Tuesday, November 29, 2022

Jeruk Wangon Kembali Berjaya

Rekomendasi

Jeruk siam wangon pernah kondang dan berjaya lantaran manis dan bersosok prima. Saat dikupas, tampak daging berwarna jingga mencolok. Bila buah dibelah melintang terlihat 10—13 septa yang juicy dihiasi 1—2 biji. Sayang, popularitas siam wangon sempat surut lantaran bakteri CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang mengganas pada 1980-an. Ratusan pohon jeruk siam yang menjadi sumber pendapatan pekebun di Wangon disinggahi ribuan kutu loncat pembawa CVPD. Akibatnya daun dan tunas-tunas muda menjadi keriting, lambat laun kering dan tak mempersembahkan sebutir buah pun untuk dipanen.

Namun, kondisi mulai berubah sejak 2002. Di Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, siam kini mulai mudah ditemukan di kebun-kebun penduduk. Bibit asal okulasi mulai berbuah pada umur 2,5—3 tahun. Produksinya pun relatif tinggi: 10—14 kg per pohon pada tahun ke-3. Tahun ke-6—9, produksi mencapai 750—900 buah yang setara dengan 90—200 kg per pohon. Produksi bisa mencapai titik lebih bila perawatan intensif.

Pantas saat musim raya tiba pemandangan tajuk-tajuk siam yang keberatan digelayuti puluhan buah menjadi hal lumrah di kebun-kebun. Di luar panen raya, setiap saat buah dalam jumlah terbatas terus bermunculan. Buah relatif tahan simpan. Asal diletakkan di dalam wadah berlapis potongan kertas, kualitas bakal tetap terjaga selama 8—10 hari setelah petik. Transportasi jarak jauh pun tak jadi masalah.***

 

Previous articleRahasia Seabad
Next articleHerbal Pascastroke
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img