Thursday, August 18, 2022

Dia Penunggang Angin

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Kondisi PendukungItu hasil temuan, dosen Patologi Hama, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Dr Ir Sri Rahayu MP pada Januari 2011. “Serangan justru lebih intensif dan cendawan lebih agresif,” ujar Sri Rahayu.

Cendawan Uromycladium tepperianum memang dikenal bandel. Sejak serangan mulai terdeteksi dan mewabah pada 2005 belum ada cara tepat mengatasinya. Padahal tengoklah kerugian yang dibuatnya. Menurut catatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan RI, cendawan itu menyerang 150.000 ha kebun sengon di Jawa Timur. Dengan asumsi potensi hasil 200—300 m3 kayu per ha pada umur panen lima tahun, berarti minimal sebanyak 30-juta m3 potensi produksi kayu setara Rp2,4-triliun hilang begitu saja jika harga kayu Rp800.000 per m3. Hingga kini si penunggang angin itu masih terus merajalela. (Evy Syariefa/Peliput: Dahlia dan Desi Sayyidati Rahimah)

Previous articleCukup Satu Inang
Next articleBibit Bongsor
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img