Tuesday, January 27, 2026

Jadi Mumi

Rekomendasi
- Advertisement -

Maklum tubuh anggota famili Apocynaceae itu dibiarkan telanjang tanpa penutup. Lalu digeletakkan begitu saja saling tumpuk di dalam kontainer. Selama perjalanan menuju negara tujuan, tak ada perlakuan apa pun. Kontainer baru dibuka saat kapal tiba di Pulau Formosa. Pantas hanya setengah dari jumlah yang dikirim yang mampu bertahan.

Dijahit

Itu cerita dua tahun silam. Kini sekitar 80% populasi bertahan hidup hingga siap ditanam di taman-taman di negara di Asia Timur itu. Kuncinya, sekujur plumeria dibungkus karung goni—persis seperti mumi. “Karung goni mampu menjaga kelembapan di dalam kontainer,” kata Eddie. Sebelum dibungkus, plumeria dibersihkan dari tanah dan kotoran. Akar-akarnya dirapikan—akar serabut dibuang.

Karung goni dipotong dan dijahit mengikuti bentuk batang dan tajuk plumeria. Sebelum dikenakan pada kamboja kuburan, karung goni direndam dalam air. Pilihan lain, plumeria dibungkus dulu, baru kemudian semprot air. Setelah itu barulah frangipani—nama lain plumeria—disusun di dalam kontainer. Plumeria disiram sekali lagi saat kontainer hendak ditutup. Sebagai sentuhan akhir disemprotkan desinfektan dan akarisida.

Kalau persediaan karung goni terbatas, bagian yang dibungkus cukup yang penting-penting saja. Misal perakaran dan pangkal batang, daerah percabangan, dan bekas pemotongan. Dengan bungkus ala mumi itu, lei flower yang berangkat dari Jakarta selamat sampai ke Taiwan. (Evy Syariefa)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img