Friday, January 16, 2026

Gaya Hidup Sehat, Konsumsi Herbal Saat Tubuh Bugar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Konsumsi herbal tidak melulu saat sakit. Mega Gian Riny misalnya, menjaga kebugaran dengan aneka herbal. Ia mengawali hari dengan mengonsumsi herbal.

Warga Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, itu mengonsumsi seduhan buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan rimpang laos (Alpinia galanga).

Ia selalu memiliki cadangan herbal bubuk karena penggunaannya setiap hari. Ia mengambil bubuk kudu laos yang merupakan campuran buah mengkudu dan laos sebanyak satu sendok makan.

Mega menyeduhnya dengan 200 ml air mendidih, membiarkan 10—15 menit dalam kondisi tertutup. Air seduhan berubah warna menjadi kecokelatan. Ketika itulah Mega menikmati seduhan herbal seteguk demi seteguk.

Mega mengatakan, khasiat mengkudu dan laos menguatkan pencernaan dan mengatasi gangguan lambung. Selain itu juga ia rutin mengonsumsi beras kencur yang berkhasiat untuk menjaga fungsi hati dan ginjal.

Ketika malam Mega juga mengonsumsi kapsul temulawak, meniran, pegagan, dan temuputih. Menurut Mega rimpang temulawak berkhasiat menjaga stamina tubuh, sedangkan meniran dan temuputih menjaga organ kewanitaan.

Daun pegagan berperan dalam peremajaan sel-sel kulit dan menjaga daya ingat. Rutinitas itu bukan baru kemarin atau setahun dua tahun. Perempuan kelahiran Pontianak, 28 Agustus 1956 itu rutin mengonsumi herbal sejak 1996.

Penganut lain gaya hidup herbal ada Rena Basuki. Perempuan 46 tahun itu rutin mengonsumsi simplisia kayumanis, daun sambilata, adas, kapulaga, cabai jawa, dan cengkih. Warga Pasarminggu, Jakarta Selatan, itu mendidihkan bahan-bahan itu dengan api kecil.

Ia menyaring rebusan herbal ketika hangat dan rutin mengonsumsi 200 ml setelah makan. Frekuensi konsumsi dua kali sehari. Rena mengonsumsi aneka herbal itu sejak 2016 atas saran dr. Prapti Utami.

Pemilik bisnis katering Dapurena itu juga mengolah tanaman obat itu masakan seperti kukis berbahan kayu manis, jahe, dan kunyit. Rena juga membuat mi dan pasta dengan campuran kunyit.

Prapti Utami mengatakan, pengaruh gaya hidup seperti keseimbangan aktivitas, asupan nutrisi, waktu istirahat, manajemen stres, dan olah raga juga berperan penting dalam efektivitas herbal yang dikonsumsi oleh tubuh.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img