Segelas susu segar yang kita minum setiap hari ternyata melalui proses panjang dari perawatan hingga nutrisi sapi perah. Salah satu nutrisi kunci adalah protected fat atau lemak terproteksi.
Menurut Prof. Dr. Despal, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, protected fat sangat penting untuk menjaga kesehatan sapi dan meningkatkan kualitas susu. Lemak ini dirancang agar tidak terurai di rumen, melainkan langsung dicerna di usus halus.
Lemak biasa biasanya terurai oleh mikroba di rumen dan mengganggu fermentasi. Sebaliknya, protected fat menjadi sumber energi efisien tanpa mengganggu sistem pencernaan sapi.
Biasanya, protected fat diberikan dalam campuran konsentrat pakan sapi. Ini akan meningkatkan energi dalam ransum tanpa menghasilkan panas metabolik berlebih.
Peningkatan panas tubuh dari metabolisme menjadi masalah utama pada sapi di daerah tropis. Protected fat membantu mengurangi masalah ini, terutama di musim panas.
Hijauan dan limbah pertanian di daerah tropis umumnya rendah energi. Protected fat mampu menutup kekurangan energi tersebut dalam ransum.
Sapi perah di puncak produksi cenderung mengalami ketidakseimbangan energi. Dengan tambahan lemak terproteksi, kondisi tubuh sapi dapat kembali ideal.
Hasilnya, produksi susu meningkat dan kualitas lemak dalam susu pun membaik. Kandungan asam lemak sehat meningkat berkat perlindungan lemak dari biohidrogenasi di rumen.
Melansir pada IPB TV menurut Prof. Despal, susu dari sapi yang diberi protected fat memiliki milk fatty acid health index yang lebih tinggi. Selain itu, mengandung CLA (conjugated linoleic acid) yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
CLA hanya bisa bertahan jika asam lemak tidak jenuh terlindungi sejak awal. Maka itu, penggunaan protected fat menjadi kunci menjaga kualitas fungsional susu.
Lemak tidak jenuh seperti linoleat yang dilindungi akan sampai ke susu tanpa rusak. Ini membuat kandungan asam lemak dalam susu lebih seimbang dan stabil.
Penelitian IPB juga menunjukkan bahwa susu dari sapi yang diberi protected fat terasa lebih gurih. Cita rasa yang lebih baik membuat susu ini lebih disukai oleh masyarakat.
Selain meningkatkan cita rasa, lemak terproteksi juga menambah nilai gizi pada susu. Asam lemak esensial yang terkandung sangat penting untuk kesehatan sapi maupun manusia.
Untuk membuat protected fat secara mandiri, bahan-bahannya cukup sederhana. Cukup gunakan minyak nabati, NaOH, dan CaCl2.
Panaskan minyak di bawah 120°C selama 10 menit, lalu masukkan NaOH hingga semi-solid. Tambahkan CaCl2 sambil diaduk hingga membentuk gumpalan, lalu keringkan 3–5 hari.
Saat ini, protected fat juga tersedia secara komersial, namun sumber asam lemaknya bervariasi. Indonesia memiliki potensi besar dari minyak sawit dan turunannya.
Minyak sawit mengandung energi tinggi dan cocok untuk pakan ternak. Meski asam lemak jenuhnya lebih rendah dari minyak lainnya, energinya jauh lebih besar.
Sumber potensial lainnya adalah CFAD (Crude Fatty Acid Distillate) dari pengolahan minyak kelapa. Ini bisa menjadi alternatif lokal yang berdaya saing tinggi.
Prof. Despal menegaskan, Indonesia punya potensi besar untuk memproduksi protected fat sendiri. Bahkan, jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi negara pengekspor.
