Sunday, May 31, 2026

Kampung Nila Kawali di Ciamis Mampu Panen 300 Kuintal per Hari, Masuk pada Desa Perikanan Cerdas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Gabungan pembudidaya ikan nila di Desa Kawali, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat memanen hingga 300 kuintal ikan nila perhari.  Jika harga ikan nila Rp30.000 per kg, maka rata-rata omzet Rp9 juta per hari atau Rp3,2 miliar per tahun.

Harap mafhum Desa Kawali merupakan kampung nila inovatif dengan program Desa Perikanan Cerdas (Smart Fisheries Village)  yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP). Keruan saja  kelompok perikanan Kawali berhasil mendapat penghargaan prestisius dari Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Melansir pada laman KKP Ketua Gapokkan Kampung Nila Kawali Iim Gala Permana menyampaikan rasa syukur dan optimis hal itu menjadi motivasi untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan. Pasalnya hasil panen juga meningkat 400 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) I Nyoman Radiarta menuturkan bahwa SFV merupakan pembangunan desa perikanan dari hulu ke hilir.

Ia menuturkan pembangunan perikanan itu berbasis penerapan teknologi informasi, komunikasi, dan manajemen tepat sehingga kegiatan usaha berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.  

Ia menuturkan bahwa program  itu juga sebagai turunan dari implementasi program Ekonomi Biru KKP.

Menurut salah satu pendiri Kampung Nila Kawali, Wahyu semula konsep budi daya ikan yang baik  selalu ditolak masyarakat, karena masyarakat sudah mencoba tapi gagal.

“Tapi setelah terbukti Pak Iim berhasil di budi daya dengan pendampingan penyuluh, masyarakat mulai tergerak untuk bergabung,” ujarnya.

Wahyu menuturkan  semula budi daya belum produktif. Hanya sekali setahun atau hanya saat momen-momen penting saja seperti lebaran, kenduri, dan hajatan. Kini 3—4 kali per tahun. Selain itu, juga terdapat restoran dan olahan ikan. Menjadi pusat Pendidikan, pelatihan, magang, hingga wisata.  

Iim menuturkan permintaan ikan nila juga berdatangan dari pasar ekspor. “Sekarang permintaan sudah ada dari luar negeri. Misalnya kemarin Korea minta berton-ton kami tolak dulu, karena kami masih mampunya ukuran kuintal,” ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Giyatno menuturkan program SFV membantu budi daya ikan nila menjadi lebih produktif.

Ia menuturkan semula satu kolam hanya 100 kg ikan nila, tetapi melalui SFV dengan strategi pengembangan ikan Sistem Budi Daya dengan Sentuhan Kincir Air (Sibudikuncir), maka meningkat hingga 400%.

“Ini menjadi satu kawasan terpadu yang terintegrasi dari mulai pembenihan, budidaya, pemanenan, pemasaran, termasuk pengolahan ikan,” ujar Giyatno di SFV Kampung Nila Kawali.

Keberhasilan masyarakat pelaku utama kelautan dan perikanan tidak terlepas dari peran pendampingan oleh penyuluh perikanan di berbagai daerah, termasuk di SFV.

Selain kepada Gapokkan Kampung Nila Kawali, Menteri Trenggono juga memberikan penghargaan kepada pihak-pihak lainnya yang telah berjasa di sektor kelautan dan perikanan, salah satunya penyuluh perikanan. 

Pada Silaturahmi dan Apresiasi Masyarakat Kelautan dan Perikanan, penyuluh perikanan terbaik pertama diraih oleh Fahmi Lubis Rhafsanzani dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, kedua oleh Meiske Sipasulta dari BPPP Ambon, dan ketiga oleh Fridudin dari Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Palembang.

“Kami sangat mengapresiasi terhadap kinerja penyuluh, di mana BPPSDM ada tiga penyuluh yang mendapat penghargaan secara nasional oleh Bapak Menteri. Ini merupakan bukti nyata bagaimana penyuluh berperan aktif dalam mendukung program-program prioritas kelautan dan perikanan dalam mengawal ekonomi biru untuk Indonesia maju,” ujar Kepala BPPSDM I Nyoman Radiarta.


Artikel Terbaru

Cara Tepat Mengemas, Menyimpan, dan Mengolah Daging Kurban agar Tetap Segar dan Sehat

Trubus.id-Momen Hari Raya Iduladha selalu diiringi dengan melimpahnya persediaan daging kurban di tengah masyarakat. Namun, keterbatasan waktu dan kapasitas...

More Articles Like This