Friday, January 16, 2026

Jangan Buang Kulit Manggis! Berpotensi Redakan Bronkitis

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Usai konsumsi manggis, jangan buang kulitnya! Ya, berbagai riset membuktikan kulit manggis berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Salah satunya membantu meredakan penyakit bronkitis. 

Penelitian Berlya Putri Dwi Fidya Alvi dan rekan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya membuktikan khasiat kulit manggis mengatasi bronkitis. Mereka menggunakan tikus putih Rattus norvegicus jantan berumur 3 bulan yang dibagi dalam 5 kelompok.

Kelompok 1, tikus sehat sebagai kontrol negatif; kelompok 2 dipapar asap rokok tanpa pengobatan sebagai kontrol positif; sementara kelompok 3, 4, dan 5 terpapar asap rokok dan mendapat terapi ekstrak etanol kulit buah manggis dengan dosis 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kg bobot tubuh.

Hewan uji dipapar asap dari 2 batang rokok setiap hari selama 1 bulan. Hasilnya menunjukkan pemberian ekstrak etanol kulit manggis memperbaiki silia—struktur kecil seperti rambut—di bronkus. Tikus terinduksi asap rokok di kelompok 2 mengalami pembesaran ukuran otot polos.

Hal itu akibat aktivitas sel mast, sel yang menyebabkan pelepasan beberapa zat, termasuk histamin dan heparin sehingga menyebabkan pilek, gatal, hidung tersumbat, dan produksi lendir. Adapun kelompok 3—5 yang mendapat perlakuan ekstrak kulit manggis mengalami penurunan ukuran otot polos bronkus.

Aktivitas sel mast terhambat sehingga gejala bronkitis berkurang. Bahkan tikus di kelompok 5—yang memperoleh ekstrak terbanyak—menunjukkan perbaikan silia dan pengecilan sel otot polos yang terlihat nyata di bawah mikroskop.

Dr. Berna Elya., Apt. M.Si., ahli farmasi dari Universitas Indonesia, menjelaskan kulit manggis mengatasi beragam penyakit karena kandungan santon yang bersifat antioksidan kuat.

Gugus hidroksida santon efektif mengikat radikal bebas, melindungi struktur sel, dan mengurangi pembengkakan. Selain itu, santon meredakan alergi yang turut memicu bronkitis kronis.

Bronkitis adalah peradangan pada bronkus. Akibatnya saluran itu membengkak dan menyempit.

Efeknya aliran napas terhambat sehingga tubuh merespons dengan batuk. Mikroorganisme penyebab radang antara lain bakteri Streptokokus, Stafilokokus, dan bakteri tuberkulosis.

Tanpa pengobatan, bisa menjalar ke alveoli atau kantung-kantung udara pada paru-paru. Kondisi itu disebut emfisema. Akibatnya paru-paru menjadi berlubang-lubang.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img