Trubus.id—Perawatan, panen, dan pascapanen yang baik membuat rasa robusta istimewa. Kopi asal desa Catangmalang, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, misalnya pernah meraih skor uji cupping 86,25 lantaran fermentasi dengan mikrob residen.
Cara lain untuk meningkatkan cita rasa kopi robusta dengan menambahkan cairan buah nanas. Nanas berperan menurunkan kadar kafeina kopi robusta yang rata-rata 2%.
Kopi fermentasi dalam larutan nanas berkonsentrasi 40% selama 36 jam menghasilkan kadar kafeina hanya 1,15%. Itu setara kafeina kopi arabika.
Selain strategi pascapanen, para pekebun robusta juga memperbaiki produksi dengan pemangkasan, pemupukan, dan peremajaan melalui sambung sisip.
Ragam inovasi itu meningkatkan produksi dan cita rasa kopi robusta. Rasa robusta yang diolah secara natural, honey, atau wine pun layak diacungi jempol. Menurut pegiat kopi Arief Budiawan, lidah masyarakat cocok dengan rasa robusta tapi penasaran dengan rasa arabika.
“Mereka suka rasa asam robusta tapi mencari body tebal dari robusta,” kata pegiat kopi sejak 2006 itu. Solusinya, pemilik kafe Gerobak Kopi Jenggo di Bandung itu menyajikan racikan robusta dan arabika.
Racikan robusta dan arabika pun disajikan banyak kedai kopi. Banyak yang menambahkan rempah seperti kayumanis, jahe, atau sereh untuk menghadirkan cita rasa unik sebagai ciri khas kedai masing-masing.
Robusta dan arabika tersaji berdampingan dalam cangkir. Yang terpenting, kopi menjadi media pergaulan.
