Saturday, August 13, 2022

Kayumanis Halau si Manis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Ekstrak kayumanis mengandung polimer tipe-A yang teruji klinis menurunkan kadar gula darah
Ekstrak kayumanis mengandung polimer tipe-A yang teruji klinis menurunkan kadar gula darah

Selain berfaedah menyedapkan masakan, kayumanis juga teruji klinis menurunkan kadar gula darah.

Sebuah duri ikan asin sepat Trichogaster pectoralis menjadi petaka bagi Djuariah Mintarsih. Saat tengah duduk di atas karpet, betis kaki kanan ibu asal Kota Cimahi, Jawa Barat, itu tak sengaja tertusuk duri ikan karabat gurami itu yang tercecer di permukaan karpet. Beberapa pekan kemudian luka yang semula hanya berupa lubang seujung jarum itu akhirnya semakin lebar dan membengkak. Dari dalam luka keluar cairan.

Khawatir kondisi luka berakibat fatal, Mintarsih pun memeriksakan diri ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi. Untuk mengobati luka dokter Puskesmas memberikan antibiotik dan serbuk untuk mengeringkan luka. Namun, luka hanya sementara mengering. Begitu tersiram air saat mandi, dari dalam luka kembali mengeluarkan cairan. Kulit di sekitar luka malah menghitam.

Mintarsih lalu memeriksakan diri ke sebuah rumahsakit. Dokter menyarankan Mintarsih untuk memeriksa kadar gula darah. Hasil pemeriksaan laboratorium, kadar gula darah ibu 6 anak itu mencapai 389 mg/dl, jauh lebih tinggi daripada kadar gula normal yakni 126—200 mg/dl. Dokter menduga luka yang tak kunjung sembuh itu akibat gangren atau kondisi ketika sel-sel pada jaringan tubuh mengalami nekrosis atau mati. Penyebab utama gangren adalah  berkurangnya pasokan darah ke jaringan tubuh sehingga mengakibatkan kematian sel. “Diabetes dan merokok dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terkena gangren,” ujar dokter spesialis penyakit dalam RS Mardi Rahayu di Kudus, Jawa Tengah, dr Philemon Konoralma SpPD.

Populasi kayumanis di Indonesia melimpah
Populasi kayumanis di Indonesia melimpah

Obat di dapur

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah sehingga jaringan tubuh tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Kadar gula darah tinggi juga menurunkan tingkat kekebalan tubuh pasien diabetes. Akibatnya pasien mudah terserang infeksi jika terluka. Kondisi kadar gula darah tinggi juga disukai bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit untuk tumbuh. Sejak itulah Mintarsih pun bergantung pada obat penurun kadar gula darah, selain obat antibiotik dan penyembuh luka.

Padahal, bahan alami yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah sering kali tersedia di dapur. Salah satunya kayumanis Cinnamomum burmanii. Bumbu masakan rendang dan gulai itu ternyata berkhasiat membantu mengendalikan kadar gula darah. Faedah tanaman anggota famili Lauraceae itu bahkan sudah teruji klinis. Salah satunya hasil penelitian Alam Khan MS PhD dan rekan dari Departemen Gizi Manusia, Universitas Pertanian Peshawar, Pakistan.

Khan melakukan penelitian pada 30 diabetesi tipe 2 pria dan 30 diabetesi tipe 2 wanita yang seluruhnya berusia lebih dari 40 tahun. Seluruh pasien itu dibagi ke dalam 6 kelompok. Tiga kelompok di antaranya merupakan plasebo. Sementara tiga kelompok sisanya diberi perlakuan dengan mengonsumsi ekstrak kayumanis dalam bentuk kapsul dengan dosis masing-masing 1 g, 3 g, dan 6 g per hari. Penelitian itu berlangsung selama 60 hari.

Hasil penelitian menunjukkan kadar gula darah seluruh pasien yang diberi asupan ekstrak kayumanis menurun signifikan yakni mencapai 18—29% setelah 40 hari perlakuan. Pada pasien yang diberi asupan 6 g ekstrak kayumanis per hari mulai menunjukkan penurunan kadar gula darah sejak hari ke-20.

