Masing-masing ruas berpotensi menghasilkan buah. Dalam budidaya pepaya ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain menggunakan benih tersertifikasi dan tekstur tanah berpasir. Pengairan juga perlu diperhatikan untuk mencegah kekeringan. Pembuatan saluran drainase pun dibutuhkan untuk mengurangi kelebihan air pada lahan. Pemberian pupuk organik terfermentasi ditambah agen hayati seperti trichoderma dan mikoriza juga dapat meningkatkan kesuburan dan memperbaiki struktur tanah.

Pemupukan 100 g NPK per tanaman pada fase vegetatif dan 200—300 g per tanaman pada fase generatif membantu ketersediaan hara bagi tanaman. Penggunaan mulsa organik dan plastik berfungsi menjaga kelembapan dan mengurangi potensi serangan hama. Perawatan yang benar mulai dari awal pertumbuhan tanaman menentukan diameter batang sehingga dapat menyangga tubuh tanaman lebih baik. Selain itu, perawatan yang sesuai juga menciptakan perakaran yang sehat sehingga penyerapan hara semakin optimal. (Nadya Muliandari)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Menghasilkan Silangan Palem yang Cantik

Trubus.id — Greg Hambali sangat hobi menyilangkan palem. Saking hobinya menyilangkan tanaman palem, Greg mendapatkan hasil silangan terbaru yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img