Saturday, August 13, 2022

El Maut itu Bernama Vibrosis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Derita yang menimpa ayah 1 putri itu terus berlanjut sampai memasuki bulan ke-2. Total kematian Cromileptes altivelis mencapai 50% dari populasi. Total kerugian ditaksir Rp20-juta. Bencana yang dialami Fachry itu juga dialami petambak kerapu di berbagai tempat, seperti Lampung dan Kepulauan Seribu.

Infeksi bakteri Vibrio—nama populer vibrosis—diduga menyebabkan rendahnya tingkat kelulusan hidup pada pembenihan dan pembesaran kerapu. Pada pembenihan kelulusan hidup hanya 1,2—2,9%. Saking ganasnya, bakteri vibrio yang bersifat oportunistik itu menempati urutan teratas penyebab kematian pada budidaya ikan laut. Harap mafhum selain kerapu, keluarga Crustaceae seperti Pennaeus monodon dan P. japonicus pun rentan terserang penyakit ini.

Hilang keseimbangan

Di Indonesia, bakteri Vibrio sp memiliki banyak jenis seperti: Vibrio anguillarum, V. algynolyticus, V. parahaemolyticus, dan V marinus. Dari 5 jenis Vibrio yang berciri batang, tidak berspora itu, dan fakultatif aerob, V. algynolyticus dikenal paling ditakuti. Maklum, tak sampai 12 jam sejak infeksi, kerapu berukuran 4—6 g langsung menemui ajal.

Kerapu terpapar vibrosis menunjukkan gejala hilangnya keseimbangan tubuh. Saat berenang ia akan berputar-putar. Ikan sering megap-megap sehingga lebih sering muncul ke permukaan mencari pasokan oksigen. Nafsu makan pun hilang. Pakan yang diberikan menjadi mubazir dan mencemari lingkungan sehingga kualitas air turun.

Vibrio menyebabkan suhu tubuh ikan melonjak. Ia akan menjalar mengikuti peredaran darah. Ikan terinfeksi tampak lebih gelap. Insang pun rusak. Kehadiranzat beracun, tetrodotoksin, yang diproduksi oleh bakteri membuat kondisi semakin parah. Toksin yang pada pH air tinggi berbentuk anhydrotetradotoksin itu merusak seluruh jaringan tubuh ikan. Pemeriksaan patologi pada kerapu mati menunjukkan perut kembung, pembengkakan usus, nekrosis, pembengkakan hati, dan kadang disertai tumor.

Perbaikan lingkungan

Sampai saat ini penanggulangan Vibrio masih tertumpu pada pemakaian obat antibiotik. Sayangnya, penggunaan antibiotik secara terus menerus berdampak buruk. Seperti resistensi, residu di tubuh ikan, dan pencemaran lingkungan. Hingga kini 9 jenis obat yang umum dipakai seperti: Chloramphenicol, Tetracycline, Streptomycin, Amphicilin, Colistin, Nalidixin acid, dan Furazolidone didapati 98% resisten. Efektivitasnya juga kurang memuaskan lantaran ikan cepat mati sebelum obat bereaksi.

Pengendalian lain dengan meningkatkan kekebalan ikan. Caranya dengan memberi imunostimulan dan vaksinasi. Namun, tingkat kekebalan imunostimulan seperti pemberian vitamin C lebih rendah ketimbang vaksinasi. Saat ini di mancanegara banyak dijual vaksin Vibrio. Namun, manfaatnya belum tentu efektif diterapkan di Indonesia karena banyaknya serotipe dan heterogenitas bakteri Vibrio. V anguillarum misalnya, memiliki 6 serotipe seperti A,B,C,D,E, dan F.

Vaksin yang baik diperoleh dari pemurnian protein dari sel bakteri secara langsung. Namun, biaya purifi kasi itu butuh waktu dan biaya tinggi. Setidaknya menyebabkan daya jual vaksin menjadi rendah. Upaya lain ditempuh dengan kloning gen penghasil protein yang imunogenik dan protektif. Sel bakteri yang dipakai Eucheria colii. Vaksin yang dihasilkan dinamakan vaksin rekombinan.

Cara yang paling aman menghadang vibrosis dengan memperbaiki kualitas lingkungan. Petambak perlu melakukan pengontrolan secara teratur terutama terhadap parameter kimia, biologi, dan fisika. Bila itu diabaikan, ikan mudah stres dan kekebalan tubuh turun. Padahal, kehadiran penyakit merupakan interaksi yang kuat antara lingkungan, inang, dan patogen.

Ikan yang diketahui terserang lebih baik dimusnahkan untuk mengurangi sumber penyakit. Bakteri Vibrio dapat menular ke ikan lainnya melalui sentuhan dengan ikan sakit. Pemberian alga Tetraselmis suecica diketahui dapat menghambat perkembangan Vibrio sp. (Dr Ir Muhammad Murdjani MSc, kepala Balai Budidaya Air Payau Situbondo)

Previous articlePerang Sound System
Next articleOrganik
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img