Wednesday, August 10, 2022

Durian Pelangi Mendunia

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Durian pelangi diakui internasional sebagai kekayaan hayati Indonesia.
Durian pelangi diakui internasional sebagai kekayaan hayati Indonesia.

Gradasi warna dan rasa lezat durian pelangi memikat pencinta durian internasional.

“Wow, warnanya menakjubkan!” seru Dr Songpol Somsri, ahli durian dari Thailand ketika Dr Mohamad Reza Tirtawinata MS menampilkan foto durian pelangi. Perhatian dan decak kagum audiens terfokus pada pemaparan wakil Indonesia tentang durian berdaging buah dengan gradasi warna kuning, jingga, hingga kemerahan asal Manokwari, Papua, itu. Reza memaparkan sosok durian pelangi dalam simposium durian international dan buah tropis 2015 di Maneechan Resort Chanthaburi, Thailand. Perhelatan pada 2—4 Juni 2015 itu simposium internasional pertama di dunia yang membahas durian dengan segala aspeknya.

Selain Reza Tirtawinata dari Yayasan Durian Nusantara, wakil lain dari Indonesia adalah Dr Panca Jarot Santoso SP MSc (Balai Penelitian Tanaman BuahTropika), Prof Roedhy Poerwanto dan Dr Darda Efendy (Institut Pertanian Bogor). Panca Jarot Santoso menyoroti durian berdaging merah asal Banyuwangi, Jawa Timur. Semua peserta terkesima karena baru mengetahui keberadaan durian berdaging merah yang bukan durian liar.

Panca Jarot, wakil Indonesia di simposium durian internasional di Thailand.
Panca Jarot, wakil Indonesia di simposium durian internasional di Thailand.

Gradasi warna
Di antara peserta yang sangat tertarik adalah pengusaha ekspor-impor durian dari Thailand. Ia ingin terlibat dalam bisnis durian pelangi pada masa depan. Menurut Reza Tirtawinata keikutsertaan Indonesia amat penting. “Kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan internasional bahwa durian pelangi berasal dari Indonesia dengan ciri yang tidak dimiliki negara lain. Jangan sampai diklaim negara lain,” ujar Reza.

Ketua Yayasan Durian Nusantara itu juga mengatakan tingginya potensi durian pelangi untuk dikembangkan. Sebab, baru melihat tampilan daging buahnya saja sudah dapat memikat hati peneliti durian untuk mempelajari lebih lanjut. “Durian pelangi terutama unggul karena warnanya yang gradasi dari kuning cerah, jingga, sampai ke merah. Ketiga warna itu seakan mewakili beberapa varietas durian di tanahair,” ujar Panca Jarot Santoso.
Panca mengatakan, varietas durian Durio zibethinus terbaik di Asia Tenggara sebagian besar memiliki warna daging putih, gading, dan kuning. Warna lebih ngejreng ada pada species lain. Lai Durio kutejensis yang kurang populer berdaging jingga. Durian enggang Durio graveolens yang tumbuh liar di hutan-hutan Kalimantan berdaging merah tua.

Spesies-spesies itu memiliki citarasa di bawah D. zibenthinus, tetapi cukup enak untuk konsumsi segar. Reza menduga muasal durian merah yang diduga sebagai induk durian pelangi. Itu terkait sifat unik buah yang rasanya lezat walau warnanya merah seperti durian hutan. Pusat penyebaran durian merah antara lain di Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Manokwari (Papua Barat), dan Banyuwangi (Jawa Timur).

Durian merah asal Banyuwangi, Jawa Timur, warna merah diduga berasal dari belerang vulkanis.
Durian merah asal Banyuwangi, Jawa Timur, warna merah diduga berasal dari belerang vulkanis.

Hasil persilangan
Penelusuran durian merah itu ternyata menarik perhatian ahli durian asing. Melalui penelitian bersama ahli durian Indonesia dan Malaysia, didapat sebuah kesimpulan bahwa durian merah adalah hasil persilangan alami antara D. zibethinus dan D. graveolens. Hasil itu didapatkan setelah melalui diskusi yang panjang, pencarian pohon induk dan analisis rasa dengan mencicipi sampel durian di Banyuwangi.

Tim peneliti menemukan setidaknya 3 pohon induk durian merah tertua berumur lebih dari 200 tahun di lokasi yang berjarak masing-masing sekitar 20—30 km. Pohon setinggi 30—40 m itu berdiameter batangnya 4—5 m. Cabang pertama paling besar berada di ketinggian 10 m dan jarang ditemukan cabang dekat pangkal pohon. Mereka juga dikelilingi oleh durian D. zibethinus.

