Friday, December 2, 2022

Karena Vitamin Tahan Suhu Dingin

Rekomendasi

Tak ada yang spesial di kolam udang galah milik Fuad. Semua tampak seperti lazimnya lokasi budidaya udang. Kolam tanah seluas 633 m2 itu dilengkapi pipa-pipa saluran air. Cuma yang aneh, sampai radius 10 km dari lokasi kolam tidak ditemukan pembudidaya udang galah lain. Maklum, penduduk setempat berkeyakinan udang galah tidak bisa dibudidayakan di daerah dingin. Mereka lebih memilih ikan konsumsi lain seperti lele dan nila. ‘Udang galah tumbuhnya lambat dan banyak yang menjadi kuntet,’ ujar Fuad.

Kolam yang terbagi 2, masing-masing 408 m2 dan 225 m2 itu diisi ribuan Macrobrachium rosenberghii dengan padat tebar 9-10 ekor/m2. Nah, ini yang istimewa: setelah 1,5 bulan dipelihara dari tongkolan ukuran 5-7 cm, bobotnya menjadi 15-18 g/ekor. Pada suhu ideal, 26-29oC dengan padat tebar sama, bobotnya justru hanya 9-11 g/ekor. ‘Setelah 2 bulan dipelihara di suhu 18-25oC, rata-rata dapat mencapai bobot 20 g/ekor,’ ujar peternak yang sudah berpengalaman 9 tahun itu.

Vitamin lengkap

Budidaya udang galah di daerah bersuhu dingin banyak kendala. ‘Sebetulnya udang bisa hidup sampai suhu 18oC, Cuma metabolismenya lambat,’ tutur Dr Fauzan Ali, peneliti Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Puslit Limnologi LIPI) di Cibinong, Bogor. Karena metabolisme lambat, udang menjadi malas makan. Lambat laun anggota keluarga Crustaceae itu kekurangan nutrisi sehingga pertumbuhan terhambat dan rentan penyakit. Padahal, ‘Peternak maunya memberikan pakan banyak karena mengharapkan udang cepat besar,’ ujar Fuad. Namun, itu gagal.

Hasilnya bisa ditebak. Sisa pakan mengendap di dasar kolam dan membusuk. Amonia yang dihasilkan menjadi media tumbuh parasit golongan suctorea dan ciliatea, yang lantas menempel pada kulit udang. Keduanya tak hanya mengisap sari makanan dari tubuh, tapi juga mengganggu aktivitas udang.

Menurut Fuad agar udang tetap tumbuh normal perlu diberi vitamin lengkap. Vitamin itu akan meningkatkan stamina dan daya tahan. Alumnus Teknik Lingkungan ITB itu membuat ramuan suplemen berisi vitamin B kompleks, C, D, dan dicampur minyak ikan tenggiri yang diencerkan dengan air. Campuran berbau amis itu yang diberikan untuk meningkatkan nafsu makan udang.

Suplemen itu juga menghemat pakan sampai 30%. Musababnya, itu dapat memfermentasi pakan sehingga mudah dicerna. Umumnya pakan diberikan sebanyak 5-10% dari bobot tubuh sehingga untuk 1.000 udang berbobot 2-5 g diperlukan 0,5 kg pakan/hari. Dengan suplemen itu, pakan yang diberikan cukup 3,5-4 ons. Semua akan termakan sehingga tidak ada sisa pakan.

Menurut Ir Gunawan, peneliti bidang Produktivitas Perairan Darat Puslit Limnologi LIPI, bakteri fermentator dalam pakan dapat membantu pencernaan kalau jenisnya sama dengan yang terdapat di saluran pencernaan udang. ‘Makanya mudah dicerna karena sudah mengalami penguraian awal,’ paparnya. Persentase pakan terserap meningkat sehingga ukuran panen lebih cepat tercapai.

Moulting serentak

Tuntas dongkrak stamina udang, Fuad ganti mengutak-atik kualitas air. Maklum, air yang terlalu asam berbahaya. Hujan di Ciparay bersifat asam. ‘Sehabis hujan, pH bisa anjlok sampai 4,’ ungkap pensiunan PDAM Purwakarta itu.

Belajar dari cara lama peternak yang memakai batu gamping, untuk menetralkan keasaman Fuad membuat campuran berbahan dasar serupa. Campuran itu kaya kalsium dan unsur logam lain yang mampu menetralkan lonjakan pH.

Setelah hujan, ramuan itu diteteskan ke kolam. Dapat juga digabung dengan pakan untuk memperkuat daya tahan udang terhadap perubahan kualitas air. Ternyata, pertumbuhan udang membaik. Asupan kalsium merangsang udang cepat berganti kulit alias moulting. Lebih jauhnya, proses moulting semua udang di kolam dapat berlangsung serentak dalam 1 hari.

‘Kalau pagi moulting, sorenya semua sudah selesai,’ ujar Ahmad Awaludin, staf bagian produksi. Saat itu-pertengahan 2007-dari total jenderal 6.000 benur yang ditebar, semua moulting dalam 1 hari. ‘Itu luar biasa. Umumnya perlu 2 minggu,’ ujar Gunawan.

Keuntungan moulting serentak: mortalitas turun sampai di bawah 10%. Padahal, biasanya tingkat mortalitas mencapai 30%. Maklum, udang yang baru moulting tubuhnya sangat rapuh sehingga kerap dimangsa sesamanya. Jika moulting berlangsung serentak, kanibalisme tidak terjadi karena semua lemah. Keberhasilan Fuad itu menjadi bukti budidaya udang galah di suhu dingin bukan kendala. Jika vitamin dan kualitas air dijaga, produktivitas sangat mungkin menyamai agroklimat ideal. (A. Arie Raharjo/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan)

Previous articleCoba Sendiri
Next articleAgar si Belang Prima
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img