Friday, January 16, 2026

Inovasi Jadi Kunci Perluasan Pasar Jamur Tiram di Dalam dan Luar Negeri

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Permintaan terhadap sayuran sehat, termasuk jamur tiram, semakin meningkat seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Jamur tiram kini menjadi alternatif sumber protein non-hewani, terutama bagi kalangan vegan dan vegetarian.

Prof. Dr. Tomy Perdana, pakar agribisnis dari Universitas Padjadjaran, menilai jamur tiram sebagai komoditas sayuran yang sangat berpotensi memenuhi kebutuhan pangan sehat di masa depan. Menurutnya, tren konsumsi ini menciptakan peluang besar bagi pengembangan produk dan sistem pemasaran jamur tiram.

Namun untuk menjaga keberlanjutan produksi, inovasi menjadi keharusan. Inovasi tersebut tidak hanya dalam bentuk produk baru, tetapi juga mencakup model bisnis, sistem distribusi, dan strategi pemasaran.

“Petani perlu dimudahkan dalam memasarkan hasil panen mereka. Inovasi model bisnis sangat menentukan keberlanjutan sebuah usaha,” ujar Tomy.

Ia mencontohkan perlunya membuka pasar ekspor ke negara-negara seperti Jerman dan Amerika Serikat, di samping memperkuat pasar domestik. Dalam negeri pun perlu strategi khusus, seperti mendorong konsumen untuk menjadikan jamur tiram sebagai alternatif pengganti daging hewani.

Jika masyarakat sudah terbiasa mengonsumsi produk olahan jamur tiram, seperti “jamur daging” atau plant-based meat, maka pintu untuk inovasi produk lainnya akan semakin terbuka. Dengan begitu, ekspansi pasar dapat dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img