Trubus.id—Ternyata selain sohor sebagai sayuran yang dapat meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). Secara ilmiah daun katuk (Sauropus androgynus) juga berpotensi sebagai afrodisiak yakni suatu zat yang dapat meningkatkan gairah seksual.
Hal itu terbukti dalam penelitian yang dilakukan dosen Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Dr. Numlil Khaira Rusdi, S.Farm., M.Si. Penelitian itu termaktub dalam jurnal Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 5(3), 2018, 123—132.
Periset menguji aktivitas afrodisiak fraksi ekstrak etanol 70% daun katuk pada tikus putih jantan. Pengamatan efek afrodisiak melalui parameter menunggang (climbing) dan introduction serta peningkatan bobot testis dan vesikula seminalis tikus putih jantan.
Peneliti membagi 25 tikus menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelima kelompok itu yakni kontrol normal, kontrol positif, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air. Masing-masing kelompok terdiri dari satu tikus jantan dan empat tikus betina.
Selanjutnya peneliti memasukkan tikus ke dalam akuarium dan mendapatkan estradiol valerate 48 jam sebelum pengamatan secara oral. Numlin menjelaskan tikus itu dibiarkan hingga terjadi introduction dan climbing.
Batasan aktivitas climbing yaitu saat tikus jantan menunggangi tikus betina dari belakang. Sementara batasan introduction yakni saat tikus jantan mencium atau menjilat alat kelamin tikus betina.
Pengamatan setiap 1 jam pada 4 kali pengamatan, yaitu pada hari ke-1, ke-2, ke-4, dan ke-6. “Kemudian diamati dan dihitung berapa kali terjadi climbing dan introduction,” kata Numlil.
Hasil penelitian menunjukkan, fraksi n-heksana daun katuk dengan dosis 11,85 mg/kg bobot tubuh tikus (BB) dapat meningkatkan libido dengan rata-rata jumlah climbing 16,5 kali dan rata-rata jumlah introduction 27,75 kali.
Fraksi itu juga mampu meningkatkan bobot testis dan vesikula yang sebanding kontrol positif dengan dosis 51,37 mg/kgBB. Keampuhan daun katuk yang berefek afrodisiak berkat terpenoid dan steroid.
Sayuran lain yang berkhasiat afrodisiak yakni kemangi (Ocimum basilicum). Itu terbukti dalam penelitian dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, dr. Meiliati Aminyoto, Sp.G.K., M.Kes.
Meiliati ingin membuktikan secara in vitro potensi ekstrak daun kemangi sebagai afrodisiak. Pada tahap awal penelitian ia mengekstraksi daun kemangi secara maserasi dengan pelarut etanol. Ia lalu memekatkan larutan itu dengan vakum rotavapor.
Uji aktivitas afrodisiak secara in vitro menggunakan organ terpisah corpus cavernosum tikus dalam larutan Kreb’s-Henselheit. Setelah aklimasi dikontraksikan dengan fenilefrin, saat mencapai tonus kontraksi yang mendatar, diberi intervensi ekstrak secara kumulatif dengan berbagai konsentrasi yaitu 3, 10, 30, 100, dan 300 Υg/ml.
Peneliti menggunakan pelarut ekstrak sebagai kontrol negatif. Meiliati mencatat respons tonus pada setiap konsentrasi dan setiap ekstrak yang dimasukkan. Pengulangan dilakukan 6 kali pada setiap ekstrak.
Jika terjadi penurunan tonus berarti terdapat aktivitas relaksasi pembuluh darah sehingga berpotensi sebagai afrodisiak. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan respons kontraksi corpus cavernosum setelah penambahan ekstrak.
Penurunan respons semakin meningkat dengan penambahan konsentrasi ekstrak. Artinya ekstrak daun kemangi memiliki potensi afrodisiak melalui mekanisme relaksasi pembuluh darah dalam corpus cavernosum.
Herbalis di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati, meresepkan daun kemangi dan daun katuk untuk afrodisiak. Daun kemangi dan katuk dapat meningkatkan gairah seksual sehingga merangsang tubuh untuk melakukan hubungan seksual.
Selain itu kedua sayuran itu mampu meningkatkan pertumbuhan dan kualitas sperma menjadi lebih baik. Pasalnya kemangi mengandung arginin yang meningkatkan mutu dan kekebalan sperma.
Begitu juga daun katuk yang meningkatkan gairah seksual pria karena mengandung vitamin C serta protein, lemak, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B, dan fosfor.
Semua kandungan itu membuat kekebalan tubuh meningkat. Jika tubuh sehat, aktivitas seksual menjadi lebih baik. Biasanya Valentina menggunakan serbuk herbal.
Lazimnya ia meresepkan 10 gram daun kemangi dan 15 gram daun katuk per hari untuk ramuan afrodisiak. Namun masyarakat juga bisa mengonsumsi kedua tanaman itu sebagai lalapan.
