Monday, August 15, 2022

Hasil Riset Kulit Manggis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Riset di berbagai negara menegaskan khasiat kulit manggis atasi berbagai penyakitMengubah sampah menjadi emas.

D elapan tahun lalu tas selempang yang biasa Eli Reich bawa kerja dicuri orang. Bukannya membeli tas baru, pria asal Seattle, Amerika Serikat, itu malah membuat sendiri tas dari bagian dalam ban sepeda bekas yang teronggok di rumah.

 

Ban sepeda nantinya bisa disulap jadi tas selempang kerenBerkat riset ilmiah kini banyak pasien kanker tertolong karena mengonsumsi daun sirsakEli bagai Midas. Dari karet bekas itu tercipta desain tas yang keren. Banyak orang terpikat dan minta dibuatkan. Insinyur teknik mesin itu pun memutuskan berhenti kerja dan membangun “pabrik” kecil di ruang bawah tanah apartemennya. Mula-mula ia hanya memproduksi 5—10 tas per bulan yang dikerjakan sendiri.
Berikutnya setelah mempekerjakan karyawan, Eli memproduksi 125 tas di tahun pertama, lalu 1.000 tas di tahun kedua dan seterusnya. Penggemar sepeda itu mengumpulkan bahan baku berupa ban bekas dan sabuk pengaman dari tempat pembuangan sampah setempat dan toko sepeda. Kini produk tas Reich’s Alchemy Goods milik Eli dipajang di gerai-gerai di Washington, Oregon, Pennsylvania, Kalifornia, dan Montana, serta dua toko di Jepang.

Limbah
“Nasib” kulit manggis nyaris serupa ban sepeda bekas. Kita biasa membuka dan membuang kulit manggis ketika hendak menikmati buahnya. Kini banyak pasien menggantungkan harapan pada kulit queen of fruit itu. Pemicunya hasil riset yang menyebut kandungan xanthone dalam kulit manggis sebagai superantioksidan. Itu berarti kulit manggis potensial mengatasi penyakit kanker seperti diteliti oleh Yukihiro Akao dari Institut Bioteknologi Gifu, Jepang, yang dipublikasikan pada Maret 2008.
Temuan itu diikuti dengan riset-riset lanjutan yang mengungkap keandalan kulit Garcinia mangostana mengatasi sakit jantung, osteoporosis, hipertensi, stroke, hingga HIV/AIDS. Sayang pasokan kulit manggis tergantung pada musim buah. Seorang produsen olahan kulit manggis di Jakarta sampai mendatangkan bahan baku dari Bali. Oleh karena itu para peneliti tergerak meriset bagian lain seperti daun dan kulit batang pohon manggis.
Kulit manggis bagai mengikuti jejak langkah daun sirsak. Setahun lalu, apakah ada toko buah menjual daun sirsak? Popularitas daun tanaman Annona muricata itu mencorong sejalan dengan terungkapnya berbagai riset dan pengalaman pasien yang kondisinya dari sakit—terutama kanker—karena mengonsumsi daun sirsak.
Diawali oleh riset Jerry McLaughlin dari Purdue University yang mengungkap kandungan acetogenins pada daun sirsak, bukti ilmiah lain terus bermunculan. Banyak pemilik pohon melaporkan tanaman gundul karena banyak pasien kanker membutuhkan daunnya. Harga bibit pun naik berlipat. Berkat dukungan riset, daun sirsak—dan kemudian kulit manggis—yang semula terabaikan kini diandalkan. (Evy Syariefa)

Keterangan foto

 

  1. Riset di berbagai negara menegaskan khasiat kulit manggis atasi berbagai penyakit
  2. Berkat riset ilmiah kini banyak pasien kanker tertolong karena mengonsumsi daun sirsak
  3. Ban sepeda nantinya bisa disulap jadi tas selempang keren
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img