Friday, January 16, 2026

Inovasi Alat Ukur Kualitas Produk Hortikultura dengan NIR Spectrofotometer

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Guru Besar Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Prof. Kusumiyati menguji scanning produk hortikultura non-destruktif  dengan NIR Spectrofotometer. Menurut Kusumiyati lazimnya mengukuran kualitas produk hortikultura yang bersifat destruktif (merusak sampel) yang digunakan.

Selain itu, uji di laboratorium cenderung tidak ramah lingkungan karena hasilkan limbah bahan kimia. Ia menuturkan visible near infrared spectroscopy merupakan teknik menilai kualitas buah non destruktif. “Cukup scanning saja, maka kita akan memeroleh hasil analisis cepat dan akuran,” kata Kusumiyati pada laman UNPAD.

NIR Spectrofotometer menggunakan principal componen analysis. Memilah atau mengklasifikasi produk yang memiliki warna berbeda.  Lebih lanjut ia menuturkan penggunaan NIR pada komoditas hortikultura dapat mengetahui kelayakan panen, pematangan buah, dan kadar kemanisan.

Selain itu bermanfaat untuk mengukur kadar gula, pigmen warna, kandungan nutrisi tanaman, dan melihat campuran varietas pada produk yang tengah diuji. Kusumiyati menguji pada buah tomat yakni mulai dari kandungan warna kulit dan kekerasan.

Pada buah mangga uji kadar vitamin C dan cabai rawit melakukan uji antioksidan, capsaisin, dan dihydrocapsaisin. Adapun pada buah melon spesifikasi pada glukosa fruktosa, maupun sukrosa. Ia juga meneliti kematangan sawo.

Ia menuturkan NIR dapat digunakan untuk menguji kadar air, total padatan terlarut, dan warna kulit buah pada jambu batu, serta kandungan nitrat pada tanaman bayam. Kusumiyati menuturkan penggunaan NIR spectrofotometer menunjukkan  indikator keberhasilan  seperti mendeteksi cepat dengan cara non-destruktif.

Hasil pengukuran dapat langsung dilihat di lapangan.  Selain itu mengurangi biaya dan waktu pengujian analisis produk yang sedang dilakukan pengujian. Namun, menutur Kusumiyati implementasi NIR spectrofotometer masih menemukan berbagai tantangan.

Salah satunya investasi peralatan ini cukup sulit dilakukan bagi petani berskala kecil karena harga yang terbilang mahal. Selain itu, pengetahuan petani konvensional untuk menggunakan data analisis juga tidak mudah dilakukan.

“NIR infrared spectrofotometer juga memiliki potensi yang dapat membantu mengembangkan manajemen produksi maupun pemasaran produk hortikultura, dikaitkan dengan potensi-potensi dari hasil penelitian NIR infrared spectrofotometer tersebut,” tuturnya dilansir pada laman UNPAD.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img