Sunday, July 14, 2024

Etalase Dunia Pertanian

Rekomendasi
- Advertisement -

Potret kemajuan pertanian Indonesia di Agrinex Expo ke-11.

Jagung menghias paviliun PT DuPont Indonesia pada Agrinex Expo 2017.
Jagung menghias paviliun PT DuPont Indonesia pada Agrinex Expo 2017.

Pameran menjadi jendela atau etalase untuk melihat kemajuan bidang pertanian di tanahair. Contoh selama ini petani baru memanen jagung berumur 3 bulan. Di ekshibisi Agrinex pada 31 Maret—2 April 2017, pengunjung bisa mengetahui jagung supergenjah. Petani yang menanam jagung itu bisa menuai tongkol jagung berumur hanya 30 hari. Itulah jagung baru hasil pemuliaan produsen benih PT DuPont Indonesia.

Anggota staf bagian komunikasi dan pemasaran PT DuPont Indonesia, Dimas Sasongko, mengatakan, “Kami memamerkan produk jagung unggulan seperti P-27 gajah. Tongkol jagung berumur 30 hari menghiasi paviliun,” kata Dimas. Petani jagung di Provinsi Banten sudah menanam jagung pipilan bongsor itu. Temuan itu turut membantu swasembada pangan nasional. Dimas berharap dapat bertemu langsung investor secara personal pada pameran nasional itu.

Semua musim
Aneka produk pangan dan hortikultura seperti jagung, teh, dan mawar menghiasi paviliun peserta pameran Agrinex Expo ke-11. Penggagas Agrinex Expo, Rifda Ammarina, mengatakan setiap perserta pameran mendesain paviliun seoptimal mungkin sehingga pengunjung seolah-olah berada di dunia komoditas itu.

“Misal pengunjung yang datang ke paviliun mawar, benar-benar merasa masuk ke dunia mawar,” kata Rifda. Rifda menggagas ekshibisi Agrinex pada Maret 2007. Ketika itu Rifda bekerja sama dengan Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor, Asep Saefuddin. Dengan visi yang sama, mereka menggagas Agrinex Expo. Pameran itu menonjolkan pencapaian dunia agribisnis di Indonesia. Itulah sebabnya Rifda memamerkan aneka komoditas unggulan dari berbagai daerah.

Penggagas Agrinex Expo, Rifda Ammarina.
Penggagas Agrinex Expo, Rifda Ammarina.

Agrinex Expo ke-11 mengusung tema Food for All Seasons yang berarti pangan tersedia di semua musim. Menurut Rifda iklim di tanahair memungkinkan petani menanam tanaman berbagai musim pada saat bersamaan. Misalnya pangan dan buah di dataran rendah hingga menengah dapat tumbuh sama baiknya dengan aneka sayuran pada dataran tinggi. Itu kelebihan agroklimat Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau dengan ragam kondisi.

“Seharusnya tidak ada alasan harga pangan tertentu tiba-tiba tinggi pada satu musim,” kata Rifda. Acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat itu, juga menampilkan paviliun lain seperti kopi, nanas, dan bahkan bendungan dengan sistem irigasi. Sebanyak 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan seperti pemerintah, swasta, dan usaha kecil menengah (UKM) berpartisipasi pada Agrinex Expo 2017.

Selain itu perwakilan berbagai lembaga pemerintah juga menyelenggarakan gelar wicara atau talk show pada pameran Agrinex 2017. Beberapa lembaga itu antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Keruan saja acara menarik lain pun berlangsung di pameran itu. Sekadar menyebut beberapa acara adalah kelas memasak oleh Hotel Borobudur dan gelar wicara pertanian perkotaan atau urban farming.

Pemangku kepentingan

Hydrofarm menampilkan teknologi hidroponik yang lama hingga terbaru.
Hydrofarm menampilkan teknologi hidroponik yang lama hingga terbaru.

Perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) pun menyemarakkan pameran. ITB akan mengajarkan trik menanam cabai yang baik dan benar kepada para pengunjung. Perusahaan lain yang ikut serta dalam ekshibisi itu adalah PT Hydrofaram Indonesia. Menurut Widyastuti dari Hydrofarm, kehadiran kali ketiga pada pameran itu sebagai kampanye hidroponik dan ajang branding serta penjualan.

“Agrinex acara bagus karena selalu dinanti penggiat agribisnis,” kata Widyastuti. Lebih lanjut ia mengatakan Hydrofarm menampilkan hampir semua teknologi hidroponik dari yang lama hingga terbaru. Perusahaan itu pun akan menyediakan ragam sayuran segar pada instalasi hidroponik untuk memanjakan mata para pengunjung. Menurut Rifda Agrinex Excpo 2017 merupakan ajang temu pemerintah dan masyarakat terutama pelaku pada bidang agribisnis.

Aneka tepung dari sumber pangan lokal Indonesia.
Aneka tepung dari sumber pangan lokal Indonesia.

Sejatinya Agrinex Expo kegiatan tahunan yang lahir dari masyarakat. Harapannya terjadi sinkronisasi antara aspirasi masyarakat dan program pemerintah. “Yang paling penting masyarakat mudah memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan,” kata alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu. Harapan lainnya semua masyarakat di tanahair bisa menikmati pangan sehat dan berkualitas. Tidak hanya kalangan menengah ke atas.

Menurut Rifda logistik salah satu permasalahan yang mesti dicarikan solusi supaya mobilitas komoditas dari suatu daerah ke daerah lain teratur, konsisten, dan terukur. “Gelaran ini juga untuk mengapresiasi dan mengetuk hati pemerintah karena berbagai isu mengenai pangan akan ada di Agrinex Expo 2017,” katanya. Ia berharap pemerintah makin proaktif memahami kebutuhan masyarakat dan mengetahui skala prioritas program yang dikehendaki masyarakat.

Agrinex Expo 2017 juga menjadi sarana informasi bagi masyarakat. Masyarakat bisa belajar cara mengekspor komoditas tertentu. “Standar mutu kualitas produk ekspor dapat diperoleh pada gelaran ini,” kata Rifda. Datang ke ekshibisi Agrinex Expo 2017 untuk melihat kemajuan pertanian Indonesia. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Tiffani Dias Anggraeni)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Khasiat Daun Ketepeng Cina, Berpotensi Kendalikan Kadar Kolesterol Darah

Trubus.id—Daun ketepeng cina berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah. Itulah hasil riset Nisa Khoirila dan Muhammad Walid dari program Studi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img