Saturday, January 17, 2026

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk Kemajuan Pertanian

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjawab tantangan budi daya terutama terkait perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan keberlanjutan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Menurut peneliti di AI Research and Development Center (AIRDC) Binus University, Reza Rahutomo, S.Kom., M.M.S.I. I, AI dalam pertanian tidak menggantikan peran petani dengan mesin. Justru meningkatkan produktivitas petani yang berujung pada peningkatan kualitas panen.

Ia menuturkan merintis kehadiran AI perlu melibatkan pakar AI dan pertanian. ”Seorang ahli pertanian mampu mengidentifikasi masalah dan mendeskripsikan ekspektasi yang diharapkan. Sementara ahli AI mengembangkan solusi yang diotomatiskan untuk mendapatkan ekspektasi itu,” ujar Reza.

Layaknya sebuah inovasi baru, penerapan AI dalam pertanian membutuhkan tingkat kesiapan teknologi. Tantangan adopsi teknologi pada semua lini yakni pemahaman kegunaan teknologi itu.

”Mentransformasi atau mengubah cara kerja yang bertahun-tahun dilakukan para petani, ketika transformasi terjadi, perlu waktu untuk beradaptasi pada cara kerja yang baru,” ujar dosen Jurusan Sistem Informasi, Binus University, itu.

Ia menuturkan perubahan itu pada dasarnya diinginkan banyak pihak, tetapi sering kali ditemukan resistensi karena pemanfaatan teknologi merubah jalan pikir dan cara kerja.

Kehadiran inovasi membuat dunia pertanian terus maju dan berkembang. Inovasi pertanian kita biasanya mengacu pada bibit unggul, pupuk, pestisida, dan teknologi budidaya.

Kini inovasi pertanian juga berfokus pada pertanian berkelanjutan. Praktik-praktik di bidang pertanian bukan untuk kepentingan manusia saja, tetapi juga lingkungan.

Kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk menuntut kehadiran inovasi untuk mengatasi segala rintangan yang mengadang.

Tantangan yang harus diselesaikan antara lain perubahan iklim, degradasi kualitas lahan, serta berkembangnya hama dan penyakit.  

Semua itu bisa diselesaikan dengan inovasi teknologi yang revolusioner. Inovasi yang betul-betul bermanfaat untuk masyarakat.

Majalah Trubus edisi Agustus 2024 menampilkan tujuh artikel inovasi pertanian dalam rangka ulang tahun ke-79 Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca selengkapnya pada Majalah Trubus edisi 657 Agustus 2024  yang mengulas 7 Inovasi Agribisnis. Akses pembelian Majalah Trubus pada google play.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img