Suplemen berbahan ekstrak kayumanis yang beredar di pasaran
Suplemen berbahan ekstrak kayumanis yang beredar di pasaran

Ibarat pepatah sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui, itulah yang terjadi pada kelompok pasien yang mengonsumsi ekstrak kayumanis. Bukan hanya kadar gula darah turun, kadar trigliserida mereka juga turun 23—30% setelah 40 hari perlakuan. Begitu juga dengan kadar kolesterol total yang menurun hingga 13—26%. Kadar low densitiy lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat turut anjlok hingga 10—24%. Namun, konsumsi ekstrak kayumanis tak mampu meningkatkan high density lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik.

Menurut Khan dalam jurnal yang diterbitkan media publikasi Asosiasi Diabetes Amerika, Diabetes Care, kayumanis mampu membantu menurunkan kadar gula darah dengan mengaktifkan sintesis glikogen. Selain itu kayumanis juga meningkatkan serapan glukosa dan menghambat glikogen sintase kinase-3 beta sehingga mengurangi resistensi insulin. Ekstrak kayumanis juga mampu meningkatkan aktivitas reseptor insulin kinase, menghambat defosforilasi reseptor insulin, dan memaksimalkan fosforilasi reseptor insulin. Seluruh efek itu akan meningkatkan sensitivitas insulin.

Polimer tipe-A

Konsultan industri makanan dan gizi di Amerika Serikat, Densie Webb PhD RD, dalam buku A Scientific Review Cinnamon and its Role in Diabetes, menyebutkan kayumanis kaya kromium. Unsur itu merupakan mineral esensial yang diperlukan tubuh untuk metabolisme karbohidrat. Namun, senyawa yang paling berperan dalam mengendalikan kadar gula darah adalah polimer tipe-A polifenol rantai ganda. Senyawa unik itu terbukti secara klinis meningkatkan metabolisme glukosa. Salah satu perusahaan farmasi di Amerika Serikat telah mematenkan senyawa aktif itu dan mengolahnya menjadi suplemen untuk membantu mengendalikan kadar gula darah.

Menurut anggota staf Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Dr Abdul Mun’im MSi Apt, kayumanis juga membantu mengendalikan kadar gula darah dengan cara menghambat aktivitas alfaglukosidase, yakni enzim yang berperan mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Karbohidrat dicerna oleh enzim di dalam mulut dan usus menjadi gula yang lebih sederhana, lalu diserap ke dalam tubuh dan meningkatkan kadar gula darah.

Dalam proses pencernaan karbohidrat, pankreas melepaskan enzim alfaglukosidase ke dalam usus untuk merombak karbohidrat menjadi oligosakarida. Setelah itu oligosakarida diubah lagi menjadi glukosa oleh alfaglukosidase yang dikeluarkan sel-sel usus halus yang kemudian diserap ke dalam tubuh. Dengan penghambatan aktivitas alfaglukosidase, kadar glukosa dalam darah dapat kembali pada ambang batas normal.

Efek kayumanis dalam menghambat aktivitas alfaglukosidase itu terbukti dalam riset Riza Apriani dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Riza menguji secara in vitro terhadap ekstrak petroleum eter, etil asetat, n-butanol, dan air kayumanis menggunakan alfaglukosidase dan substrat p-nitrofenil-alfa-D-glukopiranosida yang menghasilkan produk paranitrofenol. Riza kemudian mengukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 400 nm. Parameter adanya aktivitas penghambatan alfaglukosidase ditunjukkan oleh nilai persentase penghambatan dan IC50 atau konsentrasi yang diperlukan untuk menghambat 50% aktivitas alfaglukosidase.

