Monday, August 8, 2022

Istana Megah Para Semut

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tak pandang bulu asalkan itu myrmecodia, semut akan sukarela menghuninya. Dari pengamatan Trubus di kebun Stasiun Penelitian dan Alih Teknologi LIPI dan hutan Habema di Wamena, semut-semut itu menjadi penghuni mayoritas jenis Myrmecodia pendens dan M. tuberosa. Identifikasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Zoologi LIPI menunjukkan dominasi semut genus Ochetellus sp pada M. tuberosa.

16 varietas

Di tanahair, M. tuberosa paling mudah ditemukan di beberapa tempat. Selain Papua, Pulau Siberut, Flores, Kalimantan, hingga Maluku, rumah semut-sebutan di Semenanjung Malaysia-dapat dijumpai terutama di hutan-hutan dataran rendah. Di Siberut malah seringkali ditemukan di pinggir-pinggir jalan, ujar Dr Tukirin Partomiharjo, kurator anggota Rubiaceae dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI di Bogor.

Jenis yang pertamakali dipublikasikan oleh Jack pada 1823 itu umbinya berdiameter hingga 25 cm dan tinggi 45 cm. Karena besar, tak jarang dari kejauhan terlihat seperti sarang tawon. Dari beberapa literatur asing, jenis tuberosa diketahui hidup nyaman pada kondisi kelembapan tinggi dengan intensitas matahari rendah.

Menurut M. Ahkam, tuberosa paling banyak memiliki varietas, sekitar 16 varietas. Dari jumlah tersebut 10 di antaranya ditemukan di Indonesia seperti M. tuberosa rumpii, M. t. bullosa, M.t. versteegii, dan M.t. pulvinata. Beberapa bahkan endemik seperti M.t siberutensis di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Atau M.t. menandensis di Sulawesi Utara. Jenis ini sangat mudah dibedakan dari jenis lain karena posisi daun selalu di atas umbi, ujarnya. Bandingkan misalnya dengan M. pendens yang letak daun selalu di bawah umbi. Berikut beberapa jenis varietas tuberosa di tanahair.

1. Myrmecodia tuberosa bullosa
Jenis yang memiliki arah umbi horizontal itu hidup di Papua. Umbinya dapat mencapai ukuran diameter 20 cm. Varietas yang memiliki sinonim nama M.t. lanceolata itu sangat mudah ditemukan di hutan mangrove

2. M. t. versteegii
Jenis yang memiliki umbi silindris itu hidup di rawa-rawa dan hutan tropis pada ketinggian 50-1.070 m dpl. Jenis yang mengambil nama tempat kelahiran penemunya, Valeton pada 1911, itu dianggap unik karena sepintas mirip tapal kuda.

3. M.t. pulvinata
Jenis yang umbinya dominan abu-abu itu seringkali dijumpai menempel pada pohon eucaliptus dan meulaleuca. Seperti varietas versteegii, jenis ini mudah dijumpai di rawa-rawa dan hutan tropis dataran rendah.

4. M.t. papuana
Sesuai nama yang menempel, jenis ini dominan didapati di daratan Papua. Jenis yang umbinya berbentuk silindris itu hidup nyaman di pantai hingga hutan di ketinggian 700 m dpl.

5. M.t. dahlii
Jenis yang juga dijumpai di Papua itu memiliki sebaran habitat cukup luas. Ia dapat dijumpai di hutan hingga perkebunan rakyat. Uniknya jenis yang sudah bisa diperbanyak secara biji di Inggris itu memiliki buah cerah berwarna merah.

6. M.t. manusensis
Jenis ini sering dianggap istimewa karena dari umbi bisa keluar tiga batang cabang yang seluruhnya mengarah ke atas. Jenis yang mudah dijumpai di Papua itu memiliki habitat di pohon-pohon sekitar rawa. (Dian Adijaya S)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img