Sunday, November 27, 2022

Empat Kali Lipat di Luar Musim

Rekomendasi

Sejak 2008 Handi memanen mangga pada Juni – Agustus alias saat off-season. Maju 4 bulan dari panen raya yang berlangsung pada Oktober – Desember. Menurut Ahmad Abdul Hadi, bandar mangga di Cirebon, Jawa Barat, saat off-season gedong gincu grade A-B ukuran 200 – 250 g per buah harganya Rp26.000 per kg di tingkat pekebun. ‘Harganya 3 – 5 kali lipat dibanding saat musim raya,’ kata Ahmad.

Hanya menggeser

Ya, pada Oktober – Desember sekilo gedong gincu grade sama hanya dibanderol Rp5.000 – Rp10.000. Yang istimewa, teknik yang diterapkan Handi tidak mengurangi produktivitas: 150 kg per pohon per tahun. Lazimnya membuahkan saat off-season menurunkan produktivitas hingga 20 – 30%. Itu karena munculnya bunga akibat perlakuan tak sebanyak saat musim bunga alami.

‘Saya hanya menggeser panen. Dulu 90% buah dipanen pada Oktober – Desember, saat ini 90% dipanen Juni – Agustus,’ kata Handi. Menurut Hikmat Sumantri SP, dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Jawa Barat, memanen buah di luar musim memberi keuntungan bagi pekebun. ‘Risiko terserang lalat buah lebih rendah,’ katanya. Mafhum saat Juni – Agustus cuaca cenderung lebih kering sehingga populasi lalat buah – yang menyukai udara lembap – relatif rendah.

Pulihkan dulu

Kunci utama memanen di luar musim ialah memulihkan tanaman pascapanen musim lalu agar tidak stres saat diberi perlakuan. Caranya dengan pemangkasan dan pemberian pupuk kandang sebanyak 2 – 4 karung setara 40 – 80 kg. Handi menambahkan 100 g cendawan Trichoderma sp di setiap 40 kg pupuk kandang. Pasokan hara juga didapat dari pupuk anorganik berupa 4 – 8 kg NPK 15-15-15 dan 1 – 2 kg kalium nitrat (KNO3) yang diberikan pascapenyiangan dan pemangkasan. Pupuk ditaburkan 1 – 1,5 m dari pangkal batang, lalu disiram air.

Saat itulah dilakukan perangsangan bunga. Caranya dengan menyiramkan larutan paklobutrazol di sekitar perakaran dengan dosis 15 – 20 cc/20 liter air ke setiap pohon. Lazimnya bunga mulai keluar 2 – 3 bulan kemudian.

Menurut Ir Yos Sutiyoso pakar pupuk di Jakarta, paklobutrazol berperan menghentikan sementara titik tumbuh sehingga ketersediaan karbohidrat di tajuk melimpah. Penumpukan karbohidrat di tajuk itulah yang memicu tanaman beralih dari fase vegetatif ke fase generatif. Tanaman pun memunculkan bunga.

Cegah rontok

Bunga perlu dijaga agar tidak gampang rontok saat diguyur hujan lebat. Pada kelembapan tinggi bunga mangga menghitam, mengering, dan gugur. Bunga juga rawan serangan penyakit antraknosa dan embun tepung.

Handi melarutkan 4 sendok makan (sdm) monokalium fosfat (KH2PO4) dalam 17 liter air. Kalium berperan menguatkan bunga yang muncul. Larutan itu ditambah pula dengan campuran 20 cc fungisida berbahan aktif difenokonazol, 10 cc fungisida berbahan aktif pyraclostrobin, 2 sdm fungisida berbahan aktif karbendazin, dan mankozeb, serta 2 tutup botol cairan perekat.

Alternatif lain memanfaatkan 1 sdm fungisida berbahan aktif azoksistrobin, 1 sdm difenokonazol, 2 sdm mankozeb, dan 2 tutup botol cairan perekat yang dilarutkan 17 liter air. Campuran lain 1 sdm difenokonazol, 2 sdm karbendazin, dan mankozeb serta 2 tutup botol cairan perekat. Beragam pestisida itu dipakai menangkal hama dan penyakit.

Larutan itu disemprotkan 2 kali seminggu. Penyemprotan dilakukan sejak bunga muncul hingga menjadi buah sebesar telur. ‘Biasanya butuh 40 kali penyemprotan,’ tutur Hikmat. Hasilnya tingkat kerontokan di musim hujan hanya 30%.

Berikutnya tinggal meningkatkan kualitas buah. Handi menambahkan hara berisi nitrogen, fosfat, kalium, serta unsur mikro seperti kalsium, besi, seng, boron, dan mangan sebanyak 2 sdm/17 liter air. Mereka dicampur larutan fungisida. Berkat teknik itu 90% buah masuk grade AB.

Perlakuan pada 36 pohon itu mengeluarkan biaya Rp17-juta. Namun, itu terbayar dengan pendapatan Rp96-juta. Handi pun tak perlu mengikuti penduduk di desanya yang meninggalkan kampung untuk mencari peruntungan di kota. ‘Dengan mangga pun hidup sudah cukup,’ katanya. (Faiz Yajri)

 

  1. Harga mangga di luar musim mencapai Rp26.000/kg di tingkat petani untuk grade AB
  2. Produktivitas tetap tinggi, 150 kg per pohon per tahun meski di luar musim panen
  3. Handi Erik dan Hikmat Sumantri, kantongi Rp96-juta dari panen mangga di luar musim
  4. Berkat perlakuan tepat, kualitas buah meningkat: 90% masuk grade AB

Foto-foto: Faiz Yajri

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img