Friday, January 16, 2026

Jambu Andalan Baru

Rekomendasi
- Advertisement -

Jambu biji bertekstur renyah, empuk, minim biji, plus warna daging merah merona.

Jambu chegua berbobot sekitar 400 g per buah.

Trubus — Iqbal Fadillah terpana melihat foto-foto jambu biji dari rekannya asal Medan, Sumatera Utara. “Bentuknya unik seperti bohlam lampu, warna daging buah merah terang, bijinya sedikit, daging buahnya empuk dan renyah,” ujar pehobi tanaman buah di Tasikmalaya, Jawa Barat itu. Tanpa pikir panjang, Iqbal langsung memesan masing-masing satu tanaman untuk jambu biji red diamond dan chegua itu.

Iqbal Fadillah membudidayakan red diamond dan chegua sejak 2018.

Dua nama itu memang masih asing terdengar. Harap mafhum, sang penjual mengimpor langsung dari Thailand lalu menjualnya kepada Iqbal. Selang dua hari, tanaman itu sampai di kediaman Iqbal. “Masing-masing setinggi kurang lebih 70 cm dengan diameter sebesar pulpen,” kata alumnus Sekolah Menengah Industri Kerajinan (SMIK), Tasikmalaya, Jawa Barat, itu.

560 g

Iqbal lalu memindahkannya ke kantong tanam yang berisi media kombinasi tanah, sekam, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. “Setelah masuk di media tanam, di atasnya saya taburi pupuk kandang,” ujarnya. Dalam proses adaptasi, jambu biji itu tak mengalami kendala yang berarti. “Tanaman sehat dan memunculkan tunas-tunas baru,” ujarnya.

Tanaman jambu chegua daunnya cenderung
ramping dan memanjang.

Setiap pekan sekali Iqbal memberikan pupuk NPK dengan dosis satu sendok makan per tanaman. “Setelah diberi NPK, di atasnya saya beri pupuk kandang atau kompos. Saya taburkan di sekeliling tanaman sebagai toping,” ujar lelaki kelahiran 14 April 1977 itu. Selang 2,5—3 bulan, tanaman mulai berbunga.

Iqbal hanya mempertahankan satu buah per tanaman untuk permulaan. “Pertama kali berbuah hanya saya pertahankan satu agar pertumbuhan tanaman tetap maksimal dan tidak terganggu,” ujarnya. Bobot buah untuk jambu red diamond mencapai 560 g per buah. Sementara bobot buah jambu chegua mencapai 400 g.

Menurut Iqbal penampilan jambu chegua maupun red diamond hasil budidayanya sama dengan produksi di Thailand. “Penampilannya sama dengan foto yang saya lihat. Iklimnya relatif sama dengan di Thailand. Sama-sama tropis,” ujarnya. Ketika ia cicip, rasanya juga seperti deskripsi produksi di Thailand yaitu manis, renyah, dan empuk.

Renyah

Jambu red diamond bercita rasa empuk tetapi renyah.

Pehobi tanaman buah di Malang, Jawa Timur, Ahut F Hendarul menuturkan, sepintas penampilan jambu red diamond tidak berbeda dengan jambu kristal asal Taiwan. “Namun ketika dibelah barulah tampak kecantikannya,” ujar Arul. Dari segi tekstur, jambu itu juga enak dan empuk, tetapi tetap renyah seperti jambu biji kristal.

“Empuk itu maksudnya tidak keras, bukan lembut seperti jambu sukun merah saat matang,” ujarnya. Ditambah kemunculan cita rasa dan aroma khas jambu biji merah plus sedikit rasa asam, sehingga terasa segar. Pantas saja jambu itu digemari para pehobi tanaman buah tanah air.

Tanaman jambu red diamond berciri daun yang cenderung membulat dan sedikit lebar.

Penangkar buah di Yogyakarta Wijayahadi Wiwik juga mengoleksi jambu chegua. “Penampilannya oke banget. Teksturnya terkesan crunchy atau renyah, tidak berair seperti jambu getas merah, dan hampir tanpa biji. Itu keunggulannya,” ujarnya. Kini chegua koleksi Wijayahadi baru berumur dua bulan. “Sangat layak untuk dikembangkan,” ujarnya.

Iqbal Fadillah sudah memperbanyak bibit red diamond dan chegua melalui metode sambung susu. Setiap bulan ia mampu melepas 20-an bibit tanaman setinggi 50—75 cm dengan diameter batang seukuran pulpen hingga spidol kecil. Para pembelinya dari berbagai daerah di tanah air seperti Medan, Bogor, Malang, Bali, dan Banyuwangi. “Mereka tertarik karena masih baru dan dari segi penampilan unik dan rasanya enak,” ujar pehobi tanaman buah sejak 2012 itu.

Kini tanaman induk milik Iqbal Fadillah sudah setinggi kurang lebih dua meter dengan diameter batang 4 cm. “Kedepannya saya ingin mengembangkan buahnya dan bisa menjualnya,” ujar Iqbal. Kehadiran red diamond dan chegua memberikan angin segar bagi perkembangan jambu biji tanah air. (Bondan Setyawan)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img