Tuesday, May 5, 2026

Ikan Nila Indonesia Mendunia

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Ikan nila atau tilapia menjadi primadona. Pasalnya Indonesia menempati peringkat keempat eksportir ikan tilapia dunia dengan nilai mencapai USD79 juta dan market share sebesar 9,7%. Pada tahun 2023 nilai ekspor tilapia tumbuh menjadi USD82 juta.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis komoditas tilapia Indonesia akan menjadi primadona pasar dunia. Pasalnya pasar global tilapia pada 2022 mencapai USD1,65 miliar. Sebanyak 60% ekspor dengan dalam bentuk produk fillet beku, 22% utuh beku, 14% filet segar/dingin dan 4% utuh segar/dingin.

“Trend 2017-2023 ekspor tilapia kita tumbuh sebesar 7%, ini menunjukkan bahwa tilapia kita mampu bersaing di pasar global,” terang Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo pada siara pers KKP.

Lebih lanjut ia menuturkan pada 2022, produk tilapia Indonesia sukses menembus pasar Amerika Serikat, Uni Eropa dan Kanada, dari sejumlah top importir produk tilapia yang meliputi Amerika Serikat (AS), Meksiko, Uni Eropa, Timur Tengah, Pantai Gading dan Kanada.

“Artinya pasar yang lain masih sangat potensial untuk kita kembangkan misalnya Timur Tengah selain yang sudah existing,” tuturnya.

Tilapia Indonesia unggul karena bersertifikat ekolabel. Keruan saja dihargai paling tinggi dibanding produk sejenis dari Tiongkok, Taiwan dan Honduras di pasar AS.

Selama periode 2021—2022 tidak terdapat penolakan ekspor tilapia Indonesia ke pasar AS. Pada periode yang sama, terdapat 17 penolakan terhadap produk Tiongkok karena isu veterinary drugs, labelling, nitrofurans dan pestisida.

Budi menuturkan tilapia sebagai komoditas potensial perlu dikembangkan mengingat semua bagian tubuhnya bisa diolah (zero waste). Misalnya kepala ikan sebagai bahan menu masakan lokal, sisik menjadi kolagen dan gelatin untuk kosmetik, kulit untuk pengobatan luka bakar (farmasi), duri ikan dan intestine menjadi tepung ikan bahan pakan ikan serta minyak ikan untuk biofuel.

“Jadi tidak ada yang terbuang karena semua bagian tubuhnya bernilai tambah jika diolah,” ujarnya.

Ia menuturkan KKP tengah memperkuat kemitraan pelaku usaha menengah atau besar dengan masyarakat lokal dalam rangka pengembangan budidaya tilapia mulai dari pembenihan, pembesaran sampai dengan pemasaran.

“Kita juga berupaya untuk membuka akses pasar dan promosi ke negara Asia dan Timur Tengah dalam rangka peningkatan ekspor tilapia Indonesia,” pungkas Budi.


Artikel Terbaru

Kapal Raksasa Bawa 17 Ribu Sapi Australia ke RI, Pakar IPB Ungkap Solusi Tekan Impor

Belakangan ini, pemberitaan media di Australia sedang ramai menyoroti pergerakan MV Al Kuwait. Kapal yang tercatat sebagai armada ekspor...

More Articles Like This