Hasil riset menunjukkan keempat fraksi ekstrak kulit batang kayumanis menunjukkan aktivitas penghambatan aktivitas alfaglukosidase. Fraksi ekstrak yang memiliki efek penghambatan terbaik adalah ekstrak n-butanol dengan nilai IC50 sebesar 1,168 mikrogram/ml. Artinya, dengan konsentrasi 1,168 mikrogram/ml dapat menghambat 50% aktivitas alfaglukosidase. Sementara nilai IC50 ekstrak etil asetat, air, dan petroleum eter masing-masing 19,239 mikrogram/ml, 24,244 mikrogram/ml, dan 69,717 mikrogram/ml.

Suplemen

Sayangnya di tanahair pemanfaatan kulit batang kayumanis baru sebatas untuk bumbu. Padahal, populasi kayumanis di tanahair tergolong melimpah. Salah satu sentra kayumanis adalah kawasan di kaki Gunung Kerinci, Provinsi Jambi. Namun, yang menangguk khasiat kayumanis justru Amerika Serikat. Salah satu perusahaan farmasi di sana bahkan sudah mematenkan senyawa aktif yang terkandung dalam kayumanis hasil temuan mereka yakni polimer tipe-A dengan nama Cinnulin PF. Mereka mengolah kulit tanaman kerabat avokad itu sebagai salah satu bahan baku suplemen untuk menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan massa otot tubuh.

Perusahaaan farmasi asal Negeri Abang Sam itu memesan ekstrak kayumanis dari Javaplant, perusahaan ekstraksi milik PT Tri Rahardja di Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.  Menurut Direktur Operasional Javaplant, Junius Rahardjo, ekstrak kayumanis merupakan salah satu produk primadona karena permintaannya tergolong tinggi yakni mencapai 70 ton ekstrak per tahun. Jumlah ekstrak sebanyak itu diperoleh dari 1.890 ton bahan baku kulit kayumanis kering. Javaplant memperoleh pasokan bahan baku dari para petani di sekitar Gunung Kerinci. (Imam Wiguna)

[box type=”shadow” ]

Racun di Balik Khasiat

Kulit kayumanis utuh mengandung kumarin yang dapat menyebabkan hepatotoksik jika dikonsumsi berlebih
Kulit kayumanis utuh mengandung kumarin yang dapat menyebabkan hepatotoksik jika dikonsumsi berlebih

Kayumanis kerap dimanfaatkan sebagai bumbu masak karena membuat citarasa makanan menjadi lebih sedap. Aromanya juga harum. Namun, menurut konsultan industri makanan dan gizi asal Amerika Serikat, Densie Webb PhD DR, dalam buku A Scientific Review Cinnamon and its Role in Diabetes, mengonsumsi kulit kayumanis utuh atau bubuk secara berlebihan dapat berefek negatif. Itu karena kayumanis mengandung cinnamaldehida, senyawa minyak asiri yang menyebabkan aroma dan rasa khas dari kayumanis.

Klaus Abraham dan rekan-rekan dari Federal Institute for Risk Assessment di Berlin, Jerman, dalam jurnal yang diterbitkan United States National Library of Medicine, menyebutkan kayumanis juga mengandung kumarin, fitokimia sekunder yang bersifat hepatotoksik atau keracunan hati dan menyebabkan kanker alias karsinogenik. Dalam penelitian terhadap hewan percobaan, jumlah tolerance daily intake (TDI) atau asupan harian yang diperbolehkan maksimal 0,1 mg kumarin per kilogram bobot tubuh. Namun, Abraham menyarankan sebaiknya angka TDI itu lebih rendah karena kemungkinan hati pasien manusia lebih rentan terkena hepatotoksik.

Itulah sebabnya Webb menyarankan sebaiknya hindari mengonsumsi kulit kayumanis utuh atau dalam bentuk bubuk. Sebaiknya konsumsi ekstrak kayumanis. Senyawa beracun dalam ekstrak itu tersaring seperti yang dilakukan Javaplant. Perusahaan ekstraksi milik PT Tri Rahardja di Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, itu memproduksi ekstrak kayumanis terstandar dengan kandungan 3% polimer tipe-A dan kumarin kurang dari 0,01% sehingga aman dikonsumsi sehari-hari dalam jangka panjang. (Imam Wiguna)

[/box]

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img