Wednesday, January 28, 2026

Ke Manitoba Petik Stroberi

Rekomendasi
- Advertisement -

Memetik sendiri buah stroberi di kebun seluas 35 hektare.

Pengunjung bebas memetik stroberi di kebun seluas 35 hektare. (Dok. Willy Wong)

Trubus — Hamparan bunga kanola berwarna kuning cerah di kanan dan kiri jalan menuju Stonewall, Manitoba, Kanada amat memanjakan mata. Namun, kedatangan ke Manitoba bukan untuk melihat proses pembuatan minyak kanola Brassica napus. Kebun stroberi Boonstra Berry Farm menjadi tujuan perjalanan dari Kota Winnipeg. Panorama yang menakjubkan sepanjang perjalanan, menyebabkan laju kendaraan relatif pelan.

Itulah sebabnya untuk menempuh jarak kedua kota yang hanya 30 km memerlukan waktu satu jam. Tiba di kebun stroberi belum genap jam 10 pagi. Namun, saat itu antrean mobil yang menanti parkir dan pengunjung yang ingin memasuki kebun mengular di udara terbuka. Matahari musim panas bersinar cerah. Maklum, sebagai negara subtropis, musim panas menjadi saat yang pas untuk tetirah bagi warga negara anggota Persemakmuran Inggris itu.

Luas 35 hektare

Stroberi produksi Boonstra Farm berukuran besar dan berwarna merah terang. (Dok. Willy Wong)

Setelah menempuh antrean panjang, pengunjung tiba di depan pintu masuk. Di sana, pengelola menyediakan kotak kardus untuk wadah stroberi hasil petikan sendiri. Untuk memetik stroberi pengunjung membayar $13—setara 140.000 dengan kurs Rp10.700 per 1$—per ember ukuran 4 liter. Boonstra Berry Farm kebun agrowisata yang menyediakan beragam buah seperti stroberi, bluberi, redberi, dan rasberi. Sementara biaya pemetikan rasberi $5 per 0,45 kg.

Sayang, redberi dan bluberi belum memasuki masa panen sehingga hanya terlihat daun-daunnya. Pengelola menyediakan kendaraan bagi pengunjung untuk mencapai kebun stroberi. Kendaraan berupa mobil terbuka menyerupai kereta berkapasitas 10 penumpang. Ada beberapa kendaraan perkebunan yang lalu-lalang mengangkut keluar masuk pengunjung. Mata pengunjung akan terbelalak begitu memasuki kebun stroberi.

Hamparan seluas 35 hektare itu hanya berisi stroberi. Setiap kendaraan yang masuk kebun lantas menurunkan penumpang di titik yang telah ditentukan. Sepanjang mata memandang tampak buah stroberi siap panen seolah menunggu kedatangan pengunjung untuk dipetik. Tanaman stroberi berketinggian sekitar 30 cm itu berderet rapi. Jarak antartanaman cukup rapat sehingga ketika tanaman mulai rimbun tidak terlihat celah.

Pengelola menyediakan kendaraan kepada pengunjung untuk menuju kebun. (Dok. Willy Wong)

Tak jarang pengunjung harus menyingkap daun stroberi untuk memetik stroberi ranum yang bersembungi di balik daun. Tanaman stroberi terlihat sehat dengan daun berwarna hijau cerah. Pengunjung yang berjumlah ratusan orang itu memetik stroberi dengan wajah penuh suka cita dan sangat gembira. Pengelola menurunkan setiap pengunjung ke lokasi yang buahnya siap panen. Tandanya terdapat bendera kecil yang ditancapkan di dekat tanaman.

Tanda bendera berarti area itu tidak boleh dipetik lagi buahnya karena dipersiapkan untuk rombongan berikutnya. Pengunjung juga bebas menikmati stroberi di tempat. Untuk memetik buah keluarga Rosaceae itu pengelola menganjurkan pemetikan buah secara hati-hati. Caranya pegang batang buah stroberi lalu tarik sambil sedikit memuntir. Petik buah bersamaan dengan 1,5 inci tangkai buah. Pengunjung dianjurkan memetik buah yang benar-benar ranum.

Satu per satu buah stroberi matang tanaman berpindah ke dalam wadah pengunjung. Tidak sampai 30 menit, 4 wadah penuh terisi buah kerabat bunga mawar itu. Pengunjung kembali ke tempat semula dengan kendaraan yang sama dan membayar hasil petikan.

Berbeda
Penanaman stroberi di Kanada berbeda dengan di tanah air. Di sana stroberi ditanam langsung di tanah di kebun terbuka yang terpapar langsung sinar matahari. Pengelola memanfaatkan jerami untuk menutup lapisan tanah teratas. Jerami itu berfungsi sebagai mulsa. Fungsi jerami menjaga kelembapan tanah. Bandingkan dengan penanaman stroberi di tanah air, yang biasanya menggunakan polibag.

Pengunjung dapat menikmati stroberi langsung di kebun. (Dok. Willy Wong)

Kualitas buah hasil penanaman pun berbeda. Boonstra Farm menghasilkan stroberi berukuran besar, hampir seukuran telur ayam. Warna kulit buah merah menyala. Begitu terbelah daging buahnya berwarna jingga. Ketika dicicipi buah terasa manis dan juicy. Begitu mencecap daging buah pengunjung biasanya akan tergoda untuk memetiknya kembali.

Boonstra Farm didirikan Murray dan Pauline Boonstra. Mereka memulai bertani pada 1988 dengan memerah 50 sapi. Lalu pada 1990 pasangan suami istri itu memulai dengan menanam 20 deret stroberi. Perlahan tapi pasti kebun stroberi mulai berkembang. Pada 2000 mereka memiliki 10 hektare kebun stroberi. Mereka lalu memulai tur sekolah dan membuka labirin jagung. Labirin jagung itu yang terbesar di Kanada.

Saat ini keluarga Boonstra mengelola 35 hektare stroberi, 4 hektare rasberi, dan 10 hektare labirin jagung. Anak pasangan Boonstra, Carl, dan istrinya, Danielle, mengelola labirin jagung. Sementara kebun stroberi dikelola anak pasangan Boonstra yang lain, yaitu Eddie. Musim stroberi biasanya dimulai pada bulan Juli di seluruh Manitoba, Kanada. (Willy Wong, kolektor tanaman buah di Sunter, Jakarta Utara)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img