Trubus.id— Sebelas tahun berkairer di salah satu bank daerah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tidak membuat Firdaus Agustian nyaman. Ia berhenti dari bankir untuk bertani bawang merah.
Dalam hati kecilnya selalu ada rasa ingin kembali ke rumah di Kampung Selaawi, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan mengenang masa kecil bercocok tanam di kebun.
“Kala itu juga sempat terbesit, siapa lagi yang melanjutkan pekerjaan orang tua yang bertani,” katanya. Firdaus mantap untuk keluar dari pekerjaan yang ditekuni selama 11 tahun itu pada Agustus 2018. “Setelah itu saya meriset, komoditas yang cocok dan dikembangkan di Sukabumi,” katanya.
Dipilihlah bawang merah karena tidak ada petani di Sukabumi yang membudidayakan bawang merah. “Kebanyakan petani menanam cabai, tomat, dan kol. Sayangnya komoditas-komoditas itu selalu turun ketika panen raya,” kata Firdaus.
Sadar kemampuan di bidang pertanian nihil, Firdaus memutuskan belajar terlebih dahulu budidaya bawang merah. Ia menjatuhkan pilihan ke salah satu sentra bawang merah di Kecamatan Lembahgumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.
Alasannya daerah itu merupakan sentra bawang merah dataran tinggi. “Harus belajar juga ke sentra yang sama-sama dataran tinggi,” kata Firdaus. Kampung halaman Firdaus di Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (dpl).
Bermodal tabungan selama bekerja, Firdaus nekat berangkat langsung ke Kabupaten Solok, Sumatera Barat. “Padahal tidak ada kenalan atau kolega, bermodal informasi daring atau online saja,” kenangnya. Jika ada keinginan selalu aja jalan.
Meski bermodal nekat, tujuan yang diharapkan tercapai. Pria 33 tahun itu kemudian mendapat banyak ilmu dari petani bawang merah senior di Kabupaten Solok, Sumatra Barat. “Saya belajar di sana selama dua tahun, baru kembali tahun 2020 ke kampung halaman,” katanya.
Dirasa cukup menimba ilmu, segera Firdaus kembali ke kampung halaman untuk menanam bawang merah. “Sempat menjual juga motor sebagai modal awal,” katanya. Semula ia mencoba di lahan dengan luasan 7.500 meter persegi. “Bisa dibilang kami pelopor penanaman bawang merah skala luas di Sukabumi,” katanya.
Perencanaan bisa dibilang matang, Firdaus memilih varietas bawang merah yang memungkinkan diatanam di dataran medium ke tinggi, yakni varietas tajuk. Pengalaman Firdaus, varietas bawang introduksi asal Thailand itu optimal ditanam hingga ketinggian 1.200 dpl.
Hasilnya berbuah manis, panen perdana hingga 3 ton di luasan 7.500 meter persegi. “Harga jual mencapai Rp46.000 per kg, sementara harga pokok produksi (hpp) hanya Rp11.000 per kg,” katanya.
Dua tahun kemudian luasan lahan pun meningkat menjadi 2 hektare (ha). “Kami pola agar bisa panen saban bulan,” katanya. Tiap bulan panen dari kebun Firdaus mencapai 2,5 ton per ha.
“Sejatinya permintaan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Baret jauh lebih tinggi, andai pasok dua kali lipat pun pasti terserap,” katanya. Meskipun demikian nyatanya harga jual bawang merah fluktuatif. Pada 2022 lebih rendah dibandingkan dengan 2020. Harga bawang merah di Sukabumi sekitar Rp28.000 per kg.
“Adapun grade premium sekitar Rp32.000,” katanya. Menurut Firdaus, memasok untuk pasar lokal Sukabumi bisa dibilang memotong tata niaga. “Produksi bisa dibilang untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri, sehingga harga jualnya pun ekonomis sehingga disenangi konsumen,” katanya.
Jika harga jual rata-rata Rp28.000 omzet Firdaus sekitar Rp70 juta per bulan.Firdaus menambahkan, membudidayakan bawang merah bukan tanpa aral. Pada 2021 misalnya, ia menanam di lahan dengan ketinggian 1.200 meter dpl.
Tetiba kabut turun sehingga memicu berkembangnya cendawan. Allium cepa di luasan 800 meter persegi pun layu sehingga mayoritas tanaman tidak bisa dipanen. “Setelah dihitung ternyata tidak rugi, untungnya masih balik modal,” kenangnya.
Lantas jika dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya mana yang lebih membuat Firdaus tertarik? Menurut pria yang juga hobi otomotif itu, dari segi penmpilan mungkin pekerjaan sebelumnya terlihat lebih bergaya. Namun, jika dilihat dari segi pendapatan fulus Firdaus jauh lebih besar sesudah berniaga bawang merah.
