Keunggulan Sunsea, Tabir Surya dari IPB

0
sunsea tabir surya ipb
Penampilan tabir surya buatan mahasiswa IPB. (ipb.ac.id)

Trubus.id — Mahasiswa Institut Pertanian Bogor menciptakan inovasi tabir surya unggul. Selain mampu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari, tabir surya IPB juga turut serta dalam upaya mencegah kerusakan karang akibat pemutihan (coral bleaching).

Pasalnya, ditemukan banyak tabir surya yang beredar di pasaran mengandung bahan berbahaya bagi lingkungan laut, terutama terumbu karang. Bahan berbahaya tersebut dikenal sebagai oxybenzone dan octinoxate.

Oxybenzone dapat meningkatkan kemungkinan perginya sejumlah besar zooxanthellae dari terumbu karang dan memengaruhi kemampuan karang untuk bereproduksi. Pada akhirnya kondisi itu akan menurunkan populasi karang secara terus-menerus.

Melansir dari laman IPB University, Elsa, ketua tim Tim Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) IPB University, mengatakan, inovasi tabir surya itu diberi nama Sunsea. Sunsea dibuat dengan bahan-bahan yang aman bagi terumbu karang. Bahan itu salah satunya daun kersen.

Menurutnya, bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan Sunsea merupakan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Kersen termasuk tumbuhan yang mudah ditemui di lingkungan sekitar, sedangkan tengkawang merupakan tumbuhan endemik Kalimantan Barat.

Berdasarkan hasil riset, diketahui ekstrak etanol daun kersen memiliki Sun Protection Factor (SPF)20 yang mampu melindungi kulit dari sinar matahari. Adapun mentega tengkawang dikenal memiliki manfaat yang dapat melembapkan kulit.

“Selain memiliki keunggulan dari aspek bahan baku, Sunsea juga mendukung GerakanBlue Beauty atau gerakan tidak menggunakan produk kecantikan atau perawatan kulit yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi lingkungan laut,” tutur Elsa

Elsa berharap, inovasi Sunsea dapat terus menjangkau pasar yang lebih besar. Dengan begitu, tujuan memberikan perlindungan bagi kulit sekaligus menjaga terumbu karang tercapai.

“Kami berharap Sunsea dapat menjadi produk perawatan kulit yang tidak hanya berfokus pada konsumen, tetapi juga turut berkontribusi dalam upaya mencegah kelestarian terumbu karang,” papar Elsa.