Thursday, January 29, 2026

Dicari! Reptil Ningrat

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Pengusaha karet di Surabaya itu memang berhasrat mengajarkan rasa sayang pada reptil bagi keempat putranya sejak dini. Mereka boleh memilih ular kesayangan dan memberi panggilan akrab pada ular-ular itu seperti nama Yeti pada leucistic reticulatus. Namun, yang pasti reptil koleksi Dragono bukan jenis sembarangan. Selain leucistic reticulatus masih ada leucistic blue eye python, black eye ball python, snow ball python, stripe guyane boa, titanium reticulatus, dan caramel retic. ‘Total ada 20 ular serta 30 kura-kura unik di rumah,’ kata penggemar olahraga golf yang mengucurkan modal ratusan juta rupiah untuk memboyong semua klangenan itu.

Koleksi baru Dragono adalah bateater python sepanjang 1 m yang datang pada awal 2009. Bateater bukan python biasa. Di jagat pencinta satwa melata dunia ia menjadi perbincangan lantaran bermotif unik, spot-spot hitam di atas latar kuning. Corak itu lahir dari perkawinan spektakuler 2 spesies berbeda: burmese python Python molurus dan P. reticulatus. Jumlah bateater di dunia diperkirakan hanya puluhan ekor. Pantas salah satu penyedia ular itu, New England Reptile Distibutors di Inggris, hanya memajang fotonya tanpa berani memberi label harga.

Dragono cukup beruntung dapat memperoleh dari penyedia satwa di Vancouver, Kanada, setelah berkorespondensi melalui surat elektronik. Sejak induknya mulai disilangkan oleh penangkar Amerika Serikat pada 2000, kelahiran bateater memicu polemik. Banyak pencinta reptil menolak kehadirannya karena dapat merusak genetik. Yang lain manut saja lantaran ini barang ningrat di dunia reptil. Itu tidak jauh berbeda saat pertama kali muncul liger, silangan antara singa dan harimau, zebroid (zebra dan kuda), beefalo (banteng dan sapi), dan savannah (kucing liar Afrika dan kucing rumah). Dan Dragono termasuk pencinta reptil ningrat itu. Tren unik

Nun di Jakarta Utara Sucipto juga mengoleksi reptil ningrat terutama jenis kura-kura. Lihat koleksinya, ada temple albino turtle Hieremys annandalii, kura-kura brazil corak karamel; normal hijau, bulus albino Pelodiscus sinensis, kwangtung river turtle dari China, kura-kura jepang bercorak hitam pekat, dan leucistic alligator snaper yang bersifat karnivora alias pemakan daging. Mayoritas yang dikoleksi kura-kura air. ‘Mereka lebih mudah dirawat,’ ujar pemilik perusahaan percetakan yang berburu melalui dunia maya itu. Saking doyan pada kura-kura, alumnus San Fransisco University di Amerika Serikat itu menyimpan pula koleksinya di kantor.

Di selasar ruang kantor, Sucipto membuat 3 kotak kaca berukuran 200 cm x 60 cm x 40 cm untuk tempat tinggal aneka kura-kura. Itu belum termasuk 8 kotak kaca lain  yang ditata di ruang makan. ‘Keluar masuk kantor pasti lihat kura-kura dulu,’ kata ayah 2 putra yang juga memiliki koleksi ular langka:  leucistic, pied ball python, bumblebee ball python, dan pastel ball python

Dragono dan Sucipto hanya sebagian kecil dari kolektor reptil unik dan langka. Banyak hobiis lain juga mempunya minimal 1 – 2 jenis. Mayoritas dari mereka adalah anggota  komunitas reptil. Paling tidak saat ini terdapat minimal 5 komunitas reptil di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. ‘Anggota Ophio rata-rata mempunyai jenis unik, entah itu kura-kura atau ular,’ kata drh Slamet Raharjo MS, pendiri Ophio – komunitas reptil – di Yogyakarta.

Sulit disangkal kontes reptil menjadi salah satu pemantik dari kehebohan itu. Harap mafhum salah satu kriteria penilaian lomba adalah keunikan motif dan warna. Dan barang seperti ini jelas langka. ‘Yang menang  mayoritas  jenis-jenis seperti itu,’ kata Slamet yang juga juri kontes reptil. Contoh madagascar tree boa milik Eric Pirih yang menyabet gelar grand champion di kontes Surabaya 2 tahun silam. Ia juara karena motifnya kombinasi hijau, cokelat, dan ungu. ‘Ini langka, saya sampai membelinya langsung ke Madagaskar,’ kata pemilik Sasana Tinju Pirih Boxing Camp itu.

