Thursday, December 8, 2022

Di Antara Tiga Pilihan

Rekomendasi

 

Para produsen pun sigap menangkap peluang dengan mengusahakan obat tradisional yang paling gres: buah merah, VCO, dan sarang semut. Di tengah serbuan herbal itu, para pengguna dituntut cerdas dan bijak untuk memilih sesuai kebutuhan.

Dari pengamatan Trubus, produk buah merah, VCO, dan sarang semut yang ada di pasar menyatakan diri sebagai panasea: penyembuh segala penyakit. Sebut saja kanker, jantung, liver, diabetes, TBC, dan maag. Pada kenyataannya tidak demikian. Kandungan ketiganya berbeda. Khasiatnya bisa sama, tapi bisa juga berbeda. Karena itu masyarakat harus jeli, kata Dr Muhammad Ahkam Subroto, ahli peneliti utama di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Para penderita yang ingin cepat sembuh kerap secara bergantian mengkonsumsi buah merah, VCO, dan sarang semut. Padahal menurut Ahkam, tanpa aturan pasti cara itu justru tidak efektif. Kita tidak tahu mana yang menghasilkan efek sembuh, kata doktor dari University of New South Wales, Sydney, itu.

Kanker

Menurut Ahkam, secara empiris sarang semut dapat menyembuhkan segala jenis kanker kecuali kanker nasofaring. Dalam pengamatan saya, kecepatan menyembuhkan penderita kanker dengan sarang semut lebih cepat. Bisa hanya dalam tempo 2-3 bulan, kata peneliti yang meriset sarang semut, VCO, dan buah merah itu. Reaksi sarang semut dalam tubuh lebih cepat karena larut di dalam air. Buah merah yang berbentuk minyak lebih sulit diserap tubuh.

Hipotesis Ahkam, ada senyawa tertentu yang bersifat antikanker pada ekstrak sarang semut. Paling tidak ada 3-5 senyawa aktif, ujarnya. Ia menduga senyawa aktif itu mengalahkan sel kanker dengan 2 mekanisme: apoptosis dan sitotoksis. Yang disebut pertama bekerja dengan mengembalikan kemampuan sel kanker untuk mati. Lazimnya, sel kanker berkembang terus karena kehilangan kemampuan untuk mati. Sitotoksis berarti senyawa aktif langsung membunuh sel kanker.

Buah merah juga diklaim mampu menyembuhkan kanker. Namun, pengalaman empiris menunjukkan buah merah paling efektif menyembuhkan kanker payudara dan rahim. Yang paling aman, 1 sendok makan sehari, ujar Ahkam. Sementara pada kasus VCO, tak ada laporan empiris yang menyatakan minyak kelapa murni bisa menyembuhkan kanker.

Diabetes dan jantung

Lain halnya bila VCO digunakan sebagai terapi diabetes. Penyakit gula darah efektif dikendalikan dengan VCO. Asam laurat dan asam kapriat pada VCO membantu pengeluaran hormon insulin. Ia juga mudah diabsorpsi dalam kondisi apa pun. Makanya komplikasi pada Diabetes mellitus dapat dicegah dengan VCO, kata Prof Dr Susilo Wibowo MS Med SPAnd, dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Menurut Susilo, peran VCO pada penderita diabetes tak terbatas pada sekresi insulin dan penyerapannya. Asam lemak rantai sedang pada VCO yang meluruhkan kolesterol jahat dalam tubuh sangat menguntungkan penderita diabetes. Mereka dapat terhindar dari penyakit yang berujung stroke. Sebut saja jantung dan sumbatan pada pembuluh darah lain. Reaksi unik VCO dalam tubuh pun mencegah komplikasi diabetes yang paling ditakuti kaum adam: disfungsi ereksi.

Ahkam mengamini Susilo. Dibanding buah merah dan sarang semut, VCO paling cocok untuk diabetes. Sarang semut belum terbukti empiris untuk diabetes, ujarnya. Namun, pengobatan kanker dengan sarang semut pada penderita yang juga mengidap diabetes tetap aman. Kandungan karbohidrat pada sarang semut merupakan karbohidrat kompleks. Ia tak sempat diolah tubuh menjadi glukosa. Sedang buah merah hanya cocok untuk mencegah diabetes. Ia bersifat menghambat pembentukan gula dari karbohidrat.

Akibat mikroorganisme

Terkait penyakit akibat mikroorganisme seperti TBC, riset Ahkam, sarang semut tidak mempunyai sifat antimikroba. Lihat ini bakteri gram positif dan gram negatif tetap berkembang meski diberi ekstrak sarang semut, katanya sambil menunjukkan foto cawan petri yang menggambarkan aktivitas bakteri. Itu berbeda dengan perlakuan VCO. Aktivitas hampir semua jenis cendawan, bakteri, dan virus tertekan.

Pada buah merah, aktivitas antimikroorganisme juga ditemukan, tapi tidak kentara. Buah asal Papua itu justru paling kaya antioksidan. Itu superantioksidan. Saya belum menemukannya di buah lain, kata Dr Clara M Kusharto, ahli gizi dari Jurusan Gizi Masyarakat dan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Pertanian, IPB. Antioksidan diperlukan tubuh untuk menangkal radikal bebas pemicu kanker.

Belakangan, selain untuk pengobatan, sarang semut, VCO, dan buah merah dimanfaatkan untuk menjaga stamina. Ahkam mengingatkan dosis aman perlu diperhatikan agar tidak terjadi keracunan. Untuk kebugaran, dosis VCO sebanyak 1 kali 1 sendok makan. Sarang semut sebaiknya hanya seminggu sekali dari 1 sendok yang diekstrak. Artinya, 1 sendok makan sarang semut direbus dalam 2 gelas air selama 15 menit atau sampai tersisa 1 gelas. Larutan itu didiamkan lalu disaring, baru diminum. Buah merah, seminggu sekali, 1 sendok makan.

Sebetulnya, testimoni pasien yang mengaku sembuh dengan sarang semut, VCO, dan buah merah tak terbatas pada penyakit-penyakit di atas. Sebut saja sarang semut. Ia secara tradisional dipakai sebagai pemacu gairah pria dan obat sakit maag, infeksi hati, dan lambung. Menurut Subagus Wahyuono, hal tersebut bisa saja terjadi secara tak langsung. Sarang semut juga mengandung glikosida. Diduga glikosida itu berperan sebagai imuno stimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Pun VCO, asam laurat yang terkandung di dalamnya diakui para ahli dapat menstabilkan metabolisme tubuh. Karena itu dapat dipahami banyak laporan seperti penyakit liver, kejang pada epilepsi, ketergantungan narkoba, dan gangguan prostat dapat dibantu kesembuhannya oleh VCO. Begitu juga buah merah. Minyak Pandanus conoideus dilaporkan membantu penyembuhan penyakit lain seperti paru-paru dan Aids. Menurut Ahkam, banyak pakar menduga selain sebagai antioksidan buah merah dapat berperan sebagai peningkat kekebalan tubuh. Ia menyembuhkan penyakit-selain kanker-dengan cara tak langsung. (Destika Cahyana/Peliput: Sardi Duryatmo)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Lengkap! Budidaya Cacing Sutra Sistem Apartemen Hemat Tempat dan Air

Trubus.id — Peningkatan tren ikan hias diikuti dengan permintaan pakan tinggi. Cacing sutra menjadi salah satu pakan ikan hias...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img