Itulah yang memberikan kemungkinan penyerbukan silang dan menciptakan varian durian merah baru. “Durian merah sebagai hasil kombinasi memiliki sifat D. zibethinus yaitu rasa manis-gurih, ukuran buah, dan aroma. Adapun D. graveolens berkontribusi pada cikal bakal durian pelangi di Manokwari diduga berasal dari Jawa warna daging merahnya,” ujar Reza. Panca Jarot mengatakan, kemunculan durian pelangi berawal dari penemuan Karim Aristides pada 2009 di pinggiran kota Manokwari, Papua Barat.

Durian lai, warnanya merah kuat tapi rasanya tidak seenak durian biasa.
Durian lai, warnanya merah kuat tapi rasanya tidak seenak durian biasa.

Asal nama pelangi karena dagingnya memiliki hingga 5 lapisan warna. Lokasi penemuannya di Prafi, sekitar 72 kilometer dari Manokwari. Pemiliki pohon durian itu bernama Sunarto. Namun, bagaimana bisa terbentuk buah dengan gradasi warna itu masih belum diketahui secara pasti. Terjadinya persilangan perlu 2 atau lebih pohon induk yang berlainan jenis pada jarak yang dekat dalam sebuah kawasan.

Namun, itu tidak dijumpai di Prafi. Di sekitar pohon induk durian pelangi tidak ditemukan D. graveolens, hanya sejumlah pohon D. zibethinus. Dalam kasus itu, pembawa benih asli mungkin penduduk dari luar pulau, karena pohon itu ditemukan di daerah transmigran. “Diduga durian pelangi juga merupakan hasil silangan alami karena Manokwari adalah pintu masuk manusia dan barang, termasuk tanaman ke Papua Barat,” ujar Jarot.

Pertahankan kualitas
Kini sekitar 3.000 bibit durian pelangi menyebar di penangkar tanaman buah. Bibit-bibit durian pelangi di Medan, Nunukan, Bangka, Bogor, dan Magelang yang ditanam pada 2011 dan 2012 sangat adaptif dan bongsor dibandingkan dengan bibit durian lainnya. Reza mengatakan, penyebaran pertama yang kini berusia tiga tahun delapan bulan berada di Muntok, Bangka dan diharapkan setengah tahun lagi bisa mulai berbunga.

Pohon durian pelangi diduga berasal dari luar Papua yang dibawa oleh transmigran.
Pohon durian pelangi diduga berasal dari luar Papua yang dibawa oleh transmigran.

Pakar nutrisi tanaman, Yos Sutiyoso, mengatakan untuk menjaga pertumbuhan tanaman selalu dalam kondisi baik, mineral yang diberikan adalah nitrit. Untuk memperbaiki kualitas rasa, perlu penambahan unsur kalium. Adapun penambahan unsur sulfur dan paparan sinar matahari lebih panjang dapat memperbaiki warna kulit dan daging buah terlihat memudar.

“Timbulnya warna merah yang kuat pada durian merah di Banyuwangi disinyalir disebabkan oleh banyaknya kandungan sulfur dari Gunung Ijen dan paparan sinar matahari yang lebih panjang karena berada di sisi timur gunung,” ujar Yos. Warna merah dari daging yang dikategorikan menjadi tiga kelompok yang berbeda, yaitu warna blok, gradasi (pelangi), dan grafis atau bercorak.

Warna blok hanya memiliki satu warna warna merah, yaitu merah muda, jingga, merah. Warna pelangi atau gradasi biasanya terdiri dari gading, kuning, merah muda, jingga, dan merah. Sementara warna grafis memberikan pola untuk daging, seperti garis-garis, kurva, atau abstrak. Kualitas buah durian pelangi memang luar biasa dan pantas sebagai unggulan di pasar internasional.

Bagian durian pelangi yang bisa dimakan mencapai 43%, sedangkan durian monthong hanya 30–32%, apalagi durian lokal yang hanya 20—25%. Kulitnya tipis, biji relatif kecil, warna lima warna menarik mulai dari gading ke merah. Tahan untuk penyimpanan hingga 5 hari pada suhu kamar. Rasanya manis-gurih, rasa manis-pahit, dan ringan dengan aroma yang tidak terlalu kuat. “Kalau buah durian disebut sebagai rajanya buah-buahan, maka durian pelangi itu ibarat mahkotanya raja buah,” kata Reza Tirtawinata. (Muhammad Hernawan Nugroho)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img