Sulawesi Tengah menyimpan banyak durian legit dan gurih. Posisi geografis menguntungkan.

Berburu durian di Tolitoli dan Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, tak perlu blusukan ke tengah kebun. Cukup mampir ke penjaja di tepi jalan, durian lokal legit nan kering dapat tercecap di lidah. Menurut maniak durian di Palu, Sulawesi Tengah, Rudi Chandra, jalur transportasi utama di Sulawesi Tengah mengikuti garis pantai sehingga berburu durian cukup di penjaja durian di tepi jalan.
“Durian legit dapat dicicip dengan mudah di Poso, Parimou, Buol, hingga Tolitoli,” kata pengusaha itu. Sebut saja di Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol dan Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Para penjaja menjajakan durian saat musim sela tiba pada Januari—Februari. Durian tumbuh di lereng bukit yang berbaur debur ombak pantai. Paduan bentang alam dan iklim yang unik di pantai barat Sulawesi Tengah itu melahirkan durian lezat nyaris tiada tanding.
Terbukti legit
Memperoleh informasi lokasi berburu durian enak itu, penulis bergegas ke sana. Pedagang di Kecamatan Lakea membuka satu per satu durian—total 10 buah—semuanya berasa legit, kering, dengan manis yang lengket di lidah. Begitu juga pedagang di Kecamatan Galang menyodorkan 10 buah yang semuanya legit. Mayoritas pongge durian juga berdaging sedang hingga tebal.
“Hampir tidak ada yang tipis,” kata Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr. Dedi turut serta berburu durian dan mencicipi buah anggota famili Bombacaceae itu. Bila tak sempat berkunjung hingga ke kabupaten-kabupaten di Sulawesi Tengah, berburu durian pun cukup mendarat di Palu, ibukota provinsi. Penjaja durian dapat ditemui di tepi Teluk Palu di depan Hotel Mercure, Hotel Grand Duta, dan Swiss Bel Hotel.
Musim durian di Sulawesi Tengah pada Januari—Februari. Ketika itu banyak durian dari Poso dan Parigimoutung yang lezat, gurih, dan legit. Sayang, durian di Sulawesi Tengah tanpa nama seperti layaknya durian di Jawa dan Sumatera. Oleh karena itu belum teridentifikasi durian terbaik di setiap kabupaten. Namun, menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabupaten Tolitoli, Ellyah HP Sagala SP, petani bisa mengembangkan durian unggul introduksi dari daerah lain.
Ellyah menyebut durian yang terbukti unggul dan stabil seperti monthong dan musang king. Mengapa citarasa durian di Sulawesi Tengah begitu lezat? Sejak dahulu Sulawesi memang menyimpan keunikan yang membuat banyak orang penasaran. Tengok saja bentuk Pulau Sulawesi yang mirip huruf K sehingga mudah dikenali dibandingkan dengan pulau lain di tanah air. Ilmuwan Alfred Russel Wallace dari Inggris bahkan membuat garis khayal yang memisahkan Sulawesi dengan pulau lain di bagian barat karena palung maha dalam di tengah laut lepas.
Letak geografis

Menurut Wallace palung itu menghalangi jalur migrasi alami satwa sehingga membedakan jenis satwa di bagian timur garis Wallace dengan di bagian barat. Siapa sangka keunikan itu juga berpengaruh pada rasa durian di Sulawesi Tengah. “Saya juga kaget begitu mencicip durian di sini. Rasanya lezat, legit, dan yang pasti kering di lidah,” kata Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr.
Menurut Dedi banyak durian lezat dan legit seperti di Rancamaya, Bogor, Provinsi Jawa Barat, atau di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, tetapi yang kering jarang. Apalagi bila musim durian bertepatan dengan musim hujan. Durian lezat pun menjadi becek karena kandungan air tinggi. Sebaliknya di Sulawesi, terutama di Sulawesi Tengah, mayoritas durian berdaging kering, karena topografi Pulau Celebes yang khas.
“Bentuk Pulau Sulawesi yang seperti huruf K menunjukkan wilayah daratan yang sempit di tengah laut lepas. Sulawesi tetap bertahan tanpa tenggelam diterjang air laut karena wajah permukaan bumi berupa pantai sempit yang berhadapan langsung dengan perbukitan dan pegunungan yang menjulang. Bukit dan gunung menjadi tanggul alam yang membuat Sulawesi tidak tenggelam,” kata Dedi.
Menurut Dedi bentuk rupa bumi Sulawesi Tengah yang berbukit dan bergunung itu menunjukkan tenaga endogen—seperti gerakan tektonik—lebih dominan membentuk rupa bumi wilayah Sulawesi Tengah ketimbang tenaga eksogen seperti erosi dan pengendapan. Buktinya bila tubuh bukit yang menonjol dipapas, terlihat arah lipatan-lipatan yang tidak beraturan. Di Sulawesi Tengah juga banyak gunung dan bukit berkapur yang dulunya lautan.
Pupuk alami

Di lereng bukit dan gunung itulah durian Durio zibethinus tumbuh subur. Topografi lereng yang miring membuat zona perakaran tetap kering meskipun musim durian bertepatan dengan musim hujan. Pantas pongge-pongge durian dari Tolitoli dan Buol terkenal kering di lidah. Pun demikian wilayah dekat pantai membuat angin dari laut menerpa tajuk-tajuk durian yang menghijau.
Angin dari lautan membawa butiran air yang kaya beragam mineral. Pohon durian seperti setiap hari disiram pupuk daun alami. Akibatnya rasa durian dari Tolitoli dan Buol pun menjadi sangat legit. Topografi mirip pantai barat dan pantai timur Sulawesi Tengah itu seperti kawasan Balikpulau di Pulau Pinang, Malaysia, yang juga kondang sebagai sentra durian lezat. Durian unggul Malaysia seperti udang merah dan musangking yang tumbuh di sana menghasilkan buah lebih lezat ketimbang di daerah asalnya.
“Saya pernah bandingkan monthong dari Jawa dan Thailand dengan monthong yang dipanen dari Tolitoli. Rasanya jadi lebih legit yang ditanam di sini,” kata Ellyah HP Sagala SP. Bahkan Ellyah mengakui durian dari Toli-Toli jauh lebih legit ketimbang durian Medan yang biasa dicicipnya bila sedang pulang ke kampung halaman. Sulawesi Tengah memang memiliki banyak durian legit, tetapi sumber keragaman durian bukanlah Pulau Sulawesi.
Di Indonesia sumber keragaman durian berada di Pulau Kalimantan. Dengan demikian Sulawesi Tengah dapat mencontoh Pulau Pinang yang menjadi sentra dari durian unggul yang berasal dari luar pulau. (Destika Cahyana/Peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor)
