Trubus.id—Perawatan optimal kelapa pandan wangi sejak penanaman hingga panen kunci menghasilkan buah berkualitas. Menurut Jasman Silitonga, S.E., benih unggul berpadu pemupukan intensif kunci panen kelapa pandan wangi optimal.
“Benih atau bibit wajib berlabel biru atau tersertifikasi,” kata pekebun sekaligus pembibit kelapa pandan wangi di Kecamatan Pantaicermin, Kabupaten Serdangbedagai, Provinsi Sumatra Utara.
Harap mafhum, kualitas bibit amat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil panen. Cara memastikan bibit pandan wangi yaitu menyobek dan membakar daun bibit. Aroma pandan menguar saat daun bibit pandan wangi asli dibakar atau diremas.
Bagian lainnya yang mengeluarkan aroma pandan yakni akar. Aroma pandan muncul terutama jika akar diremas. Namun, itu bukan parameter utama. “Label biru ciri utama bibit berkualitas karena telah melewati seleksi ketat,” kata Jasman.
Bibit baik secara morfologi berciri tidak tumbuh bercabang, terdiri atas 3—4 daun, dan tinggi 50—60 cm. Lama pembibitan untuk menghasilkan bibit sesuai kriteria sekitar 4 bulan. Faktor penentu lainnya yakni perawatan intensif.
Jasman mencontohkan hasil panen di Thailand mencapai 200 buah per tanaman per tahun. Adapun di tanah air baru 150 buah per tanaman per tahun. Hasil panen konsisten itu bisa dicapai pada umur 4 tahun setelah tanam.
