Monday, November 28, 2022

Kerangkeng Shabi Star

Rekomendasi

 

Untuk mendapatkannya kelahiran Klaten 6 April 1966 itu mesti membarter dengan total 30 pot koleksi sansevieria. Masing-masing pot sudah punya 2-4 anakan. Harga anakan terkecil Rp1,5-juta. Nilai barter minimal Rp125-juta. Begitu adenium idaman didapat, kerangkeng pun dibuat. Takut ada layangan nyangkut di tajuknya, seloroh ayah 1 anak itu.

Kena batu

Rosyid sejatinya bukan pencinta tanaman. Pada Januari 2007 pengumpul besi tua itu marah besar pada Siti Muslikhah. Musababnya sang istri membeli adenium obesum seharga Rp375.000. Buat Rosyid, nilai itu sangat mahal untuk sepot tanaman.

Namun, ia kena batunya waktu datang ke pameran tanaman hias di alun-alun kota Klaten 3 bulan kemudian. Adenium yang dibeli bersama istri iseng-iseng diikutkan lomba. Tak dinyana adenium itu meraih gelar juara ke-3. Sejak itu Rosyid ketagihan sehingga rutin berburu tanaman ke pameran dan nurseri.

Lantai 2 rumahnya pun disulap jadi kandang buat puluhan adenium, anthurium, dan sansevieria-sekadar menyebut beberapa koleksi. Cintanya semakin tertambat waktu melihat eloknya arabicum batang tunggal di buku Teknik Adenium Spektakuler. Negosiasi berbulan-bulan ke nurseri WS-pemilik awal-akhirnya berujung manis. Shabi star itu kini ada di kerangkeng besi di kebun koleksi. (Evy Syariefa/Peliput: Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img