Lele Marinasi Bandung Menembus Pasar Taiwan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id, Jakarta – Lele tak lagi sekadar ikan konsumsi pasar domestik. Produk olahan lele marinasi beku dari Bandung, Jawa Barat, kini menembus pasar Taiwan. Ekspor perdana sebanyak 10,5 ton itu bernilai sekitar Rp400 juta.

Pengiriman berlangsung di Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (6/8/2026). Produk tersebut diproduksi oleh PT Asha Nuova International, salah satu unit pengolahan ikan yang memenuhi persyaratan mutu untuk pasar ekspor.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ishartini, mengatakan keberhasilan lele asal Bandung masuk Taiwan tidak terlepas dari penerapan jaminan mutu sejak hulu hingga hilir.

“Komoditas lele Indonesia saat ini telah masuk dalam skema sertifikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik), CPIB (Cara Penangkapan Ikan yang Baik) untuk hulu, serta SKP (Sertifikasi Kelayakan Pengolahan) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) untuk hilir,” kata Ishartini dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ishartini, penerapan standar tersebut menjadi salah satu kunci agar produk perikanan Indonesia mendapat pengakuan dari otoritas kompeten di negara tujuan. Dengan demikian, produk memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh persetujuan masuk ke pasar ekspor.

Berpotensi naik dua kali lipat

Lele marinasi menjadi salah satu produk perikanan Indonesia yang mulai diminati pasar global, menyusul komoditas seperti ikan nila. Ekspor ke Taiwan itu merupakan pengiriman perdana atau batch pertama.

Volume pengiriman berikutnya bahkan direncanakan meningkat. Jika pada ekspor perdana sebanyak 10,5 ton, pengiriman selanjutnya ditargetkan mencapai 20 ton.

“Sudah dijadwalkan pada bulan depan (September 2026) menyusul produk dari ikan nila,” ujar Ishartini.

Kepala UPT Badan Mutu KKP Bandung, Darwin Syah Putra, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan volume sekaligus nilai ekspor produk olahan ikan dari Jawa Barat. Upaya tersebut didukung program kampung budidaya tematik yang diharapkan memperkuat pasokan bahan baku dari sektor hulu.

Salah satu strategi yang ditempuh ialah mendorong Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang telah mengantongi sertifikasi mutu untuk menjadi penampung produk dari UMKM perikanan di Jawa Barat. Pola tersebut memungkinkan produk UMKM masuk ke rantai pasok yang memenuhi persyaratan mutu ekspor.

Data Badan Mutu KKP menunjukkan ekspor perikanan Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai 1.800 ton dengan nilai sekitar Rp42 miliar.

Komoditas yang telah menembus pasar mancanegara antara lain layur, cumi, tenggiri, sumpia udang, sotong, cunang, dan ikan nila. Produk-produk tersebut diekspor ke sejumlah negara, seperti Hong Kong, Filipina, Kanada, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Timor-Leste, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, dan Tiongkok.

Kini, lele marinasi menambah daftar komoditas perikanan Jawa Barat yang mendunia dengan Taiwan sebagai pasar barunya.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Cokelat Bubuk dan Arang Karbon Aktif Indonesia Jajaki Pasar Timur Tengah

Produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif asal Indonesia berpeluang menembus pasar Timur Tengah. Peluang tersebut ditandai dengan...

More Articles Like This