Monday, August 15, 2022

35 Reptil Paling Top

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Itulah Python reticulatus leucistic. Sebutan leucistic mengacu pada tubuh putih yang tak berpola. Harap mafhum, idealnya python memiliki pola tertentu seperti kain batik. Ular hasil biakan Budiyanto Tasma di Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memang menjadi incaran hobiis reptil. Bob Clark, pakar reptil dari Amerika Serikat, salah satu yang kepincut python itu. Karena masih langka – dari 25 telur, hanya 9 yang  menjadi leucistic – sehingga harga relatif mahal.

Selain ular, ada juga kura-kura dan kadal yang juga tampil tak biasa, tak seperti lazimnya. Justru keabnormalan itulah yang membuat hobiis terpesona. Walau mesti menebus dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah, para peminat tak keberatan. Mereka itu sudah tersihir reptil. Inilah 35 reptil simpanan dari berbagai kota di Indonesia.

Kura-kura indian roofed leucistic Kachuga tecta koleksi Sucipto di Kapuk Kamal, Jakarta Utara. Sejatinya kura-kura air yang banyak ditemukan di Asia Selatan itu berkarapas hijau. Di alam populasi kachuga berkarapas kuning dengan larik merah segelintir jumlahnya.

Gibba turtle Phrynops gibbus koleksi Leonardus di Yogyakarta. Kura-kura  leher panjang yang berdiam di negara-negara Amerika Selatan ini unik karena punya ekspresi murah senyum setiap kali hendak difoto. Kura-kura yang panjangnya mencapai 23 cm itu mudah beradaptasi sehingga langsung ‘on’ begitu menghadap kamera.

Green tree python Morelia viridis koleksi Budiyanto Tasma di Gunungsindur,   Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mestinya ia bercorak hijau dengan bintik putih. Namun, corak hijau chondro python – nama lain – dari Pulau Aru, Maluku, itu sirna tertutup gen biru yang muncul dominan. Perubahan warna terjadi saat ular menginjak umur 5 – 6 tahun dan tidak berubah lagi. Sayang peluang perubahan warna menjadi biru tidak bisa diprediksi. Perubahan serupa kerap dialami betina hamil, tapi kembali normal selepas bertelur.

Leopard gecko (LG) enigma raptor koleksi Romy di Surabaya, Jawa Timur. Selain memiliki corak enigma alias bercorak putih di ekor, LG ini unik karena bola matanya merah. Sebab itu melekat istilah raptor, kependekan dari Ruby-eyed Albino Patternless Tremper Orange – merujuk warna mata merah dan tubuh bergen jingga yang tidak bercorak. Leopard hasil perkawinan selektif antara induk albino dan jingga itu mencapai Rp9-juta – Rp14-juta/ekor panjang 7 cm.

Pygmy chameleon Rhampoleon temporalis koleksi David Sucianto di Bogor. Panjang tubuhnya cuma 2 ruas jari tangan orang dewasa, sekitar 5 – 7 cm. Meski mini, chameleon yang hidup di Pegunungan Usambara, Tanzania, di atas ketinggian1.200 m dpl itu mudah dirawat dan beradaptasi cepat di lingkungan baru. Ia direkomendasi untuk dipelihara hobiis pemula.

Python reticulatus blond stripe tiger koleksi Dragono di Surabaya. Jenis ini menjadi top karena mewarisi semua gen unggul induk-induknya, seperti P. reticulatus blond dan P. reticulatus stripe tiger. Blond menitiskan gen warna ungu tebal; stripe tiger mewarisi motif garis. Motif seperti itu baru pertama kali ada. Hasil utak-atik penangkar negeri Abang Sam itu juga memunculkan gen resesif: albino.

Python reticulatus albino motley koleksi Dragono di Surabaya. Jenis yang dibiakkan penangkar di Amerika Serikat itu unik lantaran corak motley alias bulatan yang tersusun rapi seperti rantai di sepanjang tubuh berwarna jingga; normal, cokelat kekuningan dengan bingkai hitam. Motley jingga lahir dari seleksi ketat induk yang membawa gen warna jingga selama bertahun-tahun.

Caramel red ear slider Trachemys scripta elegans koleksi Sucipto di Kapuk Kamal, Jakarta Utara. Inilah salah satu hasil terbaik seleksi kura-kura brasil selama puluhan tahun. Pembiak di negeri Abang Sam sukses menciptakan kura-kura brasil berbola mata biru pekat dengan warna karapas degradasi kuning muda menuju kecokelatan.

Gecko gecko atau tokay gecko koleksi Danny Gunalen di Jakarta Timur. Ia gecko terbesar kedua setelah dalcourt’s gecko dengan panjang 30 – 40 cm, bandingkan dengan LG yang cuma 22,5 cm. Bobotnya 150 – 300 g/ekor. Gecko jawa ini tak kalah cantik dengan LG, bertaburan bintik-bintik merah. Di tanahair gecko yang banyak diekspor ke Hawaii, Florida, Texas – Amerika Serikat – dan Kepulauan Karibia pada awal 1990-an itu masih sedikit dikoleksi hobiis. Maklum, gecko berjuluk ‘The bull of the gecko’ itu memiliki gigitan kuat. Bahkan gigitan bisa bertahan berhari-hari.

