Monday, April 15, 2024

Jawawut Tanaman Sereal Berbiji Kecil yang Kaya Gizi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Mengadaptasi pola makan manusia pada zaman dulu tanpa harus memerlukan beras disebut Paleo diet. Hal itu salah satu upaya mengatasi masalah ketersedian beras. Salah satu pangan selain beras yang dapat dikonsumsi yakni jawawut. 

Jawawut, tanaman anggota famili Poaceae itu menjadi bahan pangan penting di Tiongkok, India, dan Suriah. Jawawut menempati urutan ke-6 sebagai biji-bijian paling utama yang dikonsumsi sepertiga penduduk dunia.

Peneliti Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasiona Titi Juhaeti dan Ninik Setyowati menuturkan biji Jawawut menjadi salah satu sumber utama energi, protein, vitamin, dan mineral.

Selain itu, kaya vitamin B terutama niacin, vitamin B 6, folacin, dan asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, fenilalanin, dan treonin. Kelebihan lain, Jawawut mengandung senyawa nitrilosida yang berperan sebagai antikanker dan menurunkan risiko penyakit jantung. Kandungan protein dan lemak lebih tinggi dibandingkan dengan beras.

Jawawut memiliki kandungan vitamin A dan B1, mineral, kalsium yang mirip dengan beras. Harga biji Jawawut relatif tinggi. Pedagang di Kabupaten Polewalimandar, Provinsi Sulawesi Barat, menjual biji Jawawut tanpa kulit untuk konsumsi seharga Rp40.000 per 500 gram. Mereka menjual melalui loka pasar.

Itulah sebabnya harga tinggi sehingga Jawawut harus semakin masif dibudidayakan. Pelaku usaha dapat bermitra dengan petani untuk memasok bahan baku Jawawut secara berkala sesuai kebutuhan.

Periset memperkenalkan budidaya Jawawut secara semiintensif untuk mengoptimalkan produksi dan meminimalkan serangan burung kepada petani di Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada 2018.

Jawawut tanaman tahan kekeringan sehingga menjadi solusi menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu. Budidaya Jawawut relatif mudah (baca boks Budidaya Jawawut). Ada 2 jenis Jawawut yakni kuning dan merah. Keduanya memiliki sifat yang berbeda terutama dari kandungan gizi.

Kandungan gizi tepung Jawawut kuning lebih tinggi dibandingkan dengan tepung Jawawut merah. Tepung Jawawut juga mudah menyatu dengan bahan lain, mudah dibentuk, dan cepat matang saat masak. Kadar air yang rendah pada tepung Jawawut (sekitar 9%) memungkinkan menyerap air lebih tinggi. Selain itu, adonan yang dibentuk dari tepung Jawawut berwarna lebih cerah.

Musababnya kadar abu dalam tepung Jawawut cukup rendah. Tepung Jawawut juga mengandung kadar pati lebih rendah daripada tepung terigu dan bebas gluten. Jenis tepung itu cocok untuk pembuatan pound cake (jenis jenis kue yang tidak mengembang, seperti kukis, bronis, dan biskuit).

Tambahan gizi yang tidak kalah penting tepung Jawawut yakni serat. Kandungan serat yang tinggi dalam bahan makanan memperlancar pencernaan sehingga membantu mengurangi risiko penyakit jantung koroner, diabetes, dan kanker.

Upaya mempopulerkan kembali budidaya dan pemanfaatan Jawawut telah dilakukan di Magelang, Provinsi Jawa Tengah, sejak 2018. Harap mafhum daerah itu memiliki nilai pariwisata yang strategis.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Sensasi Rasa Pir pada Durian Kawe

Trubus.id—Indonesia memiliki ragam durian lokal yang tak kalah enak. Salah satunya durian kawe dari Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img