Sunday, July 14, 2024

Keunggulan Alpukat Roro dari Bangka

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Devy Anastasia jatuh hati pada pandangan pertama. Penangkar bibit di Kelurahan Asam, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, itu melihat buah alpukat besar dan mengilap pada Oktober 2020.

Ia meminta beberapa buah kepada pemilik pohon, Desiyana, yang menanam satu pohon alpukat roro di halaman rumahnya di Desa Rajik, Bangka Selatan. Umur pohon 17 tahun yang menghasilkan 1.500 kg per tahun.

“Nama anak Desiyana itu Rara tapi biasa dipanggil Roro. Jadi, alpukat itu diberi nama Roro,” kata Devy.

Dua hari berselang setelah menerima buah, Devy menimbang. Bobot buah 600—1.010 gram. Devy lantas membelah buah itu menjadi dua bagian. Daging buah juga tebal, 4,20 cm berwarna kuning cerah. Pantas bagian buah yang bisa dikonsumsi (edible portion) mencapai 93%.

Perempuan berusia 38 tahun itu menyendok daging buah dan menikmatinya. Alpukat itu bercita rasa manis, gurih, dan pulen. Melihat potensi itu, Devy mengirimkan alpukat kepada panelis Komunitas Alpukat Nusantara (Alnusa), Dinno M. Dionysius, S.P., M.P.

Hasil penilaian menunjukkan alpukat itu istimewa lantaran memperoleh skor 92. Ketebalan buah dan rasa gurih meraih nilai sempurna yaitu 10. Bobot biji hanya 58 gram. Kelebihan lain roro yaitu mudah dikupas lantaran ketebalan kulit mencapai 1,6 mm.

Warna kulit alpukat berbentuk pyriform itu hijau dan berubah kuning kecokelatan saat matang. Dinno menilai roro memiliki prospek untuk masuk kategori buah meja dan industri. Alasannya memiliki kadar minyak yang tinggi.

Menurut Devy alpukat roro berbuah dua kali setahun. Panen raya sekali pada Desember— Februari dan panen sela (Mei—Juni). Pohon induk berdiameter batang 40—50 cm itu menghasilkan 1,5 ton saat panen raya.

“Ketika panen sela berbuah 400 kg,” kata pemilik CV Central Nursery Bangka itu.

Menurut Devy banyak konsumen yang tertarik menikmati alpukat roro. Sayangnya, produksi masih terbatas lantaran hanya mengandalkan dari pohon induk. Melihat antusiasme konsumen itu, Devy pun membibitkan alpukat roro sejak 2020.

Devy menuturkan, “Di kebun saya tanaman berumur 17 bulan belajar berbuah. Itu dari penanaman bibit setinggi 30—40 cm. Per pohon menghasilkan 30—70 buah saat panen perdana dan terus meningkat jumlah panen selanjutnya,” tutur Devy.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Khasiat Daun Ketepeng Cina, Berpotensi Kendalikan Kadar Kolesterol Darah

Trubus.id—Daun ketepeng cina berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah. Itulah hasil riset Nisa Khoirila dan Muhammad Walid dari program Studi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img