Candu

Pencetus lain adalah keinginan memburu yang sulit dibendung. Romy dan Rendy Herwindo, kolektor di Surabaya dan Leonardus LR di Yogyakarta sepakat mengoleksi reptil bak candu. Romy, misalnya, pertama kali memelihara jenis ular unik, molurus albino. Berikutnya koleksinya membengkak dengan kehadiran caramel ball pyhon, leusistic ball python, genetic stripe reticulatus, dan sun glow boa. Begitu tawaran mengoleksi gecko muncul akhir 2008, pengusaha kayu itu pun menyambarnya. ‘Corak dan warna gecko enak dilihat,’ ujar pengoleksi jenis blazzing gecko, raptor, dan super hipo tangarine itu.

Romy tidak berlebihan. Tren memelihara reptil di dunia memang meningkat. Di negara maju seperti Amerika Serikat, uang yang dibelanjakan warga Abang Sam untuk mengoleksi aneka reptil mencapai Rp1-triliun. Nilai ini setara mega transfer pemain sepakbola Cristiano Ronaldo dari klub Manchester United ke Real Madrid pada 2009! Tengok negara bagian Oklahoma dan Texas. Di sana 3% warganya mengoleksi reptil. Layak bila Chris Newman dari Federation of British Herpetologist – asosiasi pembiak reptil – di Inggris memprediksi kepopuleran reptil dapat mengalahkan anjing

Sayangnya di Indonesia tidak ada informasi detail mengenai perdagangan reptil. Namun, jenis impor lebih disukai karena banyak berwarna cerah. Data perdagangan tumbuhan dan satwa liar menunjukkan sampai 2003 terdapat 1.619 reptil dari 24 spesies yang diimpor. Jenis terbanyak antara lain kura-kura seperti Geochelone pardalis dan G. radiata. ‘Saya mengimpor kura-kura terutama dari  beberapa negara Asia,’ kata Leonardus yang mengoleksi jenis langka seperti indian tent turtle Kachuga tentoria dan spotted pond turtle Geoclemys hamiltonii itu.

 

Morph baru

Sejatinya ordo reptil yang dipelihara para kolektor masih terbatas. Dari 4 ordo reptil, hanya 2 ordo yang banyak dikoleksi. Mereka adalah ordo Testudinata seperti kura-kura dan ordo Squamata terdiri atas ular dan kadal. Ordo lain yakni Crocodylia dan Rhynchocephalia jarang diminati. Selain sulit didapat anggota ordo itu juga agak menakutkan. Lihat saja buaya, salah satu anggota ordo Crocodylia itu. Siapa suka pelihara buaya di rumah.

Menurut Slamet, peluang munculnya motif unik terbanyak pada ular. ‘Ular memiliki gen pembawa pola dan warna yang banyak sehingga motif atau morph di ular bisa diciptakan dengan cara saling disilangkan,’ katanya. Morph itu terus berkembang bahkan menjauhi karakter asli dari induk. ‘Mirip seperti lou han, awalnya cencu lalu berkembang seperti cinhua dan kemalau,’ tambah Slamet.

Pada kura-kura atau kadal keunikan baru keluar setelah gen resesif muncul – disebut mutasi – . Contoh bulus. Satwa bermoncong babi itu corak aslinya kecokelatan. Namun, begitu gen resesif keluar, muncullah bulus albino.  Alam – lewat pengaruh lingkungan – memang kerap membidani lahirnya satwa melata unik. Sebut saja retic albino dan tiger albino yang aslinya bermotif bulat menjadi garis-garis lurus. Masalahnya peluang munculnya mutasi alam sangat kecil. ‘

Paling nol koma nol sekian persen,’ tutur Slamet yang juga mantan ketua Asosiasi Reptil Indonesia itu. Kalau pun mereka hidup, umurnya pendek. Maklum karena dianugerahi keunikan, ia mudah menjadi buruan predator. Jalan lain dengan menyilangkan sesama unik hingga muncul ‘unik’ baru. ‘Saya mencoba menyilangkan gecko enigma dan super max snow,’ kata Romy yang berharap memperoleh corak gecko putih salju dengan totol sedikit cokelat itu. Sayang 2 telur yang sudah dihasilkan  dari perkawinan itu membusuk tanpa sebab jelas. Romy kini juga mencoba menyilangkan enigma dan raptor yang turunannya diperkirakan bisa bermata bulat merah dengan ekor dominan putih.

Jadi, bila alam bermurah melahirkan reptil mutasi bagi para hobiis, maka itu ibarat mendapat durian runtuh. Lihatlah Chandra Gunawan, pemilik Nurseri Godong Ijo di Sawangan, Depok, Jawa Barat, saat  jatuh cinta pada seekor retic albino alam milik seorang haji. ‘Saya sampai bersiap menjual mobil untuk mendapatkannya,’ katanya. Bagi pencintanya memiliki reptil ningrat memang sudah seperti mengurusi kesehatan jiwa raga. Di sanalah kebahagiaan itu ada. (Dian Adijaya S/Peliput: Lastioro Anmi T dan Imam Wiguna) >

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Inilah Penyebab dan Solusinya

Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img