Chamaeleo jacksoni koleksi Budi Wonosasmito di Surabaya. Chameleon bertanduk 3 asal Afrika Selatan ini cocok dipelihara hobiis kawakan. Bukan apa-apa, jacksoni mudah stres. Misalnya, kondisi kandang tidak cocok. Chameleon sepanjang 35 cm ini menyukai kandang besar dan tinggi yang di dalamnya tersedia ranting untuk memanjat serta tumpukan dedaunan tempat beristirahat.

Brown basilisk Basiliscus vittatus koleksi Rivo Cahyono di Surabaya. Basilisk asal Panama, Kolombia, dan Kostarika ini dijuluki ‘jesus lizard’ lantaran mempunyai kecepatan lari sangat kencang saat meloloskan diri dari predator: ular dan kadal besar. Bahkan saking kencangnya berlari, basilisk sepanjang 80 cm yang memiliki otot kaki belakang kuat itu bisa melintasi permukaan air.

Python reticulatus leucistic. Budiyanto Tasma, pemilik CV Terraria Indonesia di Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 2004 membidani kelahiran ular bercorak putih nan langka itu. Dari 25 telur hasil persilangan retic normal itu hanya 9  yang albino. Harga  per ekor ular itu kini  Rp50-juta – Rp60-juta.

Leopard gecko  enigma koleksi Romy di Surabaya. Di gecko, enigma berarti corak putih mendominasi ekor. Bila muncul corak bintik-bintik, jumlah corak itu dapat 2 kali lipat dibandingkan LG normal. Nah semakin putih ekor, harga tangkaran Mark Bell itu semakin tinggi, sekitar Rp12-juta – Rp14-juta/ekor ukuran 7 cm.

Emerald swift Sceloporus malachiticus koleksi Budi Wonosasmito di Surabaya.  Panjangnya maksimal 15 – 20 cm. Kadal yang banyak ditemukan di daerah berketinggian 400 – 1.500 m dpl di Meksiko sampai Panama itu gemar memanjat pohon. Ia istimewa karena dianugerahi sisik kaku dan runcing bak duri sebagai alat pelindung dari predator seperti ular dan kadal besar.

Green tree monitor Varanus prasinus koleksi Rivo Cahyono di Surabaya. Biawak yang bermigrasi dari Asia ke Australia dan Papua sekitar 15-juta tahun lalu itu unik karena bertubuh ramping. Maka dari itu ia mudah mencapai ranting yang berukuran kecil sekalipun.

Varanus salvator cumingi alias mindanau water monitor koleksi Rivo Cahyono di Surabaya. Biawak yang banyak ditemukan di Mindanau, Filipina, itu istimewa karena warna kuning bertabur di kepala. Itu kontras dengan kombinasi warna hitam dan kuning dari leher hingga ekor. Gara-gara corak kulitnya indah ia banyak diburu untuk dijadikan koleksi di Asia dan Eropa. Biawak yang dewasanya mencapai panjang 2,5 m itu dijual Rp3-juta/ekor.

Beaver tail false uromastyx Xenagama taylori koleksi Budi Wonosasmito. Sekilas penampilannya garang dengan duri mengelilingi kepala. Apalagi ditambah ekor bulat bergerigi. Padahal saat disentuh tubuhnya terasa halus dan pipih. Itu sesuai namanya yang bermakna sebangsa kadal berduri palsu. Seekor beaver tail false uromastyx yang panjang maksimalnya 10 cm dibandrol Rp130.000.

Kadal blue black plated Cordylosaurus subtesselatu. Kadal asal Afrika Selatan itu unik karena ekornya biru, kontras dengan garis kuning yang membalut tubuh. Warna kontras muncul karena beberapa sebab seperti pakan dan manifestasi untuk mendapatkan pasangan. ‘Beberapa hewan liar di Afrika bercorak menarik karena mereka makan serangga tertentu,’ kata drh Slamet Raharjo MS, praktikus reptil di Yogyakarta. Sayang tidak banyak literatur membahas jenis ini.

Panther chameleon Furcifer pardalis koleksi Rendy Herwindo di Surabaya. Chameleon asal Madagaskar ini mempunyai corak warna paling meriah dibandingkan chameleon lain sehingga menjadi favorit hobiis. Ia pantas dijuluki penari balet karena mampu bertumpu di pangkal ekornya sewaktu ‘berdiri’ untuk meraih sesuatu yang jauh atau lebih tinggi. Sayang chameleon yang berumur sampai 10 tahun itu mudah stres saat lingkungan tidak sesuai. Misalnya tak ada ranting untuk memanjat dan sirkulasi udara tidak lancar. Di toko-toko reptil ia dijual seharga Rp1,75-juta – Rp2-juta/ekor. (Lastioro Anmi Tambunan/Peliput: Imam Wiguna)

 

 

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img