Sunday, January 25, 2026

Dua Anak Muda di Bogor Raup Cuan dari Pembesaran Ikan Koi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Bisnis pembesaran koi kualitas kontes menjadi sumber cuan bagi pemuda asal  Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Arya Nugraha Ardana S.Kom. tergiur bisnis ikan koi sejak duduk di bangku kuliah semester tiga.

Harap mafhum kediaman Arya di Kecamatan Ciseeng, memang sentra pemeliharaan koi. Bermodalkan lahan 6 m x 14 m dan uang Rp5 juta, ia membuat kolam bundar terpal berangka besi. Sementara pasokan ikan saat itu hasil sortir dari para pembudidaya di Ciseeng.

Sekali sortir dari 1.000 ikan minimal mendapatkan 50 ekor. “Langsung menyasar segmen yang lebih tinggi untuk ikan kontes,” ujar pebisnis koi sejak 2020 itu.

Ia menuturkan, ikan hasil budidaya di Ciseeng untuk memasok pasar ikan hias ke Parung, Kabupaten Bogor. “Pembudidaya mengejar kuantitas bukan kualitas,” ujar pria berusia 22 tahun itu.

Ia membeli ikan itu rata-rata berukuran 20 cm (minion) untuk kemudian dibesarkan. Arya harus menyortir ikan dari pembudidaya 3 kali sepekan atau sebelum ikan masuk pasar. Semakin besar ikan, harga makin naik ratusan hingga jutaan rupiah.

Beruntung ia memiliki seorang rekan, Arya Trisasmita, yang lebih dahulu berkecimpung membudidayakan koi. “Arya memberi tip untuk memilih ikan berkualitas karena ia juga menyasar bisnis ikan untuk kontes,” kata Arya Nugraha Ardana.

Akhirnya dua Arya itu sepakat merintis bisnis pembesaran ikan koi bernama ATS Koi Centre. Kemudian keduanya memelihara ikan hasil sortir dari pembudidaya di 4 kolam itu. Ia menjual kembali ikan itu kepada penjual lain (reseller).

“Ukuran dan waktu pemeliharaan beragam sesuai keinginan konsumen,” kata Arya. Ia menargetkan menjual ikan hasil sortir dengan harga naik minimal 100% dari pembelian. Misal ia membeli Rp500.000 per 50 ekor dan bisa menjual lagi Rp4 juta.

Arya menuturkan pada masa pandemi Covid-19 bisnis ikan hias seperti koi sempat naik daun. Arya meraup laba hingga Rp30 juta per bulan saat itu.

Bukan tanpa aral, seiring berjalannya waktu Arya mendapat keluhan dari para konsumen. Beberapa ikan sulit dibesarkan. Menurut Arya memang saat itu pasokan bibit ikan belum berkualitas semua.

“Rata-rata ikan saat ukuran 20 cm bagus, ketika dibesarkan menjadi buncit dan warna pudar,” ujar pria kelahiran Bogor, September 2001, itu.

Pada awal 2023 ia mulai membeli bakalan ikan koi dari pembudidaya di Blitar, Provinsi Jawa Timur dan impor dari Jepang. Menurut Arya ikan lokal Blitar dan impor itu memiliki kualitas yang bagus saat dibesarkan.

Baca selengkapnya pada Majalah Trubus edisi 657 Agustus 2024  yang mengulas 7 Inovasi Agribisnis. Akses pembelian Majalah Trubus pada google play (klik di sini).

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img