Friday, December 2, 2022

Jalur Cepat Gandakan Belang

Rekomendasi

Setek batang dapat diterapkan pada segala jenis sansevieraSetek batang pilihan tepat untuk memperbanyak sansevieria variegata.

Pehobi sansevieria di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Feri Undaru, kerap gagal memperbanyak sansevieria variegata. Ia beberapa kali memperbanyak tanaman hias itu dengan setek daun. Namun, impian memperoleh tanaman berdaun belang alias variegata sulit terwujud. Feri acap kali hanya memperoleh tanaman albino atau anakan normal. Contohnya saat Feri memperbanyak S. ehrenbergi variegata bertipe halfmoon. “Bila tunas keluar dari sisi daun yang berwarna hijau, cenderung menghasilkan tanaman normal. Bila tunas muncul dari sisi yang berwarna kuning anakan malah albino,” katanya.

Padahal, melalui setek daun, Feri menginginkan tunas yang muncul bercorak sama seperti induk. Jika membiarkan tanaman bereproduksi secara alami,  Feri memperoleh anakan lebih lama. Sebab, pertumbuhan sansevieria  variegata lebih lambat. Apalagi untuk variegata bertipe aurea seperti S. pinguicula aurea. Tanaman itu butuh waktu 3—4 bulan untuk memunculkan sehelai daun saja. “Kalau menunggu hingga keluar anak bisa sampai 4 tahun,” kata Feri.

 

Penggal

Bila Feri gagal menuai anakan belang, Pangestu Hadi, pehobi di Bekasi, Jawa Barat, malah sebaliknya. Estu, sapaanya, justru kerap mendapatkan anakan berdaun belang mirip sang induk lewat setek batang. Dari pengalamannya selama dua tahun, perbanyakan ala Estu cukup jitu karena peluang anakan yang dihasilkan 80—90% belang.  Estu menuturkan setek batang lebih efektif untuk meregenerasi tanaman belang dalam waktu singkat dan memiliki karakter sama dengan induk.

“Memang konsekuensi yang ditanggung, tanaman induk menjadi tidak indah lagi akibat sentuhan pisau setek,” kata Estu. Pria 41 tahun itu memenggal induk belang tepat di bagian batang. Setiap setekan terdapat empat daun. Oleh sebab itu, Estu menganjurkan, tanaman induk yang akan diperbanyak sebaiknya memiliki minimal 15 daun. Ia mengikutsertakan empat daun untuk setiap setekan agar peluang kematian akibat busuk lebih kecil.

Penyebab busuk serangan cendawan dan bakteri karena pisau yang kurang steril atau bagian luka luput dari perlindungan fungisida dan bakterisida. Oleh karena itu Estu mengoleskan fungisida dan bakterisida pada batang yang terluka sebelum menanamnya. Setelah itu ia menanam setekan di media tanam berupa campuran pasir malang dan sekam bakar dengan perbandingan sama.

 

Pangestu Hadi kembangkan teknik setek batang sejak 2 tahunKontes

Untuk menjaga media selalu porous, ia membenamkan perlit mengelilingi bibit. “Media porous memudahkan akar untuk tumbuh dan berkembang,” katanya. Akar akan muncul 2—3 pekan pascatanam. Pada saat itu, Estu membelah lagi bibit menjadi dua. “Dengan kata lain, dua individu baru ada di tangan,” kata Estu.

Ia lantas memindahkan kedua bibit itu ke media tanam baru yakni campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang fermentasi. Berselang 4 bulan, anakan sanseviaeria variegata pun siap jual. Menurut ahli Fisiologi Tumbuhan dari Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology—(SEAMO Biotrop), Dr Ir Supriyanto, perbanyakan sansevieria variegata dengan setek batang memungkinkan untuk menghasilkan anakan variegata lebih banyak.

Itu karena setiap tanaman mempunyai ekspresi gen berbeda. “Pada lidah mertua, variasi genetik di daun lebih besar dibanding batang,” katanya. Dengan kata lain, bila memperbanyak melalui setek daun, peluang mendapat anakan yang beragam lebih tinggi. Oleh karena itu, dengan mengikutsertakan batang keragaman dapat ditekan.

Peluang mendapat anakan belang lewat setek batang mencapai 80—90%Pehobi sansevieria senior di Yogyakarta, Seto Gunawan, menuturkan setek batang merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapat anakan belang. Apalagi kalau variegata pada induk masuk hingga ke batang. “Anakan yang keluar bisa dipastikan variegata,” katanya. Menurut Seto, ada cara lain untuk memperoleh anakan variegata, yakni dengan mencabut pucuk daun termuda alias teknik mati pucuk. Namun, kelemahan mati pucuk yakni kemunculan daun tidak diawali dengan daun kecil, tapi daun yang berukuran hampir sama dengan induk.

Akibatnya, sosok tanaman yang dihasilkan kurang kompak. Anakan seperti itu bila dipisah dari induk dan mengikuti kontes sudah pasti mendapat nilai rendah. “Lidah mertua yang terjun ke arena kontes harus memiliki susunan daun teratur, semakin ke atas ukuran daun semakin besar,” tutur Seto. Sementara lewat setek, ritme daun lebih berirama. Diawali dengan daun terbawah yang memiliki ukuran lebih kecil, lantas semakin besar di bagian atas. “Sosok seperti itu mendapat nilai tambah saat penjurian kontes,” kata Seto.

Selain peluang mendapatkan anakan belang lebih besar, keuntungan lain setek batang ala Estu yakni bibit dapat digunakan kembali. “Pisahkan saja anakan yang sudah berumur 5 bulan sejak semai itu dari bibitnya, lalu tanam kembali keduanya di pot yang berbeda,” kata Estu. Peluang mendapatkan keturunan variegata sangat besar, proses cepat, dan induk pun dapat digunakan kembali. Itulah tiga kelebihan setek batang sansevieria. (Andari Titisari)

Previous articleMawar Bebas Tepung
Next articleTarian Maut Burung Surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img