Thursday, February 12, 2026

Intip Keungguluan Jeruk Jesigo dan Syarat Budi daya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Jeruk siam gunung omeh (jesigo) berasal dari Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Pada 2008, Kementerian Pertanian melalui SK Mentan Nomor : 79/Kpts/SR.120/I/2008 melepas jeruk unggul itu dengan nama jeruk gunung omeh (jesigo).

Peneliti ahli madya di Badan Riset dan Inovasi Nasional Ir. Emi Budiyati, menuturkan  jeruk dari kebun-kebun di Kecamatan Gunuang Omeh itu memiliki keunggulan dibandingkan dengan jeruk lainnya. Kualitas rasa, aroma, bentuk pori, dan warna jeruk jesigo dari Kecamatan Gunuang Omeh lebih baik.

Menurut Kepala Bidang Hortikultura, Kabupaten Lima Puluh Kota, Viͤ Febrina Eka Putri, kandungan hara mikro dan makro di Gunuang Omeh lebih baik daripada daerah lainnya di wilayah Kecamatan Limapuluh Kota.

Untuk membudidayaan jesigo perlu memperhatikan ketinggian tempat. Meskipun adaptasinya luas, beberapa kelompok jeruk berproduksi optimal hanya jika ditanam di dataran rendah kurang dari 400 m dpl.  Contoh jeruk pamelo, sebagian besar varietas siam, serta keprok Tejakula dan Madura.

“Sementara sebagian lain berproduksi optimal jika penanaman di dataran tinggi atau lebih dari 700 m dpl seperti jeruk keprok Batu 55, Tawangmangu, Pulung, Garut, dan Kacang,” ujar Emi.

Jesigo menghendaki sinar matahari penuh alias bebas naungan, suhu 13—35°C (optimum 22—23°C), curah hujan 1.000—3.000 mm/th (optimum 1.500— 2.500 mm/th), dan bulan kering (< 60 mm) selama 2—6 bulan (optimum 3—4 bulan berturut-turut).

Lahan ideal untuk jesigo yaitu memiliki lapisan tanah yang dalam hingga kedalaman 150 cm, tidak ada lapisan kedap air, kedalaman air tanah sekitar 75 cm, tekstur lempung berpasir, dan pH 6. Jika pH tanah kurang dari 5, unsur mikro dapat meracuni tanaman.

“Sebaliknya tanaman kekurangan unsur mikro jika pH lebih dari 7,” tutur Emi. Untuk benih sebaiknya berasal dari produsen yang jelas dan terpercaya.

Benih bermutu baik memiliki kriteria hasil okulasi mata tempel dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) pada batang bawah Japansche Citroen (JC) di dalam polibag. Benih atau bibit itu berlabel, tinggi tanaman sekitar 75 cm, serta pertumbuhan dan perakarannya normal.

Artikel Terbaru

Ancaman Cacing Ascaridia pada Ayam dan Peluang Obat Herbal Indonesia

Infeksi kecacingan Ascaridiosis masih menjadi persoalan serius di industri perunggasan. Selain mengganggu kesehatan ayam, serangan cacing ini juga berujung...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img