Daun meniran berpotensi menjadi bahan alami pakan aditif yang menekan emisi gas metana dari ternak ruminansia. Inovasi ini dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui riset PhylloZinc UGM dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Riset Eksakta.
Industri peternakan menjadi salah satu penyumbang gas metana (CH₄) terbesar yang mempercepat pemanasan global. Setiap hewan ruminansia dapat menghasilkan 250–500 liter CH₄ per hari, menyebabkan kehilangan energi pakan hingga 17 persen.
Tim PhylloZinc UGM menghadirkan solusi dengan mengembangkan pakan aditif berbasis nanopartikel zinc oxide (ZnO) hasil green synthesis dari ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri). Penelitian ini terbukti mampu menghambat produksi gas metana menggunakan bahan yang ramah lingkungan.
Ketua tim, Catherine Noor, menjelaskan riset tersebut merupakan upaya menekan emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan. Ia menegaskan, penggunaan bahan alami menjadi langkah penting menuju sistem peternakan berkelanjutan.
Selain Catherine dari Fakultas Peternakan angkatan 2023, tim ini beranggotakan Zahwa Tsuroyya A.Z. (Fakultas Biologi 2023), Rona Ayyu H. (Fakultas Kedokteran Hewan 2023), dan Ahmad Rizal Riswanda D. (Fakultas Peternakan 2022). Penelitian mereka dibimbing oleh Dr. Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc., dosen Fakultas Peternakan UGM.
Ahmad Rizal menjelaskan bahwa meniran dipilih karena kaya flavonoid dan mudah diperoleh. Kandungan bioaktif tersebut berperan penting dalam menekan aktivitas mikroba penghasil metana di sistem pencernaan ternak.
Dalam riset ini, tim menghasilkan bubuk dan larutan ZnO berukuran nano yang diuji menggunakan spektrofotometer, PSA, XRD, dan SEM. Uji In Vitro juga dilakukan di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM untuk mengukur efektivitasnya.
Hasil pengujian meliputi analisis cairan rumen, kadar amonia, protein mikrobia, hingga pH cairan rumen. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan efektivitas aditif dalam menekan produksi gas metana.
Menurut Jesslyn Beatrice, anggota tim riset, penelitian berlangsung selama empat bulan dengan dukungan pendanaan dari Belmawa dan UGM. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi multidisiplin dari bidang peternakan, biologi, dan kedokteran hewan.
Ia menegaskan, pengembangan nanopartikel ZnO hijau dari daun meniran menjadi langkah strategis menuju peternakan modern dan ramah lingkungan. Inovasi ini diharapkan mendukung peningkatan produktivitas ternak sekaligus mitigasi pemanasan global.
