Monday, August 15, 2022

Kanker Hilang Janin Datang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dua garis merah berjajar masing-masing sepanjang 1 cm itu membuat Ari Utami girang bukan kepalang. Itu penantian 2,5 tahun.

 

Sejak menikah pada 2009, baru September 2011 Ari Utami melihat dua garis merah pertanda kehamilan itu. Itulah pertanda yang menjadi penantian dan akan menghilangkan ketrenyuhan saat ada yang bertanya, “Kapan punya momongan?”. Pada Februari 2012, usia kehamilan perempuan 32 tahun itu mencapai 6 bulan. Keruan saja Ari Utami menjaga kehamilan dengan sangat hati-hati.

Ihwal sulit hamilnya Ari berdasarkan pemeriksaan dokter karena ketidakstabilan hormon dalam tubuh, muncul 3 mioma berdiameter masing-masing 9-11 cm menempel di dinding rahim, serta menderita kanker mulut rahim stadium dua. Semua penyakit itu membuatnya sulit hamil. Mendengar penjelasan dokter di sebuah rumahsakit di Jakarta Barat itu, “Rasanya dunia menjadi gelap,” kata Ari. Dokter menyarankan agar Ari Utami segera menjalani operasi. “Tak ada jalan lain selain operasi,” kata dokter kala itu seperti diulangi Utami.

Terhambat

Ari memutuskan pulang tanpa perawatan. “Saya tak mau operasi,” kata Ari yang tak berhenti menangis selama perjalanan pulang dari rumahsakit. Harapan menimang anak seakan semakin jauh. Menurut dr Kerry Ramlan Kartosen SpOG, dokter kandungan dan kebidanan di Rumah Sakit Islam Siti Hajar, Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, beberapa faktor penyebab pasangan sulit mendapatkan anak, antara lain kelelahan, kondisi hormon yang tidak baik, saluran tuba fallopi tersumbat, toksoplasma, tidak terjadi ovulasi, kualitas sperma yang tidak baik, dan adanya mioma atau kista seperti pengalaman Ari Utami.

Menurut Kerry mioma dapat menyebabkan perempuan sukar hamil karena menghambat jalan sperma ke rahim sehingga mempersulit pembuahan. Kerry mengatakan mioma merupakan tumor jinak, padat, dan muncul di rahim. Mioma dapat muncul di luar rahim, di dalam dinding rahim, atau di dalam rongga rahim. “Mioma harus diangkat,” ujar Kerry.

Sejak beranjak dewasa, Ari Utami kerap mengalami datang bulan yang tak teratur. Itu indikasi hormon tak stabil. Itulah sebabnya ia mengunjungi dokter dan memperoleh obat pengatur hormon. Celakanya, “Hormon estrogen dalam tubuh dapat merangsang pertumbuhan mioma,” kata Kerry. Pasalnya, mioma memiliki sel-sel reseptor estrogen yang banyak sehingga dapat tumbuh cepat.

Sebelum menikah pada 2009, ia juga memeriksakan kesehatan. Hasil pemeriksaan normal, tetapi dokter menemukan bayangan samar dalam rahimnya. “Seseorang yang sudah memiliki bawaan mioma sejak lahir, biasanya akan membesar di masa reproduksi apabila kondisi tubuhnya tidak baik,” kata Kerry. Dokter menyarankan untuk kembali memeriksakan diri setelah menikah, tetapi Ari Utami tak sempat.

Kulit manggis

Ari Utami lantas mematuhi saran paman untuk menemui Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Provinsi Jawa Barat. Valentina meresepkan beragam herbal antara lain kulit manggis, temuputih Curcuma zedoaria, daun sirsak, temukunci Boesenbergia rotunda, bandotan Ageratum conyzoides, rumput mutiara Hedyotis corymbosa, dan barucina Artemisia vulgaris. Menurut Valentina herbal utamanya adalah kulit manggis dan rimpang temuputih.

Peran kedua herbal itu sebagai antioksidan, mematikan sel kanker, dan menstabilkan hormonal. “Kulit manggis sebagai antioksidan akan meningkatkan imunitas tubuh dan mematikan sel kanker,” kata Valentina. Temumangga memperkuat bagian kewanitaan, bandotan berfungsi untuk mengecilkan mioma, dan barucina berfungsi mengontrol hormon tubuh. Menurut Kerry, kondisi tubuh perempuan yang bugar mendukung terjadinya pembuahan.

Setiap pagi Ari merebus sebuah kemasan berupa campuran beragam herbal dalam bentuk serbuk dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa dua gelas. Ia mengendapkan kemudian meminum ramuan itu dua kali masing-masing segelas pada pagi dan siang. Ari mengonsumsi obat herbal dengan teratur. Selain itu ia juga mengubah pola makan. “Delapan puluh persen porsi makan adalah sayuran dan buah,” kata Valentina. Ari juga menghindari konsumsi daging hewan berkaki empat, telur, kecap, dan susu sapi.

Ari Utami kembali memeriksakan diri Juli 2011. Menurut dokter yang memeriksa,  dua mioma hilang, hanya tersisa mioma berukuran 8 cm di rahim kanan. Begitu juga kanker serviks hilang sepenuhnya. Usai memeriksakan diri ke dokter, Ari Utami juga menghubungi Valentina. Saat itu Valentina menanyakan kapan Ari Utami menjalani program hamil.

Ari menyatakan siap untuk mengandung karena usia semakin bertambah. Valentina pun kembali meresepkan beragam herbal, antara lain kulit manggis dan rimpang temuputih. Sebulan berselang, pada September 2011, Ari Utami positif hamil. Ia mengecek hasil test pack dan mendapati dua garis berwarna merah tanda ia hamil. Kini kandungan Ari Utami berusia 6 bulan. Dokter kandungan yang menangani Ari menyatakan kandungan Ari kuat.

Namun karena masih terdapat sebuah mioma dalam rahim, Ari harus berhati-hati. Kehamilan bersamaan dengan adanya mioma berbahaya bila mioma terletak di dalam rahim. “Mioma dapat mendesak dan membahayakan pertumbuhan janin sehingga bisa gugur atau lahir prematur,” kata Kerry. Namun, hingga kini kandungan Ari tetap dalam keadaan baik. “Biasanya mioma ikut membesar saat hamil, tetapi itu tidak terjadi pada saya,” kata Ari. Jika tanpa aral, Ari Utami menimang buah hati tiga bulan mendatang. (Susirani Kusumaputri)

 

^ Kulit manggis sebagai antioksidan akan meningkatkan imunitas tubuh dan mematikan sel kanker

< Ari Utami tengah berbahagia mengandung buah hati setelah lebih dari 2 tahun penantian

Bandotan menjadi pendamping kulit manggis, berfungsi untuk mengecilkan miom

Selama pengobatan Ari dilarang mengonsumsi daging hewan berkaki empat karena mengandung lemak tinggi

Mioma dapat menyebabkan perempuan sukar hamil karena menghambat jalan sperma ke rahim sehingga mempersulit pembuahan

 

Previous articleRimpang Atasi Radang
Next articleCegah Stroke
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img