Saturday, January 24, 2026

Jeruk Nipis Lawan Ketombe

Rekomendasi
- Advertisement -

Ketombe muncul karena pertumbuhan jamur Malassezia atau dulu disebut Pityrosporum pada kulit kepala yang lembap dan berminyak. Jamur ini memecah sebum menjadi asam lemak yang bisa memicu iritasi dan pengelupasan kulit. Dalam tinjauan pustaka “Potensi tanaman herbal terhadap jamur Pityrosporum ovale penyebab ketombe” oleh Laelasari dan Musfiroh (2022), disebut bahwa Pityrosporum ovale adalah salah satu penyebab utama ketombe dan bahwa banyak tanaman herbal memiliki aktivitas anti-jamur yang efektif.

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sudah menjadi bagian perawatan rambut tradisional di berbagai daerah karena kandungan asam sitratnya yang mampu mengurangi produksi minyak (sebum). Penelitian “Pengaruh Pemanfaatan Jeruk Nipis terhadap Penyembuhan Ketombe Kering di Kulit Kepala” oleh Rahmadani (2012) menemukan bahwa penggunaan jeruk nipis secara rutin sekali sehari menurunkan jumlah kerak dan rasa gatal pada ketombe kering.  Selain itu, jeruk nipis juga kaya vitamin C dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan dan membantu menjaga kesehatan kulit kepala.

Penerapan jeruk nipis dalam formulasi sampo makin banyak dieksplorasi. Sebagai contoh, penelitian “Pemanfaatan Kombinasi Sari Buah Jeruk Nipis dan Ekstrak Daun Kangkung” oleh Romadhonni et al. (2021) menguji formulasi sampo cair kombinasi jeruk nipis dan kangkung, dan menyatakan bahwa jeruk nipis mampu mengurangi sebum, sedangkan kangkung memberikan efek tambahan fitokimia seperti flavonoid dan antioksidan.  Metode aplikasinya pembuatan sampo, evaluasi pH, tinggi busa, dan organoleptis menunjukkan bahwa formula yang optimal memberikan performa yang baik terhadap parameter-fisik dan kimia. Kini jeruk nipis tak hanya digunakan sendiri, tapi juga dikombinasikan dengan bahan lain dalam produk modern. Riset “Formulasi Sampo Berbahan Jeruk Nipis dan Mentimun” oleh Ahriyani Rahim, Hermawati, dan Fitri Ariani (2024) memperlihatkan bahwa sampo dengan jeruk nipis 1 % dan mentimun 20 % memiliki efek positif terhadap ketombe responden melaporkan ketombe berkurang sekitar 60%, tidak ada iritasi, dan rambut terasa lebih lembut.  Kondisi ini membuka peluang nyata bagi produk herbal yang efektif, aman, dan cocok untuk penggunaan sehari-hari.

(Naya Maura Denisa)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img