Monday, May 4, 2026

Dorong Ekspor Hortikultura, Pemerintah Perkuat Ketertelusuran dan Teknologi Iradiasi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id– Sistem ketertelusuran produk dan registrasi kebun hortikultura menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan keamanan pangan dan daya saing ekspor Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Ketertelusuran Produk dan Implementasi Teknologi Iradiasi Pangan yang digelar di Yogyakarta, Senin (13/10).

Perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Dina Martha Susilawati Situmorang, menekankan bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan dukungan riset berkelanjutan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas produk hortikultura nasional.

“Ketertelusuran produk dan penerapan GAP tidak hanya menjamin keamanan pangan, tetapi juga memperkuat posisi ekspor hortikultura kita di tengah persaingan global,” ujar Dina.

Ia menguraikan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor hortikultura, seperti ketergantungan pada musim tanam, skala usaha yang kecil dan tersebar, serta tingginya tingkat kehilangan pascapanen. Menurutnya, tantangan tersebut membutuhkan pendekatan riset terapan yang langsung bisa dimanfaatkan oleh petani.

“Untuk menjawab hal itu, dibutuhkan inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan langsung oleh petani, seperti pemanfaatan teknologi rumah kaca (greenhouse) guna penyediaan produk di luar musim tanam (off-season). Sistem budidaya presisi dan teknologi perpanjangan umur simpan agar produk lebih tahan selama distribusi, serta pengembangan produk olahan melalui hilirisasi dan penguatan UMKM hortikultura,” tegasnya.

Dina juga menekankan pentingnya kolaborasi antara petani dan industri melalui sistem kemitraan berbasis mutu dan data ketertelusuran. Penerapan GAP dan Good Handling Practices (GHP), menurutnya, merupakan standar yang harus diadopsi untuk menjamin mutu dan keamanan pangan secara menyeluruh.

“Riset kolaboratif penting untuk menghubungkan sektor hulu dan hilir, mencakup pemetaan rantai pasok. Seleksi varietas unggul lokal, serta rancangan sarana pascapanen berbasis karakteristik komoditas,” ujarnya.

Ia pun menyoroti peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menyediakan inovasi yang aplikatif dan mendukung petani serta pelaku ekspor.

“Penerapan teknologi yang sesuai, termasuk pemanfaatan hasil riset dari BRIN, akan menjadi penentu keberhasilan kita dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing produk hortikultura,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi (PRTPR) ORTN BRIN, Irawan Sugoro, menegaskan bahwa BRIN memiliki peran sebagai jembatan antara riset dan kebutuhan industri serta kebijakan nasional.

“Kami berperan sebagai penghubung antara hasil riset dengan kebutuhan industri, dan kebijakan nasional. Melalui sinergi ini, BRIN ingin memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dilansir pada laman BRIN.

Ia menyebut FGD ini sebagai bagian dari komitmen BRIN dalam mendorong hilirisasi hasil riset, khususnya dalam penerapan teknologi radiasi untuk sektor pangan dan pertanian sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dari sisi industri, Dony Kurniaji dari PT Sterina memaparkan bahwa teknologi iradiasi pangan mampu memperpanjang umur simpan, mengurangi food loss, dan menjaga kualitas produk tanpa mengubah rasa maupun kandungan gizi.

“Teknologi iradiasi bukan sekadar solusi teknis, tetapi strategi nasional untuk ketahanan pangan dan daya saing ekspor,” ungkap Dony.

Ia menilai bahwa keberhasilan penerapan teknologi ini membutuhkan kolaborasi erat antara BRIN, industri, dan akademisi, serta dukungan kebijakan dan penguatan sumber daya manusia.

“Melalui penerapan sistem registrasi kebun, prinsip GAP, serta pemanfaatan teknologi iradiasi pangan, kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat mendorong peningkatan nilai tambah produk hortikultura nasional. Sekaligus mendukung tujuan besar menuju kemandirian dan keberlanjutan pangan Indonesia,” pungkasnya.


Artikel Terbaru

Minuman Bunga Telang VETA Cocok Jadi Alternatif Sehat Pengganti Kafein

Tren minum kopi harian memang menjanjikan efek melek yang instan. Namun, di balik itu, asupan kafein sering kali memicu...

More Articles Like This