Jejak Petani: Lulusan SD, Kini Menguasai Pasar Buncis Singapura

Rekomendasi
- Advertisement -

Kali ini Jejak Petani mengunjungi lahan pertanian di Kampung Gandok, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang bersama Bapak Ulus Pirmawan (Kang Ulus), yang membagikan pengalaman membudidayakan baby buncis Kenya untuk pasar ekspor. Berawal dari keterbatasan biaya yang membuatnya terpaksa terjun ke kebun setelah lulus SD, kini sistem kemitraan seluas empat hektar yang dikelolanya sukses menyuplai komoditas sayur premium hingga menembus pasar Singapura dan bahkan meraih penghargaan bergengsi dari FAO.

Dalam video ini, Kang Ulus menjelaskan pesona dari baby buncis Kenya yang menjadikannya primadona di pasar internasional. Dengan keunggulan daya simpan yang sangat kuat—mampu bertahan hingga satu minggu di suhu ruangan biasa tanpa layu—varietas lokal hasil adaptasi ini memiliki daya tarik dan nilai jual yang melampaui buncis biasa. Menariknya, demi menjaga kontinuitas suplai hingga 1,5 ton per jadwal kirim, Kang Ulus membangun sistem kemitraan padat karya bernilai jutaan rupiah yang berhasil menyejahterakan puluhan petani di desanya.

Tak hanya membahas potensi dan strategi pasar, video ini juga mengulas tantangan operasional dan teknis perawatan kebun buncis secara faktual. Mulai dari tiga kunci utama budidaya: pengolahan lahan yang gembur, keharusan penggunaan pupuk kompos matang, dan pemilihan benih lokal berkualitas, hingga mitigasi terhadap sulitnya mencari buruh tani dan fluktuasi harga pasar domestik. Semua dibagikan secara terbuka sebagai pesan untuk generasi muda agar tidak gengsi membangun bisnis mandiri di sektor pertanian.

Mari simak kisah dan pembelajaran berharga tentang bagaimana menaklukkan tantangan merawat tanaman sayur dan membangun pasar ekspor berkelanjutan untuk komoditas lokal Indonesia.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Cokelat Bubuk dan Arang Karbon Aktif Indonesia Jajaki Pasar Timur Tengah

Produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif asal Indonesia berpeluang menembus pasar Timur Tengah. Peluang tersebut ditandai dengan...

More Articles Like This