Monday, August 8, 2022

Inspirasi dari Perancis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pemilik pot et fleur hanya perlu mengganti beberapa kuntum bunga potong tiap minggu. Tangkai bunga potong dimasukkan ke dalam wadah berisi air yang tersembunyi di sela-sela pot-pot berisi tanaman hias yang dirangkai ulang. Tanaman dalam pot cukup disiram dan dikeluarkan sekali seminggu, tak perlu diganti.

Perpaduan tanaman dalam pot pada satu wadah membentuk rangkaian itulah yang dalam bahasa Perancis disebut pot et fluer atau rangkaian bunga dalam pot. Jenis yang ditanam bisa tanaman bunga maupun tanaman hias daun. Agar bunga hadir setiap saat sebagian orang menyelipkan bunga potong di wadah air di tengah-tengah rangkaian.

Modifikasi

Karena tahan lama konsep pot et fleur banyak diadopsi perangkai-perangkai bunga di dunia. “Keawetan rangkaian menjadi kelebihan utama pot et fleur,” kata Andy Djati Utomo, AIFD, perangkai bunga berkelas internasional asal Jakarta. Berkat mengadopsi konsep pot et fleur pula, Atiek Semeru, perangkai di Jakarta, berhasil menggaet lebih banyak pelanggan tetap.

Setahun lalu pemilik florist Flower Box di Jakarta Selatan itu pusing tujuh keliling lantaran seorang pelanggan memesan rangkaian bunga yang tahan pajang 2 minggu. “Sebelumnya saya hanya melayani pesanan rangkaian bunga potong yang maksimal tahan 5 hari,” kata Atiek.

Setelah memutar otak konsep pot et fluer menjadi inspirasi. Atiek menggunakan keramik, keranjang, atau kotak kayu sebagai wadah luar. Anggrek, kalanchoe, gerbera, anthurium, dan calathea yang jadi elemen rangkaian langsung dimasukkan dalam wadah tanpa dikeluarkan dari pot.

Batu-batuan, pakis-pakisan, moss, atau benang-benang dimanfaatkan untuk menyamarkan kehadiran pot sehingga berkesan alami. Lihat saja salah satu rangkaian anggrek phalaenopsis karyanya. Tiga pot anggrek dan 2 pot kalanchoe tersembunyi sempurna di balik pakis dan daun-daun tanaman.

Rangkaian sederhana

Rangkaian semacam itulah yang disodorkan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Terbukti sampai 2 minggu rangkaian tetap segar meski pemilik tak rajin mengeluarkan atau menyiramnya. “Jika rajin disiram dan dikeluarkan seminggu sekali, rangkaian tahan sampai berbulan-bulan,” kata Atiek. Dengan pemilihan tanaman berbunga yang awet seperti phalaenopsis, anthurium, dan kalanchoe, Atiek tak perlu menyelipkan bunga segar layaknya pot et fluer.

Modifikasi lebih sederhana dilakukan Sanae Oyoko saat demo merangkai di apartemen Belleza Permatahijau di Jakarta Selatan, Oktober 2009. Perangkai asal Jepang itu hanya menggunakan 2 tanaman: phalaenopsis dan Hedera helix. Phalaenopsis dibiarkan dalam pot plastik. Sedangkan hedera dibongkar dari pot dengan tetap menyertakan media yang dibungkus kantong plastik.

Dua tanaman itu dimasukkan dalam wadah mirip bingkai foto berbahan kardus dan anyaman. Sulur hedera diatur untuk menutupi ruang kosong dan dililitkan di tangkai anggrek. Rangkaian bisa dipajang di meja atau digantung di dinding. “Di Jepang rangkaian semacam ini biasa dikirim sebagai hadiah. Penerima hadiah bisa merawatnya sehingga tahan lama,” tutur Sanae.

Parcel tanaman

Rangkaian tanaman pot juga muncul pada lomba sekarsari yang digelar Trubus di Rawabelong, Jakarta Barat, pada November 2009. Suminah—salah satu peserta dari Program Kesejahteraan Keluarga Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat—menggunakan beragam kaktus beserta potnya dalam rangkaian bertema monas.

Pot et fluer juga menginspirasi Andy membuat parcel tanaman. Andy memasukkan 2 pot kalanchoe dan satu pot hedera dalam keranjang kayu. Agar cantik, pot dibungkus kain kasa berwarna cokelat emas dan permukaan pot ditutup lilitan sisal—benang dari serat nanas. Kalanchoe itu mendampingi bingkisan berupa sirup dan makanan kecil.

“Penerima parcel bisa membongkar bingkisan dan memelihara tanaman dalam pot. Bisa juga tetap membiarkan tanaman dalam keranjang dan merawatnya,” kata ketua umum Ikatan Perangkai Bunga Indonesia itu. Pot et fluer telah menjadi sumber inspirasi rangkaian-rangkaian cantik dan tahan lama. (Nesia Artdiyasa)

AtiekSemeru pilih anggrek phalaenopsis karena bunganya awet

Foto-foto: Nesia Artdiyasa, Kiki Rizkika, Imam Wiguna

 

1. Rangkaian Oyoko Sanae, desain sederhana dan tahan lama

2. Rangkaian karya Santi Pribadi episcia, peperomia, dan hedera

3. Parcel karya Andy Djati Utomo satukan kalanchoe dengan bingkisan makanan dan minuman

4. Pot et fluer pada sukulen oleh Suminah dari PKK Gambir, Jakarta Pusat, dalam rangkaian bertema Monas

1

4 3

2

Previous articleKumpulan e-book
Next articlePohon Pusaka
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img