Wednesday, August 10, 2022

Disiplin ke Toilet

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dengan rutin berlatih, perilaku anjing membuang kotoran sembarangan dapat berubah.

Melatih anjing agar disiplin ke toilet perlu kesabaran dan ketekunan.
Melatih anjing agar disiplin ke toilet perlu kesabaran dan ketekunan.

Bruno tampak begitu lincah. Anjing berumur 6 bulan itu aktif mengajak bermain anjing lain milik para pehobi yang hadir pada pelatihan anjing “Inside The Dog” pada 3 April 2016. Namun, saat asyik bermain, Bruno tiba-tiba berkemih di sudut arena pelatihan. Menurut pelatih anjing profesional di Sunter, Jakarta Utara, Thamrin Kim, membuang kotoran sembarangan salah satu masalah yang kerap dialami para pehobi anjing.

Apalagi bila pehobi membiarkan klangenan itu berkeliaran di dalam rumah. Anjing biasanya membuang kotoran di dekat kaki sofa atau meja makan. “Jika dibiarkan pasti akan merepotkan dan membuat kondisi rumah menjadi tidak nyaman,” ujar Thamrin. Itulah sebabnya Thamrin menganjurkan para pehobi mesti melatih hewan kesayangannya untuk berlatih toilet training atau melatih anjing membuang kotoran di tempat yang ditentukan.

Siapkan toilet
Menurut Thamrin tahap pertama dalam melatih anjing disiplin ke peturasan atau toilet training adalah menghindari kebiasaan anjing membuang kotoran di dalam kandang. “Kotoran di dalam kandang dapat mengotori tubuh anjing dan menjadi sumber penyakit. Anjing juga merasa tidak nyaman sehingga ia akan terus menggonggong,” katanya. Ketika membuang kotoran di dalam kandang, anjing harus dihukum.

Hukuman itu dengan mengeluarkannya dari kandang utama, lalu mengurungnya di kandang yang lain. Setelah itu segera bersihkan kandang dari kotoran. “Hindari mengeluarkan anjing saat akan membersihkan kotoran, lalu membiarkannya berkeliaran untuk bermain. Jika dibiarkan bermain, anjiing akan berpikir kalau ingin bermain, ia akan membuang kotoran di kandang,” ujarnya.

Anjing harus rajin diajak bersosialisasi dengan berkumpul bersama pehobi anjing lain untuk menekan agresivitas anjing.
Anjing harus rajin diajak bersosialisasi dengan berkumpul bersama pehobi anjing lain untuk menekan agresivitas anjing.

Setelah 1—2 jam, kembalikan ia ke dalam kandang utama. Thamrin mengatakan jika sedang berada di luar kandang, anjing yang ingin membuang kotoran biasanya akan berkeliling sambil mengendus-endus mencari tempat untuk membuang kotoran. Ketika melihat gelagat seperti itu, segera tuntun anjing ke toilet yang sudah kita siapkan. Thamrin menyarankan toilet anjing sebaiknya berupa wadah yang di atasnya ditutupi rumput sintetis.

“Intinya toilet harus memiliki warna dan penampilan berbeda dengan lingkungan sekitar rumah agar menarik perhatian anjing ketika ingin buang air,” ujar peatih anjing sejak 2000 itu. Pada tahap awal di sekeliling toilet sebaiknya diberi pembatas seperti pagar kawat atau kandang bongkar-pasang khusus untuk toilet. Setiap kali hendak mengajak bermain atau berjalan-jalan, tuntun dahulu sang anjing ke dalam toilet. Setelah itu tunggu hingga ia membuang kotoran.

Jika sedang tidak ingin membuang kotoran, tuntun anjing ke luar toilet lalu ajak bermain atau berjalan-jalan. Sepulang dari bermain, tuntun lagi anjing ke dalam toilet sebelum kembali ke kandang. Tunggu lagi hingga ia membuang kotoran. Jika sudah selesai, baru ajak ke kandang. “Lakukan latihan itu secara berulang setiap hari. Jika sudah terbiasa, pagar atau kandang toilet bisa dibongkar,” tutur Thamrin.

Sosialisasi

Thamrin Kim tengah melatih perintah "stay".
Thamrin Kim tengah melatih perintah “stay”.

Menurut Thamrin permasalahan lain yang kerap dialami pehobi anjing adalah sifat agresif jika melihat anjing atau hewan lain. Sifat itu akan merepotkan jika pehobi mengajak jalan-jalan sang klangenan. Itulah yang terjadi pada Billy, anjing jenis yorkshire milik Amelia Tanudjaja. “Kalau saya bawa jalan-jalan ke luar rumah dan ia melihat hewan atau anjing peliharaan lain, maka sifat agresifnya muncul dan tidak bisa dikendalikan,” ujar pehobi di Sunter, Jakarta Utara itu.

Untuk mengatasinya, Thamrin menyarankan untuk melatih anjing melakukan perintah “stay” atau diam di tempat yang ditunjuk pemilik. Ia menuturkan untuk melatih stay akan lebih mudah jika sang Canis lupus sudah terlatih food drive dan play drive (baca Agar Canis Bertingkah Manis, Trubus edisi April 2016). Untuk melatihnya Thamrin menggunakan bantuan hulahup atau lingkaran terbuat dari plastik dan kayu rotan berdiameter 0,5—1 meter.

Caranya letakkan hulahup di atas lantai. Selanjutnya lakukan food drive atau play drive dengan perintah “stay” sambil mengarahkan anjing agar duduk di bagian tengah hulahup. Namun, jika anjing belum terlatih food drive, Thamrin menyarankan agar anjing dipasang tali kendali. Ketika memberikan perintah stay, tarik tali kendali agar anjing mau berjalan dan duduk di bagian tengah hulahup.

“Jika berhasil, jangan lupa berikan pujian berupa elusan atau berikan makanan ringan,” tuturnya. Lakukan latihan itu secara rutin. “Setelah berhasil coba berikan perintah stay tanpa tali kendali,” kata pemilik sekolah melatih anjing FunSmart itu. Setelah anjing duduk di dalam hulahup, coba ajak anjing lain agar berjalan di sekitar hulahup. “Begitu anjing mulai bereaksi agresif dan keluar dari hulahup, berikan lagi perintah stay.

Melatih anjing agar tidak agresif saat melihat anjing lain.
Melatih anjing agar tidak agresif saat melihat anjing lain.

“Begitu seterusnya,” ujar Thamrin. Untuk mempercepat proses berlatih, Thamrin menyarankan agar anjing juga harus dilatih bersosialisasi. Caranya dengan sesering mungkin mengikuti pertemuan sesama anggota komunitas penggemar anjing. “Ketika mulai agresif saat bertemu anjing lain, berikan perintah stay. Jika sudah terlatih, ia akan cuek saat bertemu anjing lain dan tidak terganggu saat anjing lain menggodanya untuk bermain,” ujar Thamrin.

Amelia mengatakan semakin sering berkumpul dengan sesama pehobi, maka semakin cepat anjing terlatih bersosialisasi. “Karena saya jarang ikut pertemuan, saya perlu waktu hingga 1,5 tahun agar Billy bisa kalem saat bertemu anjing lain,” tutur perempuan yang akrab dipanggil Amel itu. Dengan ketekunan dan kesabaran serta teknik melatih yang benar, maka sang klangenan pun cepat menjadi pintar. (Imam Wiguna)

Previous articleSamuda Sentra Walet
Next articlePujian untuk Billi
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img