Tuesday, January 27, 2026

Garam Kawan Penderita Hipertensi

Rekomendasi
- Advertisement -
Garam rumput laut selain bernatrium rendah, juga memiliki rasa umami khas. (Dok. PT Gamy Bahari)

Garam rendah natrium yang aman bagi penderita hipertensi. Bahan baku rumput laut.

Trubus — Menurut data World Health Organization (WHO) secara global pada 2015 satu dari tiga orang penduduk dunia terserang hipertensi. Lembaga itu memperkirakan pada 2025 angka menyandang bertambah menjadi 1,5 miliar manusia. Salah satu pengidap hipertensi itu adalah Yenni yang masygul setiap kali mengecek kesehatan. Tekanan darah perempuan 52 tahun itu melebihi batas normal.

Semula tak berguna, kini rumput laut Padina sp menjadi garam yang menyehatkan. (Dok. PT Gamy Bahari)

Itulah sebabnya sejak 2018 Yenni mengganti garam dapur biasa—diyakini pemicu utama hipertensi—dengan garam rendah natrium. Yenni membuktikan, setelah beralih ke garam rendah natrium berangsur-angsur tekanan darah pun normal. Pengidap hipertensi memiliki alternatif garam rendah natrium baru. Garam itu berbahan baku rumput laut kreasi Prof. Dr. Ir. Nurjanah, M.S. dan Dr. Asadatun Abdullah, S.Pi, M.Si, M.S.M dari Institut Pertanian Bogor.

Kaya manfaat

Menurut Nurjanah garam rumput laut memiliki banyak keunggulan. Rumput laut mengandung serat tinggi dan kaya akan pigmen. “Dari dalam pigmennya saja sudah mengandung berbagai komponen bioaktif seperti antioksidan,” ujar doktor Teknologi Kelautan alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Tak hanya kaya antioksidan, garam rumput laut sarat mineral seperti kalium (K), magnesium (Mg), besi (Fe), dan tembaga (Cu). Mineral berfaedah sebagai prekursor atau zat pemula beberapa komponen fisiologis penting seperti antioksidan, enzim, hormon, dan neurotransmiter.

Prof. Dr. Ir. Nurjanah, M.S. (kiri) dan Dr. Asadatun Abdullah, S.Pi, M.Si, M.S.M dari Institut Pertanian Bogor. (Dok. Trubus)

Senyawa-senyawa lain seperti alkaloid, saponin, dan tanin telah terbukti positif pada uji kualitatif yang dilakukan Nurjanah dan tim riset. Nurjanah mantap mengembangkan riset garam rumput laut menjadi sebuah produk garam rendah natrium komersial bernama dagang Gamy. Ia mulai memasarkannya sejak 2018 secara terbatas. Ada dua ukuran yang dipasarkan yaitu 2,5 g seharga Rp6.000 dan 35 g (Rp36.000). Varian jenis Gamy yaitu garam rumput laut merah, garam rumput laut cokelat, dan garam rumput laut hijau.

Semula terbuang

Sesuai standar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, syarat produk berklaim garam rendah natrium yaitu memiliki kadar NaCl maksimal hanya 60%. “Produk-produk Gamy bahkan tidak ada yang sampai 60%. Rata-rata kadar NaCl 40%. Bahkan ada yang 20% saja,” kata dosen di Teknologi Hasil Perikanan, Institut Pertanian Bogor itu. Meski NaCl rendah, Gamy tetap memiliki cita rasa asin dengan tambahan kegurihan umami.

Gamy tersedia dalam ukuran 2,5 gram dan 15 gram. (Dok. PT Gamy Bahari)

Rasa umami yang muncul mirip seperti ketika memakan produk nori atau lembaran rumput laut kering yang lazim digunakan untuk sushi. Jenis rumput laut yang menjadi bahan baku garam berbeda dengan bahan nori yaitu Porphyra sp., atau rumput laut penghasil karaginan Euchema spinosum, maupun rumput laut penghasil agar Gellidium sp. dan Gracillaria sp.

Nurjanah dan tim menggunakan rumput laut jenis Sargassum sp, Padina sp, dan Turbinaria sp. Ketiga spesies itu merupakan ganggang cokelat. Selain itu Nurjanah memanfaatkan ganggang hijau Halimeda opuntia, latoh Caulerpa lentilifera, selada laut Ulva lactuca, dan ganggang merah Actinotrichia fragilis. “Artinya kami tidak akan rebutan dengan ganggang industri ataupun budidaya. Justru jenis rumput laut yang kami gunakan dianggap sampah dan gulma,” kata Nurjanah.

Asadatun Abdullah, rekan periset Nurjanah juga mengatakan, selada laut di Nusa Tenggara Timur menjadi gulma di budidaya rumput laut merah. Lazimnya petani rumput laut merah membuang selada laut. “Daripada terbuang, lebih baik dimanfaatkan menjadi garam rumput laut,” ujar Asadatun. Tujuh lokasi pengambilan rumput laut bahan baku garam antara lain Nusa Tenggara Timur, Banten, Aceh Barat, dan Gorontalo. (Tamara Yunike)

Olah Rumput Laut Jadi Garam

  1. Sortir dan bersihkann rumput laut dari kotoran. Gunakan air laut untuk membersihkannya. Tiriskan dan kering anginkan rumput laut selama 3—5 hari hingga kering.
  2. Cacah rumput laut dan masukkan ke mesin pelumat hingga lembut.
  3. Saring lumatan rumput laut dengan saringan berukuran 30 mesh.
  4. Campur hasil saringan dengan air murni atau akuades dengan perbandingan 1:10.
  5. Jerang larutan rumput laut itu pada suhu 40°C selama 10 menit sambil diaduk-aduk.
  6. Saring kembali rumput laut menggunakan kain mesh ukuran 500 dan kertas saringan.
  7. Panaskan hasil saringan pada suhu 60°C selama 24 jam dan garam rumput laut siap panen.
Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img