Saturday, June 22, 2024

Cokelatku, Hidupku, dan Masa Depanku

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kenaikan harga kakao pada Maret 2024 spektakuler karena mencapai sekitar Rp91,8 juta per ton biji kering. Dibandingkan dengan penghujung 2023, peningkatan harga itu sebesar 40%.

Banyak faktor penyebab kenaikan harga yang sangat signifikan itu.  Salah satu pemicunya negara-negara penghasil kakao utama seperti Pantai Gading dan Ghana terkena el nino sehingga menurunkan produktivitas tanaman.  

Hasil panen makin anjlok karena adanya serangan hama dan penyakit. Padahal permintaan biji Theobroma cacao itu terus bertumbuh. Dampaknya negara penghasil kakao lainnya seperti Indonesia merasakan betul kenaikan harga kakao itu sehingga meningkatkan pendapatan petani.

Terutama petani di sentra kakao seperti Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Daerah yang beribu kota di Lasasua itu memang sohor sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia.  

Wartawan Majalah Trubus, Rizky Fadhilah, mewawancarai Pj. Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, M.S.P., M.A., terkait pengembangan kakao terkini di daerah seluas 2.924 km2 itu. Saksikan pada video berikut.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img