Thursday, December 8, 2022

FIFe-ICA National Cat Show 2006, Bandung Ketangguhan Nikita Tak Tergoyahkan

Rekomendasi

Namun, bagi Aikland’s Nikita of Mitacats, wahana lapangan Tiananmen di Piset Mall, Bandung, menjadi saksi penyabetan gelar best of the best kedua kalinya pada ajang FIFe-ICA National Cat Show. Piala bergilir

Dinas Peternakkan Provinsi Jawa Barat pun tetap dalam genggaman. Kesuksesan itu tak lepas dari penampilan fi sik Nikita yang prima. Bulu kucing berumur 2 tahun itu panjang, lebat, dan putih bersih. Bentuk kepala bulat dan ukuran mata proporsional dengan kepala, membuat Mrs Vesna Riznar-Resetic, juri internasional asal Kroasia, takjub. Akhirnya, nilai tertinggi pun tak ragu diberikan saat penilaian di babak best of the best.Menaiki tangga menuju gelar best of the best tidaklah mudah. Kucing milik Mita asal Bandung itu harus bergelut melawan 8 pesaing di kelas persian male in open class. Namun, berkat penampilannya yang prima, Nikita dengan mudah mempecundangi para pesaingnya.

Setelah berhasil menyabet gelar pertama, Nikita kembali berjuang memperebutkan takhta best in show in open class. Di babak itu, ia berhadapan dengan peraih best in show in opposite sex, Raffl esia’s Elena of Java, milik Sisi dari BeCats Cattery, Jakarta. Sang juri tunggal, Mrs Vesna Riznar- R e s e t i c , dengan teliti memeriksa kedua kucing terbaik itu. Akhirnya, keputusan juara jatuh ke tangan Nikita. Kesempurnaan fi sik mengantarkannya meraih gelar kedua.

Belum berakhir

Perjuangan Nikita belum usai. Ia harus berlaga di ajang perebutan best in show category I yang diberikan untuk kucing long hair alias berbulu panjang terbaik. Kucing berumur 2 tahun itu harus bersaing menghadapi kucing-kucing juara seperti best kitten, best junior, dan best in show in opposite sex. Degup jantung sang pemilik, Mita, asal Bandung mengiringi detik-detik pemeriksaan oleh sang juri.

Sesaat Mrs Vesna tertegun. “It’s not easy to choose the best one (Tidak mudah menentukan kucing terbaik, red),” ujarnya. Meski berat, keputusan tetap harus dibuat. Lagi-lagi hati Vesna tertaut pada penampilan Nikita yang sempurna. Ia pun berhak meraih takhta ketiga.

Kini Nikita harus berjuang meraih takhta tertinggi di ajang FIFe-ICA National Cat Show 2006, yaitu babak best of the best. Kali ini ia harus berjuang agar gelar paling bergengsi itu tak lari dari genggamannya. Pesaing Nikita pun bukan sembarangan. Ia adalah Jagakarsa Romantik Rumba, peraih best in show category II, yaitu anugerah tertinggi bagi kucing berbulu semi-longhair. Setelah disandingkan, jari-jari tangan Vesna kembali beraksi mengecek kedua kucing terbaik. Ketika itu, penonton tampak senyap. Namun, kesunyian itu terpecah setelah Vesna mengarahkan tangan kanannya menunjuk ke arah Nikita. Itu artinya, Nikitalah peraih gelar best of the best dan berhak atas piala bergilir dari kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat.

Juri internasional

Kebahagiaan Mita seakan membuncah. Tak hanya lantaran berhasil mempertahankan gelar best of the best, ia pun sangat bangga karena sang juri—yaitu Mrs Vesna—adalah juri internasional kedua yang menganugerahkan gelar terbaik. Setahun sebelumnya, pada 24 April 2005, Nikita juga meraih anugerah best of the best pada ajang FIFe-ICA National Cat Show 2005 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Ketika itu, juri internasional yang menilai adalah Mr Alfred Wittich dari Swiss.

Ajang yang di selenggarakan 22—23 April 2006 di wahana lapangan Tiananmen, Piset Mall, Bandung, diikuti 90 kucing. Meski jurinya hanya seorang, objektivitas penilaian tak perlu diragukan. Mrs Vesna adalah juri yang mampu menguasai seluk-beluk seluruh kategori kucing hanya dalam waktu 10 tahun. “Juri-juri internasional lainnya butuh waktu hingga 20 tahun,” ujar Zissura Akadata Suraatmaja, ketua penyelenggara kontes. Oleh sebab itu, ajang serupa sangat dinanti para pemilik kucing. (Imam Wiguna).

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img