Sunday, November 27, 2022

Jamur Kuping

Rekomendasi

  1. Apakah jamur kuping dapat tumbuh baik di Kupang, Nusa Tenggara Timur?
  2. Bagaimanakah syarat tumbuh untuk jamur kuping?
  3. Bagaimana peluang ekspor jamur kuping saat ini?
  4. Dimana saya bisa mengikuti pelatihan jamur kuping?
  5. Dimanakah saya dapat mencari bibit jamur kuping?
  6. Bagaimana peluang jamur yang lainnya?
I Putu Sentoso Nugroho
OEBA, Kupang, Nusa Tenggara Timur

NS. Adiyuwono

1&2. Untuk menjawab cocok atau tidak jamur kuping ditanam di tempat Anda, saya ingin bertanya dahulu. Apakah syarat-syarat tumbuh jamur kuping di tempat Bapak sudah terpenuhi, antara lain:

  • Masa pertumbuhan/penyebaran miselium (spawn running). Suhu berkisar 24—30oC. Kelembapan udara 90—95%. CO2>500—200 ppm. Ventilasi/sirkulasi udara dibuka tiap 1—2 jam. Tidak terlalu banyak cahaya.
  • Masa pembentukan primodia. Suhu berkisar 12—20oC. Kelembapan 90—100%. CO2 antara 600—1.000 ppm. Pergantian udara/ventilasi setiap 5—8 jam sekali. Intensitas cahaya 500—1.000 lux.
  • Pertumbuhan tubuh buah/panen. Suhu antara 21—30oC. Kelembapan 85—90%. CO2 2.000—5.000 ppm. Pergantian udara setiap 4—5 jam. Intensitas cahaya 500—1.000 lux. Untuk menjaga kelembapan tinggi dan membuat udara tidak terlalu panas rumah farm bisa dimanipulasi dengan cara khusus yang sederhana.

3. Peluang ekspor jamur kuping masih terbuka, terutama ke Singapura, Taiwan, Cina, dan Jepang. Pasar lokal juga masih belum terpenuhi dan harga cukup bagus. Jamur kuping segar di Jawa Rp8.000—Rp10.000/kg. Sedangkan untuk jamur kuping kering mencapai Rp30.000— 40.000/kg.

4. Anda bisa menghubungi universitas terdekat, terutama Jurusan Biologi. Trubus pernah mengadakan pelatihan jamur kuping pada Mei 2004. Anda dapat mengikuti pelatihan serupa bila Trubus mengadakannya kembali.

5. Anda dapat menghubungi Dicky Angka Widjaya di Jl.  Cempaka Putih Raya 29A, Jakarta Pusat atau Agro Makmur Jl. Wirotamtomo No. 16 Solo.

6. Prospek jamur lain di luar jamur kuping masih tetap bagus. Hal itu terlihat dari tingginya harga di beberapa daerah, seperti:

  • Jamur tiram, di daerah Jawa selain Jakarta Rp5.000—Rp7.000/kg. Di Jakarta Rp10.000—Rp15.000/kg; di Bali dan Kalimantan mencapai Rp30.000/kg.
  • Jamur merang, di daerah Jawa selain Jakarta Rp8.000/kg. Di Jakarta Rp10.000/kg. Di luar Pulau Jawa Rp15.000/kg; di Bali Rp40.000/kg.
  • Jamur champignon segar di Jawa Rp10.000—Rp12.000/kg, di luar Jawa mencapai lebih dari Rp30.000/kg. Biasanya ia dipasok untuk memenuhi kebutuhan restoran. Jamur itu langka dan sulit digantikan dengan jamur kalengan (canning).
  • Jamur shitake, di Pulau Jawa Rp30.000/ kg; di Bali Rp50.000—Rp70.000/kg.
  • Jamur ling zhi segar Rp30.000/kg dan yang kering Rp300.000/kg.***

Sagu dan Rumbia

Saya mohon keterangan tentang tanaman sagu, antara lain:

  1. Apakah sama tanaman sagu dengan tanaman rumbia?
  2. Apakah Trubus pernah membahas tentang sagu?
  3. Apakah perbedaan antara tepung sagu dan tepung singkong?
  4. Apa sajakah makanan olahan/penganan yang menggunakan tepung sagu?
  5. Dimanakah sentra penanaman sagu?
  6. Varietas-varietas sagu apa saja yang banyak digunakan di Indonesia?
Samsudi
PT RSUP Industry/CWP 2
Desa Pulau Burung, Inhil
Tembilahan, Riau

Hendro Soenarjono

  1. Tanaman sagu Metroxylon sagu sering tumbuh di rawa. Biasanya tanaman mati setelah berbunga. Empulurnya dibuat tepung sagu. Ada juga tanaman aren atau kawung Arenga pinnata yang empulurnya dibuat sagu. Di Jawa Barat tanaman sagu sering disebut kiray. Kedua jenis palem-paleman itu disadap niranya untuk gula. Buah dari tanaman aren untuk dibuat kolang-kaling. Ada sejenis palem yang disebut nipah Nypa fruticans. Tanaman ini yang disebut rumbia. Orang menyadap bunganya untuk gula, tapi tidak pernah dibuat sagu.
  2. Trubus pernah memuat tentang tanaman sagu pada edisi Februari 1998 dan September 1994.
  3. Tepung dari tanaman palem-paleman itu disebut sagu, sedangkan dari umbi singkong disebut tapioka.
  4. Tepung sagu biasanya digunakan sebagai bahan baku penganan kue. Tepung sagu jauh lebih baik daripada tapioka.
  5. Sentra pohon sagu terdapat di Indonesia bagian timur. Sedangkan sentra aren di Jawa Barat dan Banten.
  6. Varietas-varietas sagu/aren unggul belum banyak diketahui.***

Vanili di Greenhouse

Saya tertarik artikel Trubus edisi Juni 2004 tentang vanili. Untuk itu saya ingin menanyakan beberapa hal:

  1. Apakah vanili bisa ditanam di dalam greenhouse beratap plastik dan bagaimana cara mempertahankan kelembapannya?
  2. Apakah lebih baik menanam vanili di dalam pot atau di tanah?
  3. Apakah vanili bisa disetek pada saat berbuah? Bagaimana caranya?
Johan Sujarwanto
Lapangan Cokelat RT 08/07 No. 27
Jombang Wetan, Cilegon, Banten

Yos Sutiyoso

  1. Vanili bisa ditanam di dalam serra plastik. Namun, harus dilengkapi microsprinklers untuk menyemprotkan larutan pupuk dua kali sehari. Jadi, dengan sistem fertigasi, memupuk dilakukan sambil menyiram.
  2. Menanam vanili secara komersial dilakukan di tanah dengan media bahan organik yang banyak. Sedangkan untuk para hobiis dapat menanam vanili di dalam pot. Keunggulannya, tanaman mudah untuk dipindah-pindahkan.
  3. Sebaiknya cabang vanili yang sedang berbuah dibiarkan menyelesaikan tugasnya mengisi buah hingga cukup tua. Setelah itu baru diambil sulurnya untuk setek perbanyakan. Ukuran setek minimal satu ruas yang dapat dibenamkan untuk tumbuh akar. Sedangkan satu ruas lagi untuk tumbuh tunas di atasnya